BADAR

Badr al Kubra. Dua pasukan saling berhadapan dengan senjata terhunus.
Bersiap-siap untuk peperangan pemisahan antara yang haq dengan yang
bathil, peperangan yang menentukan persimpangan jalan antara Islam
dengan kufur, antara Iman dan Syirik. Perang Furqan.

Tiga ratusan tentara Islam akan menghadapi tak kurang dari seribu kafir
Quraisy. Tak bisa dibayangkan apa yang berkecamuk dalam dada kaum
muslimin saat itu. Karena perang ini akan menentukan tegak tidaknya
al-Islam di kemudian hari. Sampai-sampai sang panglima tertinggi,
Purnama Madinah, tak henti-henti berdo'a kepada Tuhannya :

" Ya Allah ! Sempurnakanlah kepadaku segala apa yang telah Engkau
janjikan. Ya Allah ! berikanlah apa-apa yang telah Engkau janjikan
kepadaku. Ya Allah ! Jika Engkau binasakan pasukan itu dari tentara
Islam, tentulah Engkau tidak akan disembah lagi di muka bumi ini�"

Dua pasukan yang berbeda inipun kemudian larut dalam kecamuknya
perang. Padang Badar menjadi saksi pertempuran antara para Pembela Islam
dengan para penentang Allah dan RasulNya. Menjadi tempat pertama
mengalirnya darah para syuhada dalam membela ad-Din ini. Tak sedikitpun
ada rasa gentar di dalam dada mereka, karena mereka yakin akan kebenaran
Allah dan RasulNya. Mereka begitu yakin akan pertolongan Tuhan mereka.
Di barisan mereka ini, berdiri Hamzah bin Abdul Muttalib, Umar al Khattab,
Ali Bin Abi Thalib, Abu Bakar as-Shiddiq, Zaid bin Haritsah, Abu Huzaifah, 
Usman bin Affan, Abdullah bin Mas'ud, Bilal bin Rabaah, Abu Abas bin Jabr, 
Rafi' bin Yazid, Sa'ad bin Mu'az, dan ratusan sahabat lainnya.
Mereka bukan sembarang manusia. Mereka adalah pribadi-pribadi agung yang
mendapat didikan dan tempaan langsung dari Rasulullah saw.

Mereka bertempur bagaikan orang yang rindu akan mati. Rindu akan
datangnya syahid. Lihatlah bagaimana kepahlawanan para sahabat ini.
Ali bin Abi Thalib ra, sepupu dan menantu Rasulullah saw, melibas tak
kurang dari sembilan belas kafir Quraisy. Umar bin Khattab, sang singa
padang pasir yang bahkan syetan pun menghindar darinya, tak terbendung
oleh para kuffar. Abu Bakar as Shiddiq, sahabat paling setia Rasulullah saw
yang selalu menemani beliau bahkan dalam gua Hira' sehingga dirinya
disebut-sebut Allah swt dalam surat At Taubah, bersama Sa'ad bin Muaz
setia melindungi Sang Panglima, Baginda Rasulullah saw. Bahkan dengan
taruhan nyawa mereka sekalipun !

Tiada rasa yang paling bergemuruh di dada para Pahlawan ini, selain kecintaan
yang teramat dalam kepada Allah dan Rasul-Nya. Tiada kerinduan yang amat
sangat yang mendera-dera selain kerinduan akan syahid yang menjemput. Dan
tiada kekhawatiran yang paling dalam selain terlukanya sang junjungan,
Baginda Rasulullah saw.

Tapi janji Allah swt adalah janji yang tak pernah ingkar, apalagi janji
kepada sang kekasihNya. Ribuan malaikat Allah turunkan ikut terjun
langsung membela para jundullah sebagai bukti kebesaranNya dan
janjiNya kepada para pembela Allah dan RasulNya.

" Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal
kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertaqwalah
kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya."

"(Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mu'min:"Apakah tidak
cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang
diturunkan (dari langit)"

"ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertaqwa dan mereka datang menyerang
kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima
ribu malaikat yang memakai tanda."
( QS  3:123-125 )

Badar. Sepenggal kisah kepahlawanan tiada tara dari pribadi-pribadi agung
yang pernah terlahir di muka bumi ini. Menyisakan cerita heroik dari jiwa-
jiwa yang rabbani dan dari tubuh-tubuh yang bersentuhan langsung dengan
Manusia Suci.

Badar menjadi pionir dari badar-badar berikutnya. Tak terhitung lagi syuhada
yang berguguran di berbagai medan jihad dibelahan bumi ini. Mesir, Palestina,
Bosnia, Kashmir, Aljazair, Chechnya, Afganistan, sampai ke Ambon. Aliran
darah mereka seakan-akan menjadi maha magnet yang menarik para calon
syuhada lainnya untuk terjun dan menuai janji Tuhan mereka.

" Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang beriman itu harta dan
 nyawanya dan telah dibayar dengan syorga "
( QS 9:111)

- - - - -

Kututup shirah ini dengan mata basah
Rindu pada Rasulullah
Rindu pada Pribadi-Pribadi Agung Badar
Rindu akan hadirnya kembali orang-orang seperti mereka�

Terpampang siluet pergulatan umat Islam saat ini. Begitu banyak dan beratnya
perjuangan yang harus dihadapi. Bahkan lebih berat dari medan Badar yang
pernah dihadapi oleh Rasulullah saw dan para Sahabat ra. Tak henti umat ini
ditempa dan di tempa terus oleh berbagai persoalan dan pergolakan. Kemiskinan,
pendidikan dan penguasaan tekhnologi, banyaknya firqah yang saling sikut,
bahaya pemikiran sekuler, liberal, komunism, kristenisasi, materialism,
sampai pada teriakan jihad utk pembebasan tanah-tanah dan negeri-negeri
muslim. Begitu banyak  persoalan umat saat ini.
Akankah hadir kembali para generasi Badar ?

Sayup-sayup terdengar nyanyian anak negeri. Nyanyian yang selalu
menggetarkan jiwa dan bathin ini�

�berkobar tinggi panaskan bumi
�membakar ladang dan rumah kami
�darah syuhada mengalir suburkan negeri
�tiada kata lagi, kami harus kembali

(ronald p putra, jkt 8 Augt 03 )

tertumpang salam bagi para pejuang keadilan dan kebenaran
tetaplah di jalan lurus, apapun taruhannya�








RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
==============================================

Kirim email ke