Sanak SBN, Tolong Jalehkan Bana Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Saya sependapat dengan Angku SBN mengenai maslah PRRI. Sewaktu terjadi peristiwa PRRI saya telah kelas 2 SMP dan Ayahanda saya Almarhum yang semasa hidupnya bergelar Dt Bandaro Nan Bauban adalah Ketua Umum Partai Masyumi Kotapraja Padang Panjang dan kenal secara pribadi dengan Pak Natsir Alm, ikut ke �hutan� selama lebih kurang 3 tahun dan termasuk yang terakhir �bergabung� kembali dengan RI. Saya melihat ada alasan-alasan rasional atas terjadinya peristiwa PRRI namun maaf, tidak bermaksud lancang---para Bapak-Bapak kita tersebut salah strategi. Dan peristiwa PRRI juga membawa kerugian bagi perjuangan ummat Islam Indonesia karena keterlibatan Pak Natsir dijadikan alasan Bung Karno yang waktu itu mulai otoriter untuk membubarkan Partai Masyumi, sebuah partai---meminjam istilah Cak Nur---partai etis, yang tidak dapat dibandingkan dengan partai apapun waktu ini, apalagi---maaf PPP. Saya pikir wacana yang dilontarkan Angku SBN mengenai peristiwa PRRI agar kita bisa menarik pelajaran, dan tidak mengulangi kekekliruan yang sama. Sebenarnya para orang tua kita sudah mengajari kita tentang konsep strategi, yang tercermin dari adagium �bia sungu tabanam asal tanduak makan. Sekali lagi, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada ketokohan dan integritas Bapak-Bapak kita yang membawa masyarakat Minang teribat dan menanggung akibat peristiwa PRRI, sukar untuk tidak mengatakan bahwa beliau-beliau tersebut mengabaikan adagium tersebut. Dan kesan itupulah yang sukar dihindarkan dari apa yang disebut pengambilalihan PT SP oleh �masyarakat� Sumbar. Tidak sedikit enersi yang tersita untuk hal tersebut. Hasilnya? Yang jelas agenda-agenda utama menjadi terlantar seperti bagaimana mengembangkan paririwisata---yang dari segi potensi Sumbar tidak kalah dari Bali---tetapi dari segi infrastruktur fisik dan sosial tertinggal puluhan tahun. Bukan begitu sanak Zul? Dan untuk membangunnya Pemda dan masyarakat Sumbar berlu cetak biru dan rencana strategis yang disusun dengan baik dan benar serta melibatkan seluruh unsur masyarakat Minang termasuk cerdik pandai yang bermukim di mancanagera seperti Jo Buyung, Ajo Duta, dan Rangkayo Nurbaini McKonsky untuk menyebut beberapa nama., dan kemudian melaksanakannya dengan tertib dan sungguh-sungguh. Mudah-mudahan observasi saya salah Akhirulkalam saya berharap Angku SBN bisa memenuhi permintaan nakan Andi yang cerdas dan kritis ini, agar generasi Minang yang lahir setelah tahun 60-an dapat mengetahui lebih jelas dan mengambil hikmah dari padanya. Wassalam, Bandaro Kayo Z Chaniago wrote: > Assalamu'alaikum WW > > Alun tajawab lai 'ngku.... > Baa bana manuruik angku SBN peereri tu.....? > > kalau nan tadi ..itu kan carito "umum" > > supayo ambo ndak salah sangko ko ha...... > > Z Chaniago - Palai Rinuak -http://photos.yahoo.com/bada_masiak/ > > ====================================================================== > Alam Takambang Jadi Guru > ====================================================================== > > >From: "SBN" <[EMAIL PROTECTED]> > > > >Assalamu'alaikum wr. wb. > > > >Saol umua, walapun masih di sakola rakyat wakatu > >itu ambo alah mambaco koran, bukan hanyo sakedar > >mambaco carito si Djibun sajo. > >Peereri itu jaleh permainan tantara nan dicaplok dek > >parpol populer di minang wakatu itu, sampai kini kan > >indak ado nan bisa manjalehkan apo bana tujuan > >peereri itu. Kalau soal otonomi, Dewan Banteng nan > >dibantuak sabalun peereri alah otonomi 100%, jadi > >sebuah misteri, kenapa harus proklamasi prri. > >Mamak kito Drs. Moh, Hatta denan segala susah > >payah menahan mereka itu jangan sampai proklamasi, > >tanyato bak kecek Hatta juo, sabalaun malangkah > >mereka indak batanyo ka mamknyo sabagai urang > >minang, tapi manuruk ka om Syafruddin dan Sumitro. > >Kajadiannyo, banyak nan sadiah, tanyolah ka Ajo > >Buyuang dan lain-lain. > >Sakitu daulu > >Salam > > > >SBN > RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

