|
Buat yg udah tau, maaf ya....
RIWAYAT KOTA PADANG
Mungkin karena letaknya di sepanjang bukit barisan Pulau Sumatera, puluhan
negeri atau kampung yang berada di daratan yang lapang, memakai kata 'padang'
pada namanya. Karena padang sama artinya dengan 'lapang' atau
'lapangan'. Misalnya, Padangpanjang, Padang Luar, Padang Japang,
Padang Sianik, Padang Sibusuk, Padang Tarok, dan PAdanggelanggang. Akan
tetapi, yang memakai kata padang secara tunggal hanya kota Padang.
Adakalanya. nama Padang dipakaikan juga kepada negeri dan penduduk Sumbar
atau Minangkabau. Misalnya kalau orang mengatakan "dia orang Padang", sama
artinya bahwa itu orang Minangkabau atau Sumbar. Itulah sebabnya, dimana2
ditemukan 'restoran padang' atau 'masakan padang' yang dikelola atau dimasak
orang Minangkabau. Belanda di masa dulu membagi dua Sumatera Barat dengan
sebutan Padang Pesisir untuk daerah sepanjang pantai dan Padang Darat untuk
daerah pedalaman yang bergunung2.
Sampai awal abad ke 17, Padang hampir tidak dikenal. Seluruh
pelabuhan yang dikenal di pantai Sumatera sejak dari utara sampai ke Bengkulu di
selatan, di bawah kekuasaan Aceh. Akibatnya, tidak satu bangsa pun seperti
Inggris dan Portugis dapat membeli hasil bumi utama, seperti emas dan lada di
daerah itu melalui pedagang Aceh. Maka orang Belanda mencari muara sungai
yang dapat menampung kapa-2 mereka bersandar. Ditemuilah muara Batang
Harau di desea kecil yang dihuni nelayan. Tanah sepanjang aliran Batang
Harau itu berawa2.
Kalau musim pasang naik, air laut menggenangi. Mungkin karena itu
muara yang besar itu tidak diminati oleh kapal2 memasukinya. Ketika desa
itu hendak dijadikan pangkalan kapal utama pada pantai barat Sumatera, Belanda
meninggikan permukaan pantai untuk mencegah air laut masuk. Selokan besar dibuat
malang melintang untuk menyerap air rawa dan menampung air yang mengalir dari
perbukitan sebelah timur bila hujan. Maka kampung itu mulai berupa seperti
kota. Namun, daerah yang masih berawa, yang belum sempat dikeringkan,
telah ditempati oleh penduduk yang berdatangan dari daerah Padang Darat. Daerah
itu kemudian bernama Kampung Terandam, Pulai Air, dan Pulau Karam.
Karena Belanda dapat membeli hasil bumi dengan harga yang lebih tinggi
dibandingkan dengan di pelabuhan lain dan menjual barang2 lain dengan harga yang
lebih murah, mulailah Padang menjadi kota pelabuhan yang ramai. Gudang2 yang
kokoh untuk menyimpan hasil bumi didirikan. Tangsi militer untuk pengawalan
dibangun di dekatnya.
Pada masa perang Inggris melawan Perancis, waktu itu Kaisar Napoleon dari
Perancis menduduki Belanda. Maka Padang diduduki Inggris yang telah lama
menguasai Bengkulu di selatan. Setelah Napoleon dikalahkan, PAdang
dikembalikan Inggris ke Belanda.
Selanjutnya, Padang dijadikan ibukota Provinsi Sumatera Barat yang meliputi
3 karesidenan, yaitu Padang Pesisir, Padang Darat, dan Tapanuli. Kemudian
Provinsi Sumbar dibubarkan. Seluruh Sumatera dijadikan satu provinsi dengan
Medan sebagai ibukotanya. Sumbar menjadi karesidenan yang meliputi Padang
PEsisir dan PAdang Darat dengan ibukotanya PAdang. Tapanuli menjadi karesidenan
tersendiri dengan ibukota Sibolga.
Ketika tambang batubara Ombilin dibuka dan jalan kereta api direntang dari
Sawahlunto sampai ke pelabuhan Telukbayur, kota Padang pun kian ramai oleh
perantau Jawa, Palembang, Bengkulu, Cina, Keling, dan Arab. Ditambah
dengan penduduk negeri dari seluruh Sumbar.
Daerah pantainya yang memanjang dari utara ke selatan banyak berteluk indah
yang ramai dikunjungi pada setiap waktu libur. Di antaranya pantai teluk
Air Manis yang terkenal dengan dongeng Malin Kundang. Di selatannya terdapat
Telukbayur yang menjadi pelabuhan satu2nya di pantai barat Sumatera. Teluk
Kabung dan Bungus yang menjadi pusat olah raga selancar air. Sebuah bukit kecil
di seberang Batang Harau yang dinamakan Gunung PAdang. Karena dulu banyak monyet
di sana, orang pun memberinya nama lain, Gunung Monyet. Menurut cerita Sitti
Nurbaya, di sanalah Sitti dimakamkan, Lalu bukit itu dijuluki pula Bukit Sitti
Nurbaya. Pantai bagian tengah kota Padang dinamakan PAntai Purus. Ombaknya
tenang. Mendayu2 bunyinya di tengah malam. Mengandung dongeng yang memilukan
hati, 'Ombak Purus' namanya. Banyak pula orang yang menyebutnya dongeng
Putri Bunga Karang.
Kini penduduk kota Padang lebih dari 700 ribu jiwa. Atau 1/6 dari penduduk
provinsi Sumbar. Lebih dari 1/10 nya adalah mahasiswa dari berbagai
perguruan tinggi negeri dan swasta. Dengan jumlah penduduk tersebut,
PAdang menjadi kota nomer 3 besar di Pulau Sumatera setelah Medan dan
Palembang.
(AA. Navis, 2001)
|

