Hm, Mamanda untuk satu hal, mambaco carito gulai kapareh dan goreang puyu, I rela
nambah waktu 2 jam di gym minggu ini demi selera masa lalu tersebut. Jadi ikan kapareh
itu bundanya pantau-pantau yang sering I konsumsi dulu? Saya memang tidak ingat pernah
melihat pantau besar alias si kapareh di tabek Bunda sebesar yang Mamanda ceritakan.
Tapi Nanti lah kalau balik kampuang akan saya cari, what really the kapareh are
hehehe....
Cuma yang sedikit mengherankan saya, kita berdua pasti setuju bahwa pantau, kapreh,
puyu dan anak2nya adalah ikan2 lezat, tapi mengapa tidak dibudidayakan orang seperti
ikan mas, mujair, lele, belut dll yah? Dengan terus digerusnya sumber daya tanpa
mengganti, untuk sekarang, rasanya bakal susah menemukan pantau dan puyu di tabek atau
sawah.
Membaca cerita Mamanda, memori saya hangat lagi sekitar puyu, ikan berwarna kehijauan
dengan kepala keras dan suka ngumpet di lumpur yang mengelepar-gelepar bila 'ganangan'
kami dikeringkan.Nenek saya termasuk perempuan yang termasuk tidak rajin mengikuti
siklus tanam di sawahnya. Alih-alih mengikuti musim seperti orang lain, dia lebih suka
membuat ganangan, membesarkan bayi2 ikan mas atau paweh, setelah tiga bulan diangkat
dan dijual ke pedagang yang mengurus sendiri proses panen tersebut. Bahkan yang
menghitung berapa "cabuak" hasil panen juga pembeli. Jalinan kerja sama berdasarkan
kepercayaan yang sangat hebat dan hehehe...heran juga baru sekarang terpikir oleh
saya.
Terakhir, salam kangen saya dialamatkan ke Mamanda, etek dan adik2 yang ikut ke
Marseile. Semoga sehat-sehat dan selalu penggembira seperti ini, tak masalah walau
seribu badai gurun datang melanda hehehe.... Kata orang bijak destiny is not a matter
of change, it is a matter of choice. It is not a thing to be waited for, it a thing
to be achieved. Jadi hebat lah terus Mamanda.
Hormat,
--Gm
---- Original Message -----
From: "Zubir Amin" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, June 19, 2003 4:29 PM
Subject: [RantauNet.Com] Ikan Puyu jo Pantau!
Tabik salero mamak,dek kanakan sabuik,kalau nenek lah mambuek palai
pantau,raso tabang salero ka puncak gunung Marapi.Ado "semacam" persama
an namo "ikan ataw lauak" nan disabuik pantau ko.Di kampuang mamak,di Pa
dusunan,Piaman,pantau tu labiah suko hiduik bagarombol(banyak sekali) di
dalam banda nan janiah aianyo.Di aia karuh pantau ko jarang hiduik.Keli
hatannyo kehidupan pantau nan bagarobol ko,sanang sekali "manampang" di
permukaan aia nan janiah.Barangkali untuak "mamanciang" atau menarik pa
ratian mamak Buyuang untuak "manangkoknyo".
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
==============================================