ambo malah tapikia , bisa jadi renaisance bagi minang ,bukan berupa pembangkitan kembali seperti masa lalu, tapi berkembang menjadi bentuk baru yg lain sama sekali.
hal yg terjadi pada etnis minang di negeri sembilan malaysia, adalah contoh yg menarik , sbg komunitas yg merantau mereka mengembangkan sistem budaya komunitas tersendiri , yg tak selalu harus sama dg yg di ranah minang , walaupun esensi nya ada yg sama. begitu pula mungkin komunitas perantau minang di jakarta ,mereka telah membentuk format budaya yg tersendiri pula. akan menarik sekali kalau kita melihat budaya minang sbg sesuatu yg dinamis, selalu berubah sesuai perkembangan jaman, tidak konservatif/kaku. karena bisa jadi , minang dari dulu pun adalah "melting pot" , perpaduan serasi dari berbagai peradaban yg membangun bentuk budaya baru.. sakian tanggapan dari ambo wassalam Hendra M parak pulau gaduang , nan penuh kabut asap pabrik dan ribut dg deru mesin yg mengalun sendu.... --- "Nofendri T. Lare" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > ----- Original Message ----- > From: Nofendri T. Lare <[EMAIL PROTECTED]> > To: Palanta <[EMAIL PROTECTED]>; MinangNet > > Subject: [Urang Awak] Renaissance Minangkabau? > > > > Renaissance Minangkabau? > > Oleh Refdi N. El Hasan > > Pengurus Keluarga Mahasiswa Minangkabau > (KMM) > > By padangekspres > > Kamis, 17-Juli-2003, 03:32:50 WIB > > > > Akhir-akhir ini ada fenomena baru dan > cukup menarik untuk > dicermati yang tengah terjadi di banyak komunitas > etnis Minang dan di tengah > masyarakat ranah Minang sendiri. Selain itu, sorotan > __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software http://sitebuilder.yahoo.com RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

