Pelajar SMK Nyaris Jadi Korban Pemurtadan
*Korban Diamankan Ketua FPSI 
By padangekspres 
Rabu, 23-Juli-2003, 01:39:33 WIB 138 klik   
 
 
Padang, Padek�Upaya pemurtadan dari orang yang beraqidah lain terhadap umat 
Islam di Kota Padang kini terus berlangsung. Bahkan saat ini ada indikasi 
upaya pemurtadan tersebut dilakukan di tingkat siswa dan pelajar SLTP, SMU dan 
SMK serta perguruan tinggi. Untuk itu diharapkan kepada umat Islam untuk dapat 
membentengi diri dan merapatkan shaff.  
 
 
Salah seorang calon korbannya adalah berinisial �Sy�, seorang pelajar SMK di 
Kota Padang yang sempat di �bajak� Orang Tak di Kenal (OTK) ketika berada di 
kawasan kampus perguruan tinggi terkemuka di kawasan Lubuk Lintah, Senin 
(21/7) lalu sekitar pukul 08.00 WIB. 

Menurut Sy, peristiwa yang sangat menegangkan ini terjadi ketika dia hendak 
berangkat ke sekolah untuk mengikuti proses ekstra kurikuler. Namun, saat Sy 
berada di depan kampus perguruan tinggi itu, dirinya tiba-tiba dipanggil oleh 
OTK tersebut, tapi panggilan tersebut tak di gubris Sy, sebab dirinya tak 
mengenal orang tersebut dan Sy terus berjalan menuju gerbang kampus itu. 

Saat berjalan inilah OTK berupaya untuk mendekati Sy dengan mobilnya. Saat itu 
Sy dipepet ke pinggir jalan, lalu Sy ditanya mau kemana. Karena mendapat 
pertanyaan tersebut Sy memberikan jawaban bahwa dirinya akan berangkat ke 
sekolah. 

Mendengar ucapan Sy mau berangkat ke sekolah, lalu OTK tersebut menawarkan 
kepada Sy untuk menaiki mobilnya. Namun, Sy tetap menolak. Merasa sasaran 
belum tercapai OTK berupaya untuk meyakinkan Sy. Di saat itulah OTK ini 
mencoba untuk mempengaruhi pemikiran Sy dengan cara menatap mata Sy dengan 
tajam. Akibatnya dalam beberapa detik saja Sy tak mampu lagi 
melakukan �perlawanan� terhadap keinginan OTK tersebut. 

�Buktinya, ketika OTK mengajak saya untuk masuk ke dalam mobilnya saya tak 
kuasa untuk menolak meskipun di dalam hati saya tak berkeinginan untuk 
mengikutinya,� ujar Sy yang dihubungi Padang Ekspres, Selasa kemarin di rumah 
kediaman Ketua Forum Penegak Syariat Islam, Irfianda Abidin SE. 

Sesampai di gerbang kampus itu, Sy menanyakan mau kemana dirinya dibawa? 
Sebab, semula Sy mengatakan kepada OTK bahwa sekolahnya terletak di sebelah 
kiri dari kampus perguruan tinggi itu. Namun si OTK tetap saja membawa dirinya 
ke arah Anduring. 

Sesampai di Simpang Anduring, pakaian Sy dilucuti dan perutnya dipegang oleh 
OTK tersebut sambil mengucapkan beberapa kata yang sangat tak dikenal dalam 
ajaran agama Islam. 

Setelah melafalkan beberapa kata yang aneh tersebut OTK itu tetap membawa Sy 
ke arah pusat kota dengan alasan ingin mengajak Sy untuk bermain-main di Pasar 
Raya. Dalam perjalanan, ujar Sy, dirinya ditawarkan dengan berbagai permainan. 
Salah satunya bermain selancar di Mentawai dan janji akan memberikan uang 
sebanyak Rp500.000. Namun, Sy tetap tak mau. 

Sesampai di Jalan Sudirman, tepatnya di depan RRI, OTK tersebut memberhentikan 
mobilnya dan mengurung Sy di dalam mobilnya. Saat itu OTK tersebut minta waktu 
sebentar karena mau mengambil absen di salah satu instansi penting di Kota 
Padang. 

Baru beberapa detik ia ke luar dari mobil, Sy berupaya membentengi diri dan 
usaha Sy untuk beristigfar yang dicoba semenjak dari simpang Anduring akhirnya 
membuahkan hasil. �Buktinya, ketika saya usai beristigfar dan membaca ayat 
kursi kesadaran saya kembali walaupun tidak setotal semula,�jelasnya. 

Karena kondisinya merasa sudah pulih maka, ia mencoba untuk keluar dari 
perangkap tersebut. Setelah berpikir beberapa saat lalu menggedor jendela 
mobil tersebut dan si OTK langsung menanyakan mau apa. Saat itu dijawab mau 
minum. Lalu OTK tersebut memberikan satu lembar uang ribuan. Sambil memberi 
uang OTK mengatakan tak usah minum terlalu banyak. Sebab, sebentar lagi kita 
akan minum dan makan bersama dengan teman-teman lain di kawasan Yos 
Sudarso. �Mendengar ucapan inilah saya semakin yakin bahwa saya sedang 
dipengaruhi oleh orang yang berlainan aqidah dengan saya,�ucapnya. 

Berbagai upaya untuk lepas dari jebakan tersebut terus Sy upayakan. Dengan 
sikap berpura-pura bingung Sy menuruti keingian OTK tersebut dan OTK itupun 
merasa yakin. Buktinya, sebelum meninggalkan lokasi si OTK berpesan agar Sy 
tetap berada di lokasi itu. Melihat kondisi bebas akhirnya Sy mempergunakan 
kesempatan untuk kabur dari jebakan OTK dengan menumpang mobil ke Kampung 
Kalawi. Kini Sy diamankan Ketua Forum Penegak Syariat Islam (FPSI), Irfianda 
Abidin SE. 

Bentengi Diri 

Di tempat terpisah Ketua Forum Penegak Syariat Islam, Irfianda Abidin SE 
kepada Padang Ekspres mengatakan, umat Islam harus lebih meningkatkan 
kewaspadaan dan bentengi diri dan lingkungan dari upaya pemurtadan. �Sebab, 
upaya tersebut masih saja dilakukan oleh orang yang beraqidah lain dari kita. 
Buktinya, seperti yang dialami Sy yang berasal dari Tapanuli Selatan,� 
ujarnya. 

Agar upaya pembentengan diri dan lingkungan ini dapat berjalan dengan baik 
maka, salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah mengoptimalkan pemanfaatan 
masjid dan mushalla. Artinya, keberadaan masjid dan mushalla tersebut bukan 
hanya sebatas melaksanakan shalat lima waktu saja. Namun, masih banyak 
kegiatan keagamaan lain yang dapat dilakukan di rumah suci ini. 

Kalau kita lihat modusnya, peristiwa ini hampir mirip dengan upaya yang 
terjadi kasus Wawah beberapa tahun silam. Artinya, ini adalah modus dan 
langkah pemurtadan yang dilakukan orang yang berlainan Aqidah dengan Islam. 

Agar kondisi ini jangan sampai mejerumus kepada hal-hal yang mengancam 
kerukunan umat beragama, kami berharap kepada orang yang berlainan aqidah 
dengan Islam untuk tidak memaksakan diri. Tolong hargai SKB tiga mentri 
tersebut. �Jika, SKB tersebut tak dipatuhi maka, kami dari kelompok Mujahidin 
siap untuk melakukan perlawanan,� ujar Irfianda lagi. (two) 

RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke