Hendra dan sanak semua di RN, Berikut saya kirimkan tulisan yang saya kirimkan ke Singgalang kemarin mengenai pemikiran kawan-kawan muda yang ada di rn ini. Mari kita persamakan pula. MN --- Hendra Messa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Senang sekali membaca email dari pak Muchtar Naim > ttg > konsep TTS ini , saya ingin memberikan sedikit > komenta > sepanjang pemahaman saya. > > Rancak juo awak maliek hal tsb ( TTS ) dari sudut > pandang lain , dg sedikit mundur ke belakang , > melihat > lebih luas , bahwa konsep konsep budaya minang > seperti > TTS, ABS BSK ( Adat bersendi syarak ) dll , adalah > suatu adagium, hasil berpikir orang orang minang di > masa lalu, yg kita harus berani me review nya ( meng > kritisi ) untuk implementasi dalam kondisi saat ini > . > > Dalam pandangan ambo konsep TTS dan yg lain nya , > bukanlah suatu hal yg sakral " Titah Sabda Pandita > Ratu" dalam budaya Jawa > lebih baik, kita jadikan itu semua sebagai referensi > / > dasar acuan dalam permasalahan realita sehari hari. > > Untuk kondisi riel , mungkin kita harus berpikir > pragmatis saja, bahwa pemerintahan, budaya atau > fungsi > komunitas lainnya , bisa berjalan efektif dg > menggunakan sistem manajemen yg baik dan kejernihan > berpikir pelaksananya, dengan berkaca pada > keberhasilan pengelolaan organisasi/ > pemerintahan/sosial di berbagai tempat , bak kata > pepatah ; "menurut tuah ka nan manang" > Bila kita terlalu terpaku dg konsep konsep minang > tsb > (TTS ) , malah akan membuat kita menjadi kaku dan > bisa > terperangkap jadinya. > > Meng kritisi ( melakukan analisa kritis ) thd > berbagai > adagium budaya minang yg selama ini diagung agungkan > , > memang sudah saat nya , karena kenyataan menunjukkan > , > telah terjadi paradox , pada satu sisi kita > berlindung > pada konsep konsep yg hebat , tapi dalam > implementasi > praktis nya jauh sekali , konsep tersebut telah > hanya > menjadi simbol belaka. > > Saya sendiri mulai berpikir bahwa bisa jadi , salah > satu karakter khas budaya minang memang adalah > Logika > Paradox , sejak dulu kala. > Dalam sejarah dikatakan bahwa suatu kerajaan besar > dikalahkan dg adu kerbau ( anak kabau berpisau lawan > banteng ketaton ) , bisa jadi sebenarnya kita kalah, > dan dikaranglah cerita bahwa kita menang. Begitu > pula > sejarah selanjutnya ttg Adityawarman ( jujur saja > sebenarnya Minang ditaklukkan Jawa waktu , tapi > diceritakan lain lagi ) , berlanjut ke sejarah > Perjanjian Pelakat Panjang dst. > Pepatah pepatah minang yg sering dibicarakan , > banyak > yg berasal dari pepatah melayu ( ataukah sebaliknya > ? > ) > > Kita harus berani juga mengkritisi kehebatan > kehebatan > budaya dan karakteristik minang yg sering diagung > agung kan , karena terbukti bahwa dalam kondisi saat > ini , jauh sekali kenyataan nya. > > Dikatakan orang minang taat beragama, tapi yg masih > sholat mungkin hanya sebagian kecil saja , dikatakan > orang minang pintar dagang , tapi hanya kelas kaki > lima , tak ada yg beranjak raksasa seperti pebisnis > cina , dikatakan orang minang demokratis dan > egaliter > , terbukti sebagian keras kepala memaksakan > kehendaknya ( lebih dari feodalisme jawa ) , > dikatakan > orang minang berakhlak mulia, tapi kenyataan nya > saya > lihat banyak kita yg kurang santun ( orang sunda > rasanya lebih sopan ) , dan banyak realita lainnya > yg > tak sesuai lagi. > > Jadi kembali ke pembicaraan awal ttg konsep TTS dari > pak Muchtar Naim yg ingin dimintakan komentar nya, > menurut pendapat ambo kita jadikan saja konsep TTS > tsb > sebagai referensi / acuan , dan kita gunakan metode > manajemen modern yg efektif dan sesuai dg > karakteristik orang minang . > Satu hal yg ambo usulkan ke pak Muchtar Naim , ialah > bagaimana kita melakukan telaah kritis thd berbagai > konsep budaya minang dan karakter stereotype orang > minang yg realita nya saat ini sudah berlainan , > tapi > masih sering dibangga bangga kan orang minang , yg > malah membuat kita semua terbelenggu karena nya , > terbelenggu oleh bayang bayang masa lalu. > > wassalam > > Hendra Messa ( 34 ) > Palembayan > > ------------- > > KONSEP KEPEMIMPINAN > TUNGKU NAN TIGO SAJARANGAN > DAN MASALAH PENERAPANNYA > DALAM RANGKA > KEMBALI KE NAGARI > > Mochtar Naim > > > KONSEP kepemimpinan tripartit TTS (Tungku nan Tigo > Sajarangan, Tali nan Tigo > Sapilin) seperti yang dikenal dalam masyarakat > Minangkabau selama ini > berkait langsung dan serasi dengan sistem > > Tetapi tidak kurangnya juga oleh sebagian besar > warga > masyarakat sendiri, > yang di kampung, apalagi yang di rantau. *** > > Batipuah Baruah, 7 Juli 2003 > > > > __________________________________ > Do you Yahoo!? > SBC Yahoo! DSL - Now only $29.95 per month! > http://sbc.yahoo.com > > RantauNet http://www.rantaunet.com > Isikan data keanggotaan anda di > http://www.rantaunet.com/daftar.php > ----------------------------------------------- > > Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan > ke: > http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php > ===============================================
__________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software http://sitebuilder.yahoo.com
030728 RENESANS MINANG.doc
Description: 030728 RENESANS MINANG.doc

