"Hati yang Tertinggal"
 
seperti apa cinta yang murni dan baik ?
mungkin ada buku yang tak pernah kulihat di toko
bisa memberi jawaban sekalian contohnya,
bila itu batin, di mana kita bisa menemukannya.
banyak ahli pikir bertebaran di alam maya telah
memberi ulasan tentang cinta si a atau si b.
seandainya saja tercipta pedoman karya kumpulan ini,
akan kupajang pada meja partitur
dan tanganku akan kubiarkan menari lepas melukis kata-kata di layar kaca tanpa perlu malu saat menarik garis seperti ucapan pak tino di tivi er 'i
 
hanya saja agak ragu apakah perlu banyak metafora
hingga lupa menginjak bumi dan tak ingat lagi bahwa membuat coretan maya
tidak ada yang cuma-cuma, walau itu fasilitas. atau mengusungnya dalam rangkaian njelimet,
membuat pikiran kusut untuk sekedar mencoba mengerti maknanya,
sampai tak ada yang sama dalam menceritakan seperti apakah bentuk kekasih di ruangan yang gelap.
tapi apapun itu tetaplah menghibur dari kepenatan sehari-hari melihat kerutan dahi tanda cemas, galau dan pusing, 

perlukah kita ikut berduka bila ada yang tertinggal hatinya
di sebuah kota dunia seperti Jakarta?
aku pikir tak perlu,
 karena ini hanya ungkapan kecintaan akan sebuah kenangan yang amat indah dalam kehidupan
dan mungkin yang bersangkutan sudah tak berada di kota itu lagi. itu adalah cinta
cinta  bisa jadi nyanyian,
bahkan ratapan...
 
cinta memang luar biasa,
hingga murah dan baikpun tak penting lagi.
lalu pernahkah hatimu tertinggal di suatu tempat?
hmm... aku hanya ingat bahwa hatiku sempat hilang di sebuah "gedung di Tebet"
 
 

Kirim email ke