---------- Original Message ---------------------------------- From: "SBN" <[EMAIL PROTECTED]> Reply-To: [EMAIL PROTECTED] Date: Tue, 6 Jan 1998 21:22:33 +0700
>Asalamu'alaikum wr. wb. > >Pertanyaan yang tersisa; >- Kenapa PK ikut melengserkan GD (bukan mencari jawaban taktis). >- Plafon dan sikap dasar PKS atas DUHAM >- Perbedaan dan kesamaan atas paham Islam Liberal >- Wahabi dan demokrasi > >Sekian dulu >Salam > >SBN ------- di kuduang ---- Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu Islam mengajak umatnya utk bekerja sama dalam kabaikan dan apa-apa yang mendekatkan diri kepada kebaikan tsb dalam segala aspek, apakah itu ekonomi, budaya, sosial bahkan politik. Tentunya Islam memiliki koridor yang jelas utk ini. Yaitu bekerja samalah dalam kebaikan dan jangan tolong menolong di dalam kemungkaran. Menjawab pertanyaan Mamanda SBN, sikap PK thp GD juga tidak terlepas dari konteks diatas. Ketika terjadi banyaknya kontroversi dalam pemerintahan GD, yang bertentangan dengan konstitusi negara, kebenaran, dan kesepakatan bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka PK perlu mengambil sikap kritis. Rencana GD yang ingin membuka hubungan dagang dan diplomatik dengan Israel, yang kemudian dilanjutkan dengan beredarnya kabar bahwa delegasi Israel akan datang dalam Inter Parliament Union (IPU) pada 15-21 Oktober 2000, membuat PK harus memobilisasi masanya secara besar-besaran pada Jum'at 13 Oktober utk menolak delegasi ini sekaligus menentang rencana kontroversial dari GD tsb. ( membuka hubungan diplomatik dg Israel adalah bertentangan dgn Konstitusi negara, karena telah menjadi kesepakatan semua elemen bangsa bahwa Israel adalah bangsa penjajah. Terlepas apakah ada pribadi atau kelompok di dalam negeri yang menganggap Israel adalah bukan penjajah). Manuver manuver kontroversial GD lainnya spt keinginan mencabut TAP MPRS No. XXV/1996, seringnya keluar negeri, Baligate, Bruneigate, dll membuat PK menganggap bahwa manuver-manuver GD tsb tdk sejalan dengan dengan proses pemulihan keadaan yang tengah dialami bangsa. Berbagai himbauan telah dilayangkan, tapi GD tetap "keras nafas" bahkan sampai mengeluarkan Dekrit maka tidak perlu adalagi yang namanya kerja sama atau mendukung berbagai kebijakan kontroversial tsb. Karena jika PK tetap mendukung, maka PK akan menjerumuskan dirinya dalam tolong menolong dalam kemungkaran. Sejak awal PK telah mendudukkan diri pada oposisi positif yaitu kalau benar GD akan didukung, tapi kalau salah akan dikritik, dan ambo raso PK alah menjalankan fungsinyo dengan baik. sagitu seh dulu yo Mamanda... lain kali disambung wassalaam, Ronald RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

