Waalaikumsalam wr. wb.
Manjalehkan baa mangko peereri mambarontak
(memproklamirkan prri) adolah
sarupo iko, versi ambo sendiri. Tarimo kasih labiah
dulu ka dunsanak Anshar
Suhaimi nan telah berkenan mempostingkan salah satu
kunci dari sejarah prri.
Pergolakan daerah-daerah waktu itu bagian
terbesar dikarenakan ketidak
puasan militer (TNI) terhadap pimpinan TNI secara
nasional. Ini adalah salah
satu kegagalan awal dari TNI yang tidak rela
dibawah kekuasaan sipil dalam wadah
negara hukum dan demokrasi dan wacana
ini masih berlanjut sampai sekarang.
Disini terlihat arogansi yang berlebihan dari TNI
terhadap pemerintahan sipil,
ditambah lagi sipil (parpol) sangat banyak sekali
bergantung pada tentara.
Musyawarah Nasional
Adalah usulan dari TNI-AD, semua dalam rangka
mendapatkan porsi kekuasaan
yang lebih besar dengan memakai presiden Sukarno
yang tidak puas dengan
kinerja kabinet pada waktu itu. Sebenarnya kinerja
kabinet pada waktu itu tidak
begitu buruk, apalagi dibanding sekarang ini, jadi
alasan yang masuk akal ialah
motivasi ketidak sabran mendapat
kekuasaan.
Suatu ironi, dalam bangsa yang baru saja sukses
menjalankan pemilihan umum
yang dipandang bangsa lain spektakuler domokratis
untuk Asia, kok pimpinan-
pimpinan militer mendesakkan musyawarah sendiri
yang menyangkut nasib
bangsa. Bagaiman mungkin mereka menuntut
dipulihkannya dwitunggal,
padahal Bung Hatta sendiri yang mengundurkan diri?
Sukarno memang sangat
risih berdampingan dengan Hatta yang demokrat, ini
hanya sekedar slogan
politik. Musyawarah Nasional yang sebenarnya?
Artinya mereka tidak mengakui
hasil Pemilu 1955 dan itu berarti juga coup de
etat.
Tuntutan decentralisasi, tepat dan sudah mereka
jalankan sendiri dengan
membentuk Dewan Banteng di Sumatera Tengah, Dewan
Gajah di Sumatera
Selatan, nggak ada lagi alasan untuk proklamasi
kan?
Tuntutan membentuk Senat? Ini bertolak belakang
dengan issue TNI tahun
1952 yang mengkompori penolakan atas Republik
Indonesia Serikat hasil
KMB (konperensi meja bundar), bersama dengan
Sukarno Moh. Natsir
sebagai Perdana Menteri waktu itu sukses besar
menganulir hasil KMB,
gerakan ini sangat disokong oleh TNI-AD.Persis
gerakan menggulingkan
GD tahun kemarin.
Melarang komunisme? Lucu sekali tentara kok
takut pada sebuah isme
mungkin juga mereka takut pada rancangan kolone
kelima yang dicontoh
dengan berhasil oleh Mao Tje Tung di Cina, ditambah
lagi embusan oleh
CIA, dan CIA telah terbukti bekerja keras dan
berhasil dalam kampanye
anti komunis di Indonesa dan Asia
tenggara.
Mengadakan kerjasama militer dan
finec?
Saya melihat inti masalah disini, para tentara yang
nggak puas dengan
negara demokrasi, membuat gerakan dan provokasi
masyarakat supaya
gelisah dan bergolak. Ditambah issue Irian Barat,
mendapat alasan
menasionalisasi perusahaan belanda, kebetulan tidak
banyak perusahaan
belanda yang di daerah sehingga yang didaerah tidak
kebagian jadi
direktur perusahaan yang diambil alih lalu
membentuk Dewan Banteng,
dan dewan ini itu, lantas mengadakan perdagangan
barter, yang
angka nya pasti aduhai, sebagian buat beli senjata,
sebagian lagi..egp..
Takut diusut belakangan, ..... provokasi rakyat
plus parpol dan
proklamasikan, toh setelah perang akan ada
amnesti.
Sekina dahulu nanti disampbung lagi.
Salam
St. Bagindo Nagari (55)
NB: Kok leh lai dunsanak Asvi Warman ado di milis
ko, bakisalah
duduak agak katangah stek.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Assalamu'alaikum.w.w.
