----- Original Message -----
From: edizal
Sent: Monday, July 28, 2003 4:30 PM
Subject: [MN] berita minang

Fenomena Anak Jalanan di Sumbar
*Jumlah Meningkat, Pembinaan Terpinggirkan

By padangekspres
Kamis, 24-Juli-2003

Beragam masalah sosial, hukum, dan politik di Sumbar terus menjadi
sorotan. Satu di antaranya fenomena anak jalanan dan anak terlantar
yang dari waktu ke waktu jumlahnya terus meningkat di daerah ini. Hal
ini cukup memprihatinkan kita semua.

Catatan Nasrian BahzenムPadang

Setiap tahunnya keberadaan anak jalanan (anjal) di Sumatera Barat
menunjukkan peningkatan signifikan. Pada tahun 2003, telah tercatat
sebanyak 1800 anjal yang tersebar di daerah kabupaten/kota di Ranah
Minang ini. Angka tersebut melonjak dua kali lipat bila dibandingkan
dengan data anjal pada tahun 2002 dan 2001 masing-masing berkisar 900
dan 700 orang.

Dari data yang diperoleh Padang Ekspres pada Dinas Kesehatan dan
Kesejahteraan Sosial Sumbar menyebutkan, pembinaan dan penanggulangan
terhadap nasib anjal di Sumbar ini senantiasa メmiskinモ dari berbagai
program bantuan oleh pemerintah setempat.

Disebutkan, untuk tahun 2003 ini Diskessos Sumbar hanya semata-mata
menerima bantuan dari dana APBN untuk pembinaan dan penanggulangan
anjal di Sumbar. Sedangkan dari dana APBD Sumbar, dalam tahun ini tidak
terdapat alokasi dana terhadap pembinaan dan penanggulangan anjal.

Dalam penyalurannya, dana bantuan APBN 2003 itu langsung diserahkan
kepada setiap Rumah Singgah dalam pengelolaan dan pembinaannya. Bentuk
bantuan kepada Rumah Singgah itu berupa bantuan beasiswa setiap
bulannya, bantuan registrasi untuk masuk sekolah, bantuan modal usaha
anjal, bantuan modal usaha usaha orangtua anjal, bantuan tambahan makan
terhadap anjal yang memiliki keluarga dibawah garis kemiskinan, bantuan
transport dan uang saku pekerja sosial (pengelola Rumah Singgah).

Sedangkan dana bantuan APBN yang dikelola oleh Dinkessos Sumbar, hanya
dialokasikan untuk bidang pelatihan dan pembinaan seperti pelatihan
manajemen anjal dan kewirausahaan.

Jumlahnya diperkirakan hanya sebesar lima persen bila dibandingkan
dengan total bantuan dana APBN secara keseluruhan.

Masih menurut data Dinkessos Sumbar, Kota Padang tercatat sebagai
kontributor anjal terbesar di Sumbar dengan jumlah sebanyak 995 orang
dan 12 buah rumah singgah. Menyusul Kota Sawahlunto dan Solok
masing-masing 300 dan 200 orang dengan 4 buah rumah singgah. Sedangkan
Kota Padangpanjang, Kabupaten Sawahlunto Sijunjung dan Kabupaten Padang
Pariaman masing-masing 95, 70 dan 60 orang dengan satu rumah singgah.

Sebanyak 1800 anjal di Sumbar tersebut dalam pembinaannya dilakukan
melalui Rumah Singgah di setiap daerah. Sedangkan mereka yang belum
tertampung di rumah-rumah singgah, masih belum terjangkau dalam
pembinaannya oleh pemerintah.

Dalam pantauan Padang Ekspres di lapangan, masih banyak anjal yang
belum tertampung di rumah singgah yang ada di Kota Padang.

Kondisi itu terlihat dari aktivitas sejumlah anjal di beberapa tempat
keramaian di Kota Padang yang terkesan masih liar alias belum dibina
dalam sebuah rumah singgah.(***)




Kirim email ke