Assalamualaikum.Wr.Wb.
 
Mak ban,..hik..hik..hik..di Mesir mana ada peraturan2 kayak di Indo itu Mak.Jgnkan peraturan begituan,Peraturan lalu Lintas Mesir adalah juara ke II sedunia setelah India,di dlm hal "AMBURADULNYA".Jangankan Lampu Hijau atau Kuning,lampu Merah saja Mobil itu suka jalan terus.Sehingga ada image org2,bagi siapa yg sdh pintar membawa mobil di Mesir,InsyaAllah kenegara manapun ia akan lebih pintar lagi.
 
Kenapa begitu,sedangkan dinegara yg amburadul Lalu Lintasnya org sering selamat bawa mobil,apalagi yg teratur.
 
Wakil2 rakyat kita di MPR itu sering sekali,datang ke Mesir,katanya utk meniru tatacara pelaksanaaan sidang MPR,yg sangat transparan,setiap bulan di tayangkan secara langsung sidang tsb,sehingga masyarakat tahu betul,apa yg sedang dibicarakan,dan apa yg menjadi persoalan bangsa saat ini.
 
Pejabat2 Pusat ataupun Daerah yg sering dtg tsb,sering sekali kagum akan apa2 yg ada di Mesir,tetapi apakah kunjungan kerja mrk itu membawakan hasil yg diharapkan?Saya lihat hasilnya masih belum ada.Terbukti MPR kita msh blm transparan,Pertanian2 msh blm maju,begitupun yg lain2nya.
 
Mak Ban,kita berprasangka baik sajalah sama Perda,yg membuat peraturan wajib berjilbab itu.Mgkn mulanya hanya dgn cara itu wanita muslimah mau pakai jilbab,istilahnya di paksa dulu.Ingat ngak mak Ban,saat kita msh kecil,ortu kita dgn seringnya bahkan tdk jarang marah2 sama kita agar kita melakukan shalat lima waktu sehari semalam.
 
Begitupun Ibu kita yg biasanya kategorikan agak cerewet dikit,utk menyuruh kita gosok gigi,baik itu bangun tidur,ataupun sblm tidur,baca Bismillah sblm makan,dan cuci tangan dulu,..dst..dst..semuanya itu,kira2,mulanya sih di suruh2 dulu,atau kata kasarnya dipaksakan,tapi lama kelamaan bagi kita yg sdh terbiasa begitu akhirnya menjadi kebiasaan,bahkan menjadi tatanan dlm kehidupan kita sehari2,dr kecil,spipun kita mati.
 
Jadi,..sebaiknya kita selalu berprasangka baik saja dulu dlm hal beginian Mak ban,apalagi bila memang itu tujuannya baik.(sorry mak ban,.kayak org sdh tua2 saya,sok Pintar,padahal memang sdh tua juga,.hehehe).
 
Kata org tua2 zaman dulu," Ilmu itu terhadap hati kita,bagaikan Air bagi Ikan.Bila Air tidak ,maka alamat Ikan itu akan mati.Begitu jugalah Ilmu itu klu tidak ada di dalam hati dan dada kita,yg membaluti seluruh jiwa raga kita,maka hati kita akan mati.Kita jadi mayat,sblm jasad kita mati." Dan Tempatnya Ilmu dlm jiwa kita,spt tempatnya Kornea mata,yg tanpa ada itu,kita tdk dapat melihat dgn nyata.
 
Semakin tinggi ilmu seseorang,justru dirinya semakin sangat tdk berarti apa2,dan tak punya apa2.Itu sebabnya dlm beberapa hal,sebaiknya Prasangka baik,lebih kita utamakan dr prasangka buruk.Pertamasekali kita mengenal seseorang,lbh baik kita memberinya nilai 100 dulu,nantik,bila tlh lama kita mengenalnya barulah kita menetukan apakah nilai itu bertambah,atau berkurang,atau spt apa yg kita sangkakan.
 
mak Ban,..saya ngak mau di kirimkan Nmr perda dr Sumbar itu,mak,tapi saya mau dikirimin rendang.terutama Asinan yg katanya terkenal dr Bogor itu lho mak Ban.Klu itu bisa saya makan,tapi klu nmr perda,saya ngak bisa nyantapnya mak Ban.
 
Wassalam hamba Allah yg msh haus akan segala2nya.(Rahima)
 
 
FST-IAMS-Elect <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 
 
Ambo suko dan mendukung sekali wanita berjilbab.
Lebih anggun.
Di kampuang ambo Banuampu mayoritas pidusi mamakai Jilbab.
Tanpa "perda-perda" an.   
Memakai karano iman dan suko.
Indak ado paksaan.
Nan  kami persoalkan kenapa harus pakai "PERDA" ( Peraturan Daerah) ???
Ma'af diulang ;   kalau baitu daroknyo harus ado "perda-perda" lain.
 
Rahima.............. di mesir "perda nmr" bara nan mewajibkan pidusi pakai jilbab ????
Kalu alun ado                  nantik dikirim dari solok.
 
guut morniang dari arkadia - simatupang
mak Ban
~~~~~~~~
 



Post your free ad now! Yahoo! Canada Personals

Kirim email ke