Dari Kompas 20 Juli.
Karapan Sapi ala Sumatera Barat
SALAH satu tradisi Alek Nagari Minangkabau (Sumatera Barat) yang kini
mulai jarang
diadakan adalah tradisi pacu jawi (sapi), karapan sapi kalau di Madura.
Tradisi ini diadakan setelah habis panen, yang uniknya, cuma ada di
daerah Kabupaten
Tanah Datar, yang beribu kota di Batu Sangkar (lebih kurang 103 km
sebelah utara Kota
Padang).
Uniknya lagi, hanya empat kecamatan yang berhak menyelenggarakan lomba
pacu jawi
ini, yakni Kecamatan Limo Kaum, Sungai Tarab, Pariangan, dan Kecamatan
Rambatan.
Masing-masing kecamatan digilir dua bulan sekali.
Waktu pelaksanaannya tergantung kesepakatan masing-masing kecamatan,
yang hari
penyelenggaraannya jatuh pada hari Sabtu atau Minggu.
Sebelum dilaksanakan lomba pacu jawi, terlebih dahulu para pemilik sapi
mengadakan
prosesi adat, yakni sapi-sapi diarak keliling kota bersama Bundo Kaduang
yang
menenteng talam yang berisi makanan-makanan tradisional, yakni batiah,
pisang, nasi
lamak, pinyaram, dan lain-lain. Usai arak-arakan, diadakan doa selamatan
dengan
menyuguhkan makanan-makanan tradisional tersebut. Acara ini dihadiri
pemuka-pemuka
adat, pejabat, serta pemilik sapi.
Berbeda dengan karapan sapi di Madura, pacu jawi ini dilaksanakan di
tengah sawah
yang habis dipanen dengan kondisi sawah yang berair. Dan, dalam lomba
pacu jawi
bukan diadu dengan pasangan lawan, tetapi hanya dilombakan satu-satu
pasang sapi.
Ini sesuai dengan syarat penilaian, lain halnya dengan karapan sapi di
Madura yang
penyelenggaraannya di lapangan yang kering dan berdebu.
Lomba pacu jawi ini punya kode etik atau peraturan-peraturan, yakni: 1)
Joki selamat
sampai ke finish. 2) Harus lurus sampai finish. 3) Air naik bagaikan
kembang. 4) Tidak
diperkenankan memakai tali pacu/les. 5) Tanpa pakai andong atau tali
yang
menghubungkan sapi dengan tempatnya. 6) Langkah kedua sapi serentak. 7)
Sampai di
finish pasangan sapi berdiri dengan kokohnya.
Yang tak kalah uniknya adalah masing-masing pemilik sapi punya "orang
pintar" atau
pawang. Tugas pawang ini mengganggu konsentrasi sapi pacuan lawan supaya
gagal
jadi juara. Contohnya, saat pasangan mulai lari dengan dikendalikan
seorang joki,
tiba-tiba pasangan sapi lari ke luar arena, tepatnya ke arah penonton.
Mustahil memang, tapi itulah kenyataannya.
(Muhammad Fitrah)
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================