Assalamualikum wr.wb
Wacana yang diusung untuk dilewakan di palantoko mengenai perubahan nama propinsi Sumatera Barat manjadi propinsi Minangkabau atau Minang sungguh suatu ide yang baik dan cemerlang .
Namun akan lebih baik lagi kalau ide ini telah melalui kajian yang mateng dan telah dipelajari dampak yang akan timbul dengan adanya perubahan tersebut . Jangan hanya bisa merubah nama sesuatu tanpa ada nilai tambah yang kita dapatkan dari perubahnan tersebut . Dan jangan pula hanya manuka baruak dengan cigak dan taimbuah saikua karo , arti nan sabananyo walau pun namo barubah namun tatap disinan juo , seperti shakepear pernah berujar apolah artinyo sabuah namo.
Dikala wacana perobahan namo propinsi Sumbar manjadi Propinsi Minangkabau didiskusikan seperti sekarang ini , maka asal muasal kata minangkabau itu sendiri sampai kini masih menjadi perdebatan oleh ahli ahli sejarah . Karena kata minangkabau tersebut masih menurut tambo yang yang keabsahannya diragukan , Minangkabau berasal dari kato menang dan kerbau , yang konon katanya dijaman dahulu kala pernah dilakukan adu kerbau antara orang jawa sebagai penjelajah (penjajah ? ) dengan masyarakat yang yang ada diselingkar gunung merapi yang disebut cikal kerajaan minangkabau itu . Kalau memang pernah terjadi adu kerbau seperti yang telah menjadi wacana masyarakat minang selama ini , mengapa sampai sekarang pakar sejarah belum dapat menetapkan waktu dan tempat kejadian tersebut. Dan konon lagi kerbau yang diadu oleh orang dari jawa tersebut adalah kerbau betina besar dengan tanduk yang sangat panjang , sedangkan dari negeri kita menampilkan kerbau ketek yang diujung mulutnya telah dipasangkan semacam taji yang telah berhari-hari tidak diberi makan , dengan siasat ini ternyata kerbau kita(kabau ketek ) bisa mengalahkan kabau gadang nan dari jawa tu . Kalau hal tersebut memang suatu kebenaran mengapa kita tidak mengambil momentum ini untuk menetapkan awal dari sejarah berdirinya kerajaan minangkabau dan tentunya layak untuk diperingati setiap tahun sebagaimana Jakarta merayakan ulang tahunnya setiap tanggal 22 juni yang mengingatkan akan perjuangan heroik Pangeran Jayakarta melawan VOC dijaman itu, demikian pula masyarakat kota Medan bisa melakukan peringatan hari ulang tahun kotanya , mengapa kita tidak ????
Wassalam : zul amry (BAG01ZA) di kuta bali
Zubir Amin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
On dated Fri,27 Jun 2003,sanak Indra Piliang al wrote:
"...dulu pernah ambo manulih...soal probahan namo2 provinsi
sebagai khasanah kultural dan historis masing2(propinsi-ab)
tujuannya memperkuat desentralisasi jo otonomi..."
----------------------------------------------------------
Sanak Indra Piliang nan dihormati.Kalau parubahan namo propinsi Su
matra Barat,manjadi "propinsi Minangkabau" seperti nan pernah sanak tu-
lih dan ini sanak mintakan pandapek rang palanta kito ko,secara kultural
apalagi dikaitkan dengan sistim OTDA,pandangan itu bisa dimengerti.Mung
kin akan bisa labiah "merakyat itu Otda" di Sumatra Barat.
Ado nan agak mengkhawatirkan jo Buyuang komah Indra.Dulu pada saat
gencar-gencarnya pembahasan DASAR dab BENTUK negara RI dalam sidang Kons
tituante di Bandung tahun-tahun 1956/57,terdapat duo benang merah menge
nai bentuk negara ini"kesatuan" atau "federasi".Alur pemikiran nan satu
ju dengan negara kesatuan,bertumpu pada pengembangan jiwa sumpah pemuda
dan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945.Identitas "kedaerahan" agar dile
bur menjadi identitas nan berwajah nasional.Cuma pelaksanaannya nan ambu
radul dan ndak adil.Di Sumatra Tengah,berjaya sebutan Resimen Pagaruyung
nan selalu berhasil dalam operasi2 melawan pemberontakan DI/TII di Jabar
Karena ada rasa "iri hati"dari kesatuan lain,maka resimen Pagaruyuang di
bubarkan hatta cara ini katanya dalam rangka mengurangi rasa keadaerahan
Sebaliknya,mereka nan mempertahankan alur bentuk negara federasi,wak
tu itu ndak banyak pendukungnya,tapi cukup mencuat keluar pandangan mere
ka,dengan federasi,maka daerah akan dapat mengelola dan menmanfaatkan ke
mampuan daerah untuk kepentingan daerah itu sendiri.Pandanganini diten-
tang karena akan menghancurkan sendi2 dan jiwa sumpah pemuda dan sema-ngat Proklamasi 17 Agusutus 1945.
Babaliak ka penggantian namo propinsi ini,jo Buyuang malah khawatir
apao cukuik daerah saleba Sumbar kini nan jadi propinsi Minang tu.Minta
sabagian daerah di propinsi Riau atau Djambi atau Bengkulu atau Sumut un
tuk dimasukkan kedalam wilayah Minangkabau,apa semudah itu.Sekedar dike-tahui,nan masuak daerah Minangkabau tu mancakup pulo Riau dan Djambi sa
rato senek Sumut dan Sulsel dan Bengkulu.Dengan power pemerintah,sanak
Indra kan tahu sendirilah mekanis karajonyo dan dewan wakil rahayaik tu.
Tapi walaupun bak itu,kalau memang dapek terrealisasikan perubahan na
mo propinsi sumbar manjadi '"prop�nsi Minangkabau",jo Buyuang akan sato-
lo dalam "garondong" baru tu.Nan pantiang bana,apapun bantuak dan namo�
propinsi Sumbar itu nanti,jiwa persatuan dan kesatuan sebagai sesama war
ga dan bangsa Indonesia harus dapek dipertahankan.Wass.AB-Marseille.
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================
Do you Yahoo!?
SBC Yahoo! DSL - Now only $29.95 per month!