Ambo kutib dari buku KINI TABIR DAPAT DIBUKA,disusun oleh penerangan
angkatan darat Kementrian Penerangan RI 20 Mei 1958 halaman 29 s/d 31 :
(ejaan lamo)
Ambo kutib dari buku KINI TABIR DAPAT DIBUKA,disusun oleh penerangan
angkatan darat Kementrian Penerangan RI 20 Mei 1958 halaman 29 s/d 31 :
(ejaan lamo)
PIAGAM PERSETUDJUAN PALEMBANG
Kami jang bertanda-tangan dibawah ini :
1. Letnan Kolonel ACHMAD HUSEIN
2. Letnan Kolonel H.N.V. SUMUAL
3. Letnan Kolonel BARLIAN
Kami jang bertanda-tangan dibawah ini :
1. Letnan Kolonel ACHMAD HUSEIN
2. Letnan Kolonel H.N.V. SUMUAL
3. Letnan Kolonel BARLIAN
masing-masing Pemimpin Daerah
jang bergolak,setelah mengadakan
perundingan jang mendalam mulai tanggal 072030 sampai 080100 September
1957,bertempat di Stafkwartier TT II Palembang,mengambil keputusan-keputusan
bersama sebagai berikut:
perundingan jang mendalam mulai tanggal 072030 sampai 080100 September
1957,bertempat di Stafkwartier TT II Palembang,mengambil keputusan-keputusan
bersama sebagai berikut:
1.Tentang Musjawarah Nasional
a.Kami beum mempunjai kejakinan,melihat kenjataan-kenjataan jang
berlaku,bahwa Musjawarah Nasional tanggal 10 September jang akan
datang ini akan merupakan Musjawarah jang akan dapat menghasilkan
penjelesaian Nasional.
b.Demi untuk mengharapkan tiap-tiap usaha kearah Musjawarah,maka kami
mengambil ketetapan untuk memerlukan hadir.
c.Kehadiran kami itu adalah dengan tujuan untuk sekurang-kurangnja dapat
memperdjuangkan tertjapainja Musjawarah Nasional jang sebenarnja.
a.Kami beum mempunjai kejakinan,melihat kenjataan-kenjataan jang
berlaku,bahwa Musjawarah Nasional tanggal 10 September jang akan
datang ini akan merupakan Musjawarah jang akan dapat menghasilkan
penjelesaian Nasional.
b.Demi untuk mengharapkan tiap-tiap usaha kearah Musjawarah,maka kami
mengambil ketetapan untuk memerlukan hadir.
c.Kehadiran kami itu adalah dengan tujuan untuk sekurang-kurangnja dapat
memperdjuangkan tertjapainja Musjawarah Nasional jang sebenarnja.
2.Pokok-pokok Tuntutan
a.Menuntut segera dipulihkannja Dwitunggal dalam rangka pimpinan
Negara,demi keutuhan Negara dan Bangsa dan djika ini tidak
mungkin,harus diambil djalan jang tegas
b.Segera mengganti Pimpinan Angkatan Darat sebagai langkah pertama
terhadap stabilisasi Tentara Nasional Indonesia jang akan mendjadi
landasan mutlak bagi stabilisasi Negara.
c.Dilaksanakannja de-centralisasi dalam sistim Pemerintahan Negara jang
antaranja meliputi pemberian otonomi jang luas bagi Daerah dan re-
organisasi dalam organ-organ sentral bagi Pusat
d.Pembentukan Senaat
e.Peremadjaan dan penjederhanakan diseluruh lapangan dan tingkatan.
f.Melarang Komunisme jang pada dasarnja berpusat Internasional.
3. Koordinasi Perjuangan
a.Solider - konsekwen mengutuk dan menentang segala djalan kekerasan
physiek maupun administrasi jang mungkin diambil oleh Pusat terhadap
suatu Daerah pengikut.
b.Mengdakan koordinasi / kerdja sama Militer dan Finec.
c.Sebagai urgensi pertama segera mewudjudkan perhubungan radio.
d.Mengadakan langkah-langkah untuk mempersiapkan perwudjudan
Komando bersama,dengan disegerakan pembentukan Komando Sumatera.
e.Meluaskan dan mejakinkan tjita-tjita Indonesia Baru kita ini
keseluruh wilajah.
