|
Ah,
anda terlalu mengangung2kan mereka pakai istilah "sunatullah" segala...
Sebenarnya hanya karena ketatnya pelaksanaan hukum disana sehingga salah-salah
memberi rekomendasi bisa-bisa mereka dituntut balik kalau terjadi apa-apa.. Atau
bisa saja karena sifat kapitalis mereka untuk mematikan saingan bisnisnya
sehingga dicari-cari kesalahan untuk mempersulit pemberian
sertifikasi...
Saya
yakin Habibie atau IPTN/PTDI pasti mengertilah bahwa bisnis pesawat terbang
tidak bisa dikelola secara main-main seperti isu yang anda kemukakan itu... Mana
pula mau Boeing memberi order kepada mereka jika isu anda itu benar... Lihat
saja arogansi sifat kapitalis si amrik itu, terdengar ina mau beli sukhoi dia
langsung saja melanggar kedaulatan udara ina mendemokan kedigjayaan
AUnya....
Marilah kita sama-sama merenung....
salam
- tg
|
- RE: [RantauNet.Com] N250 DAN KEBANGGAAN BANGSA Ivan Vetra
- RE: [RantauNet.Com] N250 DAN KEBANGGAAN BANGSA FST-IAMS-Elect
- RE: [RantauNet.Com] N250 DAN KEBANGGAAN BANGSA Ivan Vetra
- RE: [RantauNet.Com] N250 DAN KEBANGGAAN BANGSA Ivan Vetra
- RE: [RantauNet.Com] N250 DAN KEBANGGAAN BANGSA Ivan Vetra
- RE: [RantauNet.Com] N250 DAN KEBANGGAAN BANGSA FST-IAMS-Elect
- RE: [RantauNet.Com] N250 DAN KEBANGGAAN BANGSA Ivan Vetra
- Re: [RantauNet.Com] N250 DAN KEBANGGAAN BANGSA Irdam Syah
- RE: [RantauNet.Com] N250 DAN KEBANGGAAN BANGSA Ivan Vetra
- RE: [RantauNet.Com] N250 DAN KEBANGGAAN BANGSA Irdam Syah

