RENESANS MINANG

 

Mochtar Naim

 

 

      P
     
ERSIS istilah itu yang dipakai oleh para pemikir muda kita di rantaunet dalam membahas 
jalan-jalan keluar apa yang harus kita tempuh untuk keluar dari kemelut budaya yang 
tengah kita hadapi sekarang ini, khususnya di ranah Minang ini. Dari kemelut yang 
tengah dihadapi sekarang ini mereka melihat bahwa faktor penyebab utamanya adalah 
ketercerabutan dari akar budaya, yang tadinya menjadi bintang pengarah yang terang di 
langit lazuardi kehidupan ini, sekarang meredup, sehingga orang Minang kehilangan 
arah. Mereka lalu ikut terbawa arus kehidupan bebas-nilai yang cenderung materialistik 
dan bahkan hedonistik dan sensual, dan karenanya mereka hanyut dalam kegalauan budaya 
yang tengah mereka hadapi sekarang ini.

          Dua hal yang selama ini menjadi sendi kehidupan Minang yang hilang di 
tengah-tengah mereka. Satu "aqidah" dalam pengertian yang sangat mendasar dan 
fungsional dalam kehidupannya dan dua "akhlaqul karimah" yang membedakan manusia itu 
memiliki budaya kemanusiaan yang halus, luhur dan berbudi tinggi, atau sebaliknya. 
Manusia Minang dewasa ini cenderung kehilangan kedua-duanya. Walau Islam sebagai label 
penamaan tetap adalah agama mereka, tetapi isi di dalamnya sudah bertukar. Apa yang 
mereka lakukan banyak yang bersalahan atau bahkan bertentangan dengan ajaran Islam itu 
sendiri. Tuhan mereka bukan lagi Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dan 
Yang Maha Pengatur dari seluruh sisi kehidupan ini, tetapi adalah materi dan benda 
yang untuk itu jika perlu mereka melakukan segala cara dan karenanya lupa dengan 
kehalusan budi dan perangai yang mulia seperti yang diajarkan oleh adat dan agama 
mereka. Mereka telah menjadi orang-orang yang tidak lagi amanah, tidak bisa dipercaya, 
tidak jujur, licik, suka mengambil hak-hak orang lain melalui praktek-praktek korupsi, 
konspirasi, kolusi, kongkalingkong, dsb. Dan mereka telah menjadi orang-orang yang 
tebal muka. Tak lagi menjadi masalah jika aturan-aturan kehidupan dilanggar dan 
diterabas begitu saja. Apa yang selama ini menjadi pantangan agama dan pantangan 
ajaran nenek moyang, sekarang semua itu menjadi biasa, dan bahkan bangga jika juga 
turut melakukannya. Dan ini dilakukan oleh semua lapisan masyarakat, dari yang tinggi 
sampai kepada yang rendah sekalipun.

          Mereka karenanya tidak hanya kehilangan jati diri, tetapi juga kehilangan 
panutan dan kepemimpinan. Konsep TTS (Tungku nan Tigo Sajarangan, Tali nan Tigo 
Sapilin), yang terdiri dari unsur-unsur Ninik Mamak, Alim Ulama dan Cerdik Pandai, 
tinggal hanya sosok dan sebutan tetapi tidak lagi fungsional yang mencerminkan suri 
ketauladanan dan kepemimpinan dari diri mereka masing-masing. Mereka dalam kehidupan 
pribadi masing-masing sudah sama, bahkan cenderung berlebih dari anak kemenakan 
sendiri yang mestinya mereka bimbing, dalam melakukan hal-hal sumbang dan tercela 
menurut ajaran agama dan adat yang mestinya mereka junjung tinggi dan perlihatkan 
sebagai contoh itu. 

 

*

          Anak-anak muda di internet yang risau dengan masa depan mereka lalu melihat 
bahwa jalan keluar dari kemelut budaya kehidupan ini tidak lain adalah kembali ke 
jalan yang benar, yaitu yang mereka temukan dalam perpaduan yang harmonis antara adat 
dan syarak itu. ABS-SBK (Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah) atau SMAM 
(Syarak Mengata, Adat Memakai), adalah solusi yang tepat yang tidak hanya kita jadikan 
slogan dan motto kehidupan, tetapi benar-benar kita jadikan sebagai konstitusi dan 
landasan kehidupan di bumi Minang ini. Untuk itulah mereka merindukan sebuah 
Rennaissance, sebuah kebangkitan kembali dari budaya ABS-SBK atau SMAM itu. 

          Sekarang konsepnya telah ditemukan, tetapi bagaimana lalu operasionalisasi 
atau pengejawantahannya dalam kehidupan nyata itu? Diperlukan pertama-tama memang 
penjabaran dari konsep kehidupan yang dilandaskan kepada filosofi ABS SBK itu. Kedua, 
penuangannya ke dalam aturan hidup dan kehidupan yang mempunyai segi serta lapis yang 
bermacam-macam itu. Ada segi sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, kesenian, agama, 
dsb, dan ada lapis perseorangan, kelompok masyarakat, negara dan dunia seanteronya. 
Untuk ini manusia Minang perlu dan masih harus berpikir keras dalam merumuskan ajaran 
hidup ini secara lebih konkret, rinci dan dapat diperpegang. Perlu ada 
musyawarah-musyawarah, seminar-seminar, pertemuan pendapat melalui berbagai media 
untuk sampai kepada rumusan-rumusan dimaksud. Dalam arti lain, filosofi ABS-SBK itu 
harus bisa dilihat dan dirasakan secara konkret pada setiap aspek kehidupan, apapun. 
Dia terintegrasi ke dalam semua sistem kehidupan sehingga dia menjadi garam bagi air 
laut kehidupan itu.

          Karena sisi dari ajaran itu adalah juga dua: satu yang harus dilakukan, dan 
dua yang harus dijauhi, maka konsep amar makruf nahi munkar harus juga berfungsi 
secara efektif dan berimbangan. Tidak hanya menyuruh pada kebaikan tetapi pada waktu 
yang sama juga mencegah akan kemungkaran. Dan mencegah pada kemungkaran ini harus dan 
mau tak mau dikuat-kuasakan dengan hukum dan perundang-undangan serta 
ketentuan-ketentuan secara tertulis yang efektif berlaku dalam masyarakat, di samping 
sanksi budaya dengan senantiasa menjunjung tinggi akan nilai-nilai budaya akhlaqul 
karimah itu.

          Untuk memulainya tidak harus saling menunggu, tetapi memulai dari diri 
pribadi masing-masing, untuk kemudian menggejala dan melembaga dan akhirnya membudaya.

          Mari kita sambut dan dukung penuh akan suara hati anak-anak muda yang 
menginginkan perubahan melalui pembaharuan kembali dan perubahan mendasar ke arah 
Rennaissance Minang itu! Mari kita secara bersama-sama berupaya mengangkatkan diri 
kita kembali untuk keluar dari kemelut dan keterpurukan yang sangat memalukan ini, 
untuk kemudian, mudah-mudahan, kembali menjadi suku-bangsa yang mempunyai harkat dan 
harga diri, disegani dan jadi panutan kembali di bumi tanah air ini. ***




RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
==============================================

Kirim email ke