http://members.lycos.co.uk/imamiui/index.php?section=bam&artikel=4

Kesusastraan Minangkabau
(sumber : 1000 pepatah-petitih-mamang-bidal-pantun-gurindam karya H. Idrus
Hakimy Dt. Rajo Panghulu)

Nan kuriak iyolah kundi
Nan merah iyolah sago
Nan baiek iyolah budi
Nan indah iyolah bahaso

Pribahasa di atas menggambarkan, bahwa orang minagkabau sangat mementingkan
bahasa dalam pergaulan sehari-hari, sehingga di minangkabau banyak sekali
ditemui pantun, pepatah, bidal, puisi, talibun dan gurindam. Karena itu di
setiap aspek kehidupan terdapat semua jenis gaya bahasa di atas. Kebiasaan
mengucapkan ungkapan dalam percakapan bertolak dari landasan sosial dalam
struktur kekerabatan yang menyebabkan setiap orang saling menyegani.

Di dalam percakapan dikenal empat cara: yaitu cara mendatar, mendaki,
menurun dan melereng {biasa disebut dengan kata yang empat}.

Kata mendatar ialah bahasa antara sesama pergaulan dan sesama usia. Kata
menurun ialah bahasa yang digunakan oleh orang yang tinggi usia atau
kedudukannya kepada yang lebih rendah. Kata melereng ialah bahasa yang
digunakan antara orang yang saling menyegani. Kata mendaki ialah kebalikan
dari kata menurun.

Orang minangkabau merasa harkat dan martabat dirinya sama dengan orang lain,
sehingga menuntut penghargaan yang sama bahkan dalam sopan santun berbicara.
Bahkan untuk menyuruh orang yang lebih rendah pun dituntut untuk memakai
kata yang menghargai sesama, sehingga di minangkabau dikenal adanya sindirin
untuk menghaluskan perkataan. Oleh karena itu orang minangkabau dituntut
untuk mahir dalam mengerti dan memahami bahasa sindiran itu. Hal ini membuat
banyaknya terdapat pribahasa di daerah minangkabau.Pribahasa itu ada di
setiap aspek kehidupan minangkabau, seperti: bidang sosial budaya, bidang
keagamaan, bidang ekonomi, bidang sosial politik, bidang hukum, bidang
hankam dll.

Contoh2 pribahasa yang ada :

Bidang ekonomi :

Barakik-rakik ka hulu, baranang-ranang ka tapian, basugi timbakau jaho
Basakik-sakik dahulu, basanang-sanang kamudian, marugi mako balabo

(perlu ada ketabahan dalam hidup, setiap kesempatan dan kebahagiaan perlu
adanya pengorbanan)

Bidang sosial budaya:

Adat biaso kito pakai, limbago nan samo dituang, nan elok samo dipakai, nan
buruak samo dibuang.

(yang baik sama dipakai yang buruk sama dibuang)
dll dsb




RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke