Joni Gusril [EMAIL PROTECTED]
Saya kutip dari mills sebelah, Alhamdulillah, Umat Islam di spanyol akan
bergairah dalam menjalankan ibadahnya .Allah Akhbar, Maha besar Allah, dan
Allah lebih mengetahui apa-apa yang tidak di ketahui hambanya"
****************************************************************************
*********
Wassalam
Joni Gusril
eramuslim - Setelah absen hampir 500 tahun, suara
adzan akan kembali mengumandang dari Masjid Agung
Granada, Spanyol, pada Kamis, esok hari. Granada
merupakan kota di Spanyol dimana pernah berdiri istana
kekhalifahan Islam, ketika Islam berkuasa di Eropa
pada abad ke-17. Berita akan dikumandangkannya kembali
suara panggilan sholat bagi umat Islam itu dilaporkan
harian Inggris, The Times, Selasa (8/7/2003) kemarin.
Pihak gereja mengajukan protes atas rencana tersebut.
"Ini akan menjadi sebuah peristiwa politik. Karena
Granada menjadi masjid pertama yang dibuka kaum
Muslimin Spanyol semenjak 500 tahun lalu," ujar Abdul
Haqq Salaberria, seorang jurubicara Komunitas Muslim
di Spanyol pada Times. Sementara Televisi al-Jazeera
dan sejumlah stasiun TV satelit Arab lainnya berencana
akan menyiarkan Adzan Dzuhur, pada pukul 2.30 siang
waktu setempat Kamis esok hari, dari masjid baru dan
bersejarah itu.
Bangunan masjid Granada yang baru itu, merupakan
bangunan sangat indah dengan relief sangat halus.
Masjid itu didesain dengan merujuk pada arsitektur
masjid Cordoba dan Masjid Al Aqsho di Al Quds (wilayah
pendudukan Israel, Yerusalem).
Situs itu dibeli 22 tahun yang lalu oleh umat Islam.
Ketika bangunan itu masih merupakan tempat kecil tak
terawat, terletak di suatu lahan pertanian yang diapit
oleh asrama biara dan rumah pemimpin biara di
Albaicin. Albaicin merupakan bagian terakhir kawasan
istana Islam Granada, sebelum Raja Katolik Ferdinand
dan Ratu Isabel mengingkari perjanjian mereka dengan
Raja Boabdil dari Granada, untuk memberi jaminan
kebebasan beragama di Spanyol.
Menurut Salaberria, ketika dewan kota menyadari bahwa
kalangan Muslim Spanyol sangat berkeinginan untuk
membangun sebuah masjid di tanah itu, maka status
situs itu kemudian diubah. Sebelumnya tanah di mana
masjid itu berdiri, hanya diperuntukkan bagi kawasan
tempat tinggal. Tidak diperkenankan dibangun sarana
umum maupun sarana ibadah di situ.
Lewat jalur hukum selama 9 tahun kaum Muslimin Spanyol
harus berjuang untuk bisa membebaskan tanah itu.
Setelah itu diajukanlah proposal untuk bisa membangun
menara di tempat itu. Tujuannya adalah agar pengaruh
visual menara itu mampu menarik perhatian publik.
Setelah pembangunan menara dimulai, komentar dari
berbagai kalangan di Spanyol pun berdatangan.
Kalangan Katolik konservatif di seluruh Spanyol
menggelar aksi protes. Ketegangan di Granada pun
muncul, hingga menghentikan rencana pembangunan menara
itu. Muslim kota Granada yang ditaksir berjumlah
sekitar 15.000 orang itu, terpaksa mengurungkan
niatnya. Namun para pembela konstitusi Spanyol yang
baru menyatakan persetujuan mereka terhadap proyek
itu. Alhamdulillah proyek itu akhirnya dilanjutkan
hingga selesai.
"Saya terlahir sebagai Muslim, hanya saja saya tidak
menyadari bahwa saya adalah orang Islam. Sampai
akhirnya menjelang usia 20-an baru saya menyadari hal
itu," ungkap Salaberria.
"Masa kekuasaan Katolik Spanyol berlangsung sangat
singkat dalam catatan sejarahnya. Ketika Muslim
pertama tiba di sini dari Afrika melalui Gibraltar,
jumlahnya masih sedikit. Mayoritas Muslim di Spanyol
adalah penduduk asli yang memeluk Islam secara
sukarela dan turun-temurun," lanjutnya.
"Delapan ratus tahun kemudian raja-raja Katolik
Spanyol melakukan ethnic cleansing terhadap kaum
Muslimin. Islam dihancurkan dan dihapus dari peta
Spanyol. Hanya Istana Alhambra yang cantik serta
Masjid Cordoba, bangunan yang selamat dari upaya
penghancuran kaum Katolik Spanyol. (stn/iol)
bergairah dalam menjalankan ibadahnya .Allah Akhbar, Maha besar Allah, dan
Allah lebih mengetahui apa-apa yang tidak di ketahui hambanya"
****************************************************************************
*********
Wassalam
Joni Gusril
eramuslim - Setelah absen hampir 500 tahun, suara
adzan akan kembali mengumandang dari Masjid Agung
Granada, Spanyol, pada Kamis, esok hari. Granada
merupakan kota di Spanyol dimana pernah berdiri istana
kekhalifahan Islam, ketika Islam berkuasa di Eropa
pada abad ke-17. Berita akan dikumandangkannya kembali
suara panggilan sholat bagi umat Islam itu dilaporkan
harian Inggris, The Times, Selasa (8/7/2003) kemarin.
Pihak gereja mengajukan protes atas rencana tersebut.
"Ini akan menjadi sebuah peristiwa politik. Karena
Granada menjadi masjid pertama yang dibuka kaum
Muslimin Spanyol semenjak 500 tahun lalu," ujar Abdul
Haqq Salaberria, seorang jurubicara Komunitas Muslim
di Spanyol pada Times. Sementara Televisi al-Jazeera
dan sejumlah stasiun TV satelit Arab lainnya berencana
akan menyiarkan Adzan Dzuhur, pada pukul 2.30 siang
waktu setempat Kamis esok hari, dari masjid baru dan
bersejarah itu.
Bangunan masjid Granada yang baru itu, merupakan
bangunan sangat indah dengan relief sangat halus.
Masjid itu didesain dengan merujuk pada arsitektur
masjid Cordoba dan Masjid Al Aqsho di Al Quds (wilayah
pendudukan Israel, Yerusalem).
Situs itu dibeli 22 tahun yang lalu oleh umat Islam.
Ketika bangunan itu masih merupakan tempat kecil tak
terawat, terletak di suatu lahan pertanian yang diapit
oleh asrama biara dan rumah pemimpin biara di
Albaicin. Albaicin merupakan bagian terakhir kawasan
istana Islam Granada, sebelum Raja Katolik Ferdinand
dan Ratu Isabel mengingkari perjanjian mereka dengan
Raja Boabdil dari Granada, untuk memberi jaminan
kebebasan beragama di Spanyol.
Menurut Salaberria, ketika dewan kota menyadari bahwa
kalangan Muslim Spanyol sangat berkeinginan untuk
membangun sebuah masjid di tanah itu, maka status
situs itu kemudian diubah. Sebelumnya tanah di mana
masjid itu berdiri, hanya diperuntukkan bagi kawasan
tempat tinggal. Tidak diperkenankan dibangun sarana
umum maupun sarana ibadah di situ.
Lewat jalur hukum selama 9 tahun kaum Muslimin Spanyol
harus berjuang untuk bisa membebaskan tanah itu.
Setelah itu diajukanlah proposal untuk bisa membangun
menara di tempat itu. Tujuannya adalah agar pengaruh
visual menara itu mampu menarik perhatian publik.
Setelah pembangunan menara dimulai, komentar dari
berbagai kalangan di Spanyol pun berdatangan.
Kalangan Katolik konservatif di seluruh Spanyol
menggelar aksi protes. Ketegangan di Granada pun
muncul, hingga menghentikan rencana pembangunan menara
itu. Muslim kota Granada yang ditaksir berjumlah
sekitar 15.000 orang itu, terpaksa mengurungkan
niatnya. Namun para pembela konstitusi Spanyol yang
baru menyatakan persetujuan mereka terhadap proyek
itu. Alhamdulillah proyek itu akhirnya dilanjutkan
hingga selesai.
"Saya terlahir sebagai Muslim, hanya saja saya tidak
menyadari bahwa saya adalah orang Islam. Sampai
akhirnya menjelang usia 20-an baru saya menyadari hal
itu," ungkap Salaberria.
"Masa kekuasaan Katolik Spanyol berlangsung sangat
singkat dalam catatan sejarahnya. Ketika Muslim
pertama tiba di sini dari Afrika melalui Gibraltar,
jumlahnya masih sedikit. Mayoritas Muslim di Spanyol
adalah penduduk asli yang memeluk Islam secara
sukarela dan turun-temurun," lanjutnya.
"Delapan ratus tahun kemudian raja-raja Katolik
Spanyol melakukan ethnic cleansing terhadap kaum
Muslimin. Islam dihancurkan dan dihapus dari peta
Spanyol. Hanya Istana Alhambra yang cantik serta
Masjid Cordoba, bangunan yang selamat dari upaya
penghancuran kaum Katolik Spanyol. (stn/iol)
Do you Yahoo!?
SBC Yahoo! DSL - Now only $29.95 per month!

