Ah, anda terlalu mengangung2kan mereka pakai istilah "sunatullah" segala... Sebenarnya hanya karena ketatnya pelaksanaan hukum disana sehingga salah-salah memberi rekomendasi bisa-bisa mereka dituntut balik kalau terjadi apa-apa.. Atau bisa saja karena sifat kapitalis mereka untuk mematikan saingan bisnisnya sehingga dicari-cari kesalahan untuk mempersulit pemberian sertifikasi...
 
Saya yakin Habibie atau IPTN/PTDI pasti mengertilah bahwa bisnis pesawat terbang tidak bisa dikelola secara main-main seperti isu yang anda kemukakan itu... Mana pula mau Boeing memberi order kepada mereka jika isu anda itu benar... Lihat saja arogansi sifat kapitalis si amrik itu, terdengar ina mau beli sukhoi dia langsung saja melanggar kedaulatan udara ina mendemokan kedigjayaan AUnya....
 
Marilah kita sama-sama merenung....
 
salam - tg
-----Original Message-----
From: SBN [mailto:[EMAIL PROTECTED]

Assalamu'alaikum wr. wb.
 
Ada yang kurang disampaikan oleh penulis karangan ini dan hal itu salah satu pokok kegagalan
PTDI (IPTN) yaitu soal sertifikasi oleh FAA (Federal Aviation Agency) dari Amrik.
Seharusnya diceritakan bagaimana FAA menolak sertifikasi laik terbang dari N250, dan sebelumnya
menolak sertifikasi design. Kenapa?
Dikejar oleh waktu Habibie dkk main potong kompas dalam design sampai manufacturing prototype
N250, padahal itu adalah pantangan dalam industri aviasi, hasilnya ketika personnel FAA datang
nggak ada yang lolos sertifikasi, pada hal mereka telah dilobby besar-besaran, ternyata iman
mereka tidak goyah (ini perlu kita tiru).
Kenapa FAA yang harus mensertifikasi? Hampir 90% pesawat non militer didunia mengandalkan
sertifikasi dari FAA, karena mereka terbukti tegung memegang prinsip, harus sesuai standard yang
mereka tuliskan, yaitu sunatullah dalam aviation. Kenapa mereka mampu, karena mereka orang yang
mau berfikir bebas, sehingga seorang auditor FAA, bagga dengan kerjaannya, dan tidak akan mungkin
disogok untuk tanda tangan atas yang tidak memenuhi sunatullah aviation.
N250 kalau mau dapat sertifikat FAA dan laku dijual, harus dirancang ulang sesuai sunatullah FAA.
Untuk direnungkan
 
Salam
 
SBN
----- Original Message -----
 

Bagi yang belum dan mau membaca:
 
N250 DAN KEBANGGAAN BANGSA

          Hendarmin Djarab, SH., MBA

          Bangsa   Indonesia   adalah   bangsa  besar,  yang  mendiami ... 

Kirim email ke