|
Anda benar, masyarakat pada dasarnya
tidak peduli, namun ada sekelompok vokal yang demikian, dan ini memberikan
image yang kurang pas. Masyarakat kebanyakan sekuler dan acuh, sayangnya sikap
acuh ini justru menjebak mereka, contohnya mereka mau saja bersumpah setia pada
pancasila, nkri dll.
Ada yang lucu; kelompok islam tradisional sangat
khawatir pancasila itu diganti, karena mereka takut gantungan mereka dengan
penguasa lenyap, padahal mereka hanya sekedar jadi budak penguasa saja,
contohnya para birokrat di depag. Kemudian para kelompok nasrani MAWI, DGI juga
jadi penyokong berdemangat kalau bukan fanatik terhadap pancasila padahal
itu bertentangan dengan ajaran agama mereka sendiri, harusnya mereka yang
jadi oposisi pertama terhadap pancasila. Agama memang sangat gampang
dijadikan alat permainan politik. Kemarin saya lihat di TV polisi memaksakan
pemakain jilbab pada setiap wanita yang lewat dijalan umum di banda aceh,... dan
nggak ada yang berani protes.
Kalaulah disebut rumit, kerumitan itu bermula dari
negara yang didasarkan pada ketuhanan yang maha esa, alih-alih mengurus
maysarakat, yang diurus kepentingan sendiri "atas nama tuhan". Separatisme,
hanya penganut islamisme yang sangat anti separatisme sehingga selalu
berdarah-darah terus, hak dasar setiap masyarakat untuk menentukan nasib
sendiri, sayangnya mudah terpancing jadi bersenjata dan berdarah, contoh terbaru
Aceh masih berlangsung.
Menjadi orang Indonesia, kan tidak berarti
harus melepaskan diri dari urang Minang, justru menjadi urang Minang itu yang
menurut saya akan menguatkan indonesia.
Salam
SBN
|
- Re: [RantauNet.Com] Nasional... zul amri
- Re: [RantauNet.Com] sut... hendrizal piliang
- Re: [RantauNet.Com]... mulyadi
- Re: [RantauNet.Com]... noviandri
- Re: [RantauNet.Com] Nas... DR. James Sutan Bagindo Rajo
- Re: [RantauNet.Com]... zul amri
- Re: [RantauNet.Com]... DR. James Sutan Bagindo Rajo
- Re: [RantauNet.Com]... Andria Agusta
- Re: [RantauNet.Com] Nasionalisme dan HAM SBN
- RE: [RantauNet.Com] Nasionalisme dan HAM Irdam Syah

