----- Original Message -----
From: " -- (*o*) --" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, July 30, 2003 1:30 PM
Subject: [RantauNet.Com] RENESANS
MINANG
RENESANS MINANG
Mochtar Naim
P
ERSIS istilah itu yang dipakai oleh para pemikir muda kita di rantaunet dalam membahas jalan-jalan keluar apa yang harus kita tempuh untuk keluar dari kemelut budaya yang tengah kita hadapi sekarang ini, khususnya di ranah Minang ini. Dari kemelut yang tengah dihadapi sekarang ini mereka melihat bahwa faktor penyebab utamanya adalah ketercerabutan dari akar budaya, yang tadinya menjadi bintang pengarah yang terang di langit lazuardi kehidupan ini, sekarang meredup, sehingga orang Minang kehilangan arah. Mereka lalu ikut terbawa arus kehidupan bebas-nilai yang cenderung materialistik dan bahkan hedonistik dan sensual, dan karenanya mereka hanyut dalam kegalauan budaya yang tengah mereka hadapi sekarang ini.
Dua hal yang selama ini menjadi sendi kehidupan Minang yang hilang di tengah-tengah mereka. Satu "aqidah" dalam pengertian yang sangat mendasar dan fungsional dalam kehidupannya dan dua "akhlaqul karimah" yang membedakan manusia itu memiliki budaya kemanusiaan yang halus, luhur dan berbudi tinggi, atau sebaliknya. Manusia Minang dewasa ini cenderung kehilangan kedua-duanya. Walau Islam sebagai label penamaan tetap adalah agama mereka, tetapi isi di dalamnya sudah bertukar. Apa yang mereka lakukan banyak yang bersalahan atau bahkan bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri. Tuhan mereka bukan lagi Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dan Yang Maha Pengatur dari seluruh sisi kehidupan ini, tetapi adalah materi dan benda yang untuk itu jika perlu mereka melakukan segala cara dan karenanya lupa dengan kehalusan budi dan perangai yang mulia seperti yang diajarkan oleh adat dan agama mereka. Mereka telah menjadi orang-orang yang tidak lagi amanah, tidak bisa dipercaya, tidak jujur, licik, suka mengambil hak-hak orang lain melalui praktek-praktek korupsi, konspirasi, kolusi, kongkalingkong, dsb. Dan mereka telah menjadi orang-orang yang tebal muka. Tak lagi menjadi masalah jika aturan-aturan kehidupan dilanggar dan diterabas begitu saja. Apa yang selama ini menjadi pantangan agama dan pantangan ajaran nenek moyang, sekarang semua itu menjadi biasa, dan bahkan bangga jika juga turut melakukannya. Dan ini dilakukan oleh semua lapisan masyarakat, dari yang tinggi sampai kepada yang rendah sekalipun.
Mereka karenanya tidak hanya kehilangan jati diri, tetapi juga kehilangan panutan dan kepemimpinan. Konsep TTS (Tungku nan Tigo Sajarangan, Tali nan Tigo Sapilin), yang terdiri dari unsur-unsur Ninik Mamak, Alim Ulama dan Cerdik Pandai, tinggal hanya sosok dan sebutan tetapi tidak lagi fungsional yang mencerminkan suri ketauladanan dan kepemimpinan dari diri mereka masing-masing. Mereka dalam kehidupan pribadi masing-masing sudah sama, bahkan cenderung berlebih dari anak kemenakan sendiri yang mestinya mereka bimbing, dalam melakukan hal-hal sumbang dan tercela menurut ajaran agama dan adat yang mestinya mereka junjung tinggi dan perlihatkan sebagai contoh itu.
*
Anak-anak muda di internet yang risau dengan masa depan mereka lalu melihat bahwa jalan keluar dari kemelut budaya kehidupan ini tidak lain adalah kembali ke jalan yang benar, yaitu yang mereka temukan dalam perpaduan yang harmonis antara adat dan syarak itu. ABS-SBK (Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah) atau SMAM (Syarak Mengata, Adat Memakai), adalah solusi yang tepat yang tidak hanya kita jadikan slogan dan motto kehidupan, tetapi benar-benar kita jadikan sebagai konstitusi dan landasan kehidupan di bumi Minang ini. Untuk itulah mereka merindukan sebuah Rennaissance, sebuah kebangkitan kembali dari budaya ABS-SBK atau SMAM itu.
Sekarang konsepnya telah ditemukan, tetapi bagaimana lalu operasionalisasi atau pengejawantahannya dalam kehidupan nyata itu? Diperlukan pertama-tama memang penjabaran dari konsep kehidupan yang dilandaskan kepada filosofi ABS SBK itu. Kedua, penuangannya ke dalam aturan hidup dan kehidupan yang mempunyai segi serta lapis yang bermacam-macam itu. Ada segi sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, kesenian, agama, dsb, dan ada lapis perseorangan, kelompok masyarakat, negara dan dunia seanteronya. Untuk ini manusia Minang perlu dan masih harus berpikir keras dalam merumuskan ajaran hidup ini secara lebih konkret, rinci dan dapat diperpegang. Perlu ada musyawarah-musyawarah, seminar-seminar, pertemuan pendapat melalui berbagai media untuk sampai kepada rumusan-rumusan dimaksud. Dalam arti lain, filosofi ABS-SBK itu harus bisa dilihat dan dirasakan secara konkret pada setiap aspek kehidupan, apapun. Dia terintegrasi ke dalam semua sistem kehidupan sehingga dia menjadi garam bagi air laut kehidupan itu.
Karena sisi dari ajaran itu adalah juga dua: satu yang harus dilakukan, dan dua yang harus dijauhi, maka konsep amar makruf nahi munkar harus juga berfungsi secara efektif dan berimbangan. Tidak hanya menyuruh pada kebaikan tetapi pada waktu yang sama juga mencegah akan kemungkaran. Dan mencegah pada kemungkaran ini harus dan mau tak mau dikuat-kuasakan dengan hukum dan perundang-undangan serta ketentuan-ketentuan secara tertulis yang efektif berlaku dalam masyarakat, di samping sanksi budaya dengan senantiasa menjunjung tinggi akan nilai-nilai budaya akhlaqul karimah itu.
Untuk memulainya tidak harus saling menunggu, tetapi memulai dari diri pribadi masing-masing, untuk kemudian menggejala dan melembaga dan akhirnya membudaya.
Mari kita sambut dan dukung penuh akan suara hati anak-anak muda yang menginginkan perubahan melalui pembaharuan kembali dan perubahan mendasar ke arah Rennaissance Minang itu! Mari kita secara bersama-sama berupaya mengangkatkan diri kita kembali untuk keluar dari kemelut dan keterpurukan yang sangat memalukan ini, untuk kemudian, mudah-mudahan, kembali menjadi suku-bangsa yang mempunyai harkat dan harga diri, disegani dan jadi panutan kembali di bumi tanah air ini. ***
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
================