4. S e l e s a i
Palembang,081415 September 1957.
ttd ttd. ttd,
Berlian H.N.V.Sumual Achmad
Husein
Lt.Kol Lt.Kol.
Lt.Kol
------------------------------------------------------------------------------------------------
----- Original Message -----
From: "Darwin Bahar" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, July 29, 2003 2:46 AM
Subject: Sanak SBN, Tolong Jalehkan Bana-->Re:
[RantauNet.Com] pe-er-er-i Re:
>
> Assalamu'alaikum Wr. Wb.
>
> Saya sependapat dengan Angku SBN mengenai maslah PRRI. Sewaktu terjadi
> peristiwa PRRI saya telah kelas 2 SMP dan Ayahanda saya Almarhum yang
> semasa hidupnya bergelar Dt Bandaro Nan Bauban adalah Ketua Umum Partai
> Masyumi Kotapraja Padang Panjang dan kenal secara pribadi dengan Pak
> Natsir Alm, ikut ke "hutan" selama lebih kurang 3 tahun dan termasuk yang
> terakhir "bergabung" kembali dengan RI.
>
> Saya melihat ada alasan-alasan rasional atas terjadinya peristiwa PRRI
> namun maaf, tidak bermaksud lancang---para Bapak-Bapak kita tersebut salah
> strategi. Dan peristiwa PRRI juga membawa kerugian bagi perjuangan ummat
> Islam Indonesia karena keterlibatan Pak Natsir dijadikan alasan Bung Karno
> yang waktu itu mulai otoriter untuk membubarkan Partai Masyumi, sebuah
> partai---meminjam istilah Cak Nur---partai etis, yang tidak dapat
> dibandingkan dengan partai apapun waktu ini, apalagi---maaf PPP.
>
> Saya pikir wacana yang dilontarkan Angku SBN mengenai peristiwa PRRI agar
> kita bisa menarik pelajaran, dan tidak mengulangi kekekliruan yang sama.
>
> Sebenarnya para orang tua kita sudah mengajari kita tentang konsep
> strategi, yang tercermin dari adagium "bia sungu tabanam asal tanduak
> makan.
>
> Sekali lagi, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada ketokohan dan
> integritas Bapak-Bapak kita yang membawa masyarakat Minang teribat dan
> menanggung akibat peristiwa PRRI, sukar untuk tidak mengatakan bahwa
> beliau-beliau tersebut mengabaikan adagium tersebut.
>
> Dan kesan itupulah yang sukar dihindarkan dari apa yang disebut
> pengambilalihan PT SP oleh "masyarakat" Sumbar.
>
> Tidak sedikit enersi yang tersita untuk hal tersebut. Hasilnya? Yang
> jelas agenda-agenda utama menjadi terlantar seperti bagaimana
> mengembangkan paririwisata---yang dari segi potensi Sumbar tidak kalah
> dari Bali---tetapi dari segi infrastruktur fisik dan sosial tertinggal
> puluhan tahun. Bukan begitu sanak Zul?
>
> Dan untuk membangunnya Pemda dan masyarakat Sumbar berlu cetak biru dan
> rencana strategis yang disusun dengan baik dan benar serta melibatkan
> seluruh unsur masyarakat Minang termasuk cerdik pandai yang bermukim di
> mancanagera seperti Jo Buyung, Ajo Duta, dan Rangkayo Nurbaini McKonsky
> untuk menyebut beberapa nama., dan kemudian melaksanakannya dengan tertib
> dan sungguh-sungguh.
>
> Mudah-mudahan observasi saya salah
>
> Akhirulkalam saya berharap Angku SBN bisa memenuhi permintaan nakan Andi
> yang cerdas dan kritis ini, agar generasi Minang yang lahir setelah tahun
> 60-an dapat mengetahui lebih jelas dan mengambil hikmah dari padanya.
>
> Wassalam, Bandaro Kayo
>
>
> Z Chaniago wrote:
>
> > Assalamu'alaikum WW
> >
> > Alun tajawab lai 'ngku....
> > Baa bana manuruik angku SBN peereri tu.....?
> >
> > kalau nan tadi ..itu kan carito "umum"
> >
> > supayo ambo ndak salah sangko ko ha......
> >
> > Z Chaniago - Palai Rinuak -http://photos.yahoo.com/bada_masiak/
> >

