---------- Original Message ----------------------------------
From: Arman Bahar <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
Date:  Mon, 25 Aug 2003 06:33:54 +0700

>Assalamualaikum ww
>
>Oh.... ambo sangko mamak SBN lah manjadi kader penggerak disitu, terlebih
>melihat sikap tegas mamak nan ambo tangkok lewat tulisan2 mamak salamo ko
>
>
>-----Original Message-----
>From: SBN [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>Sent: Friday, January 02, 1998 8:27 PM
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [RantauNet.Com] Mereka Pejuang2 Islam
>
>Waalaikum salam wr. wb.
>Kalau saya  belum menjadi warga PKS, nggak tahu persis dengan sanak Ronald.
>Namun fenomena PKS sangat
>menarik perhatian saya, karena mereka cermin kegalauan "middle class Muslim
>Indonesia" dalam politik.
>Mereka sudah mulai melihat realita, namun masih gamang mengucapkannya.
>Selain itu masih dominasi wahabisme

---------- di kuduang ----------

Assalaamu 'alaikum warahmatillahi wabarakaatuhu

Mak Ban dan Mak SBN yang ambo muliakan, tarimo kasih atas komentar jo masukan dari 
mamak-mamak.
Tadinyo ambo indak namuah lai bicara mengenai PKS koh...takuik dikecekan kampanye pulo 
beko. Kalau ambo jawek, takuik ambo indak objektif dalam manjaweknyo. Tamasuak 
manjawek tuduhan mamak tentang wahabi dan PKS.

Bialah ambo postingkan se ba a komentar "urang lua" mengenai PKS koh... lebih fair dan 
objektif...
Ma'af ambo utk yang indak berkenan.

----------------------

BEBERAPA KOMENTAR MENGENAI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS)

"Partai Keadilan (sekarang PKS)memunculkan alternatif orientasi berpolitik yang tidak 
semata-mata bermotif mencari kekuasaan, tapi juga berorientasi pada nilai-nilai 
kebenaran, kejujuran dan keadilan." [TIM, Selasa, 20 Agustus 2002 - Prof Dr Dien 
Syamsuddin ]


Eep Saefullah Fatah : " PK Sejahtera satu-satunya partai yang menolak korupsi..." 
(http://www.majalahsaksi.com/saksi5/index.php)


" They practice democracy. They are totally different from "fundamentalists." 
Demonstrations by Partai Keadilan (sekarang Partai Keadilan Sejahtera)are very 
peaceful, and about half of the demonstrators are women. So this is a significant 
movement, and very different from past Islamic movements. [Jakarta Post, 21 September 
2002]
-- Dr Ken Miichi saat diwawancara oleh wartawan Jakarta Post tentang gerakan Islam
---> kalau Mak SBN mengaitkan PKS jo wahabi (yg manuruik mamak radikal) mako justru 
urang luar maliek sabaliaknyo.


"Rakyat mah, buat sekolah anaknya sudah susah cari uang. Makanya saya puji dua orang 
yang mengembalikan: Saya puji itu PK (sekarang PKS), oke Pak Yudi itu. Yang 
lain-lain�?" [Metro, Kamis, 4 Juli 2002]- Harry Roesli, Seniman, ketika mengomentari 
kasus dana kavling DPRD Jabar


... secara keseluruhan, Partai Keadilan adalah partai yang memiliki pengurus dan 
anggota bergelar doktor dan master lebih banyak dibandingkan partai lain....[Kompas, 
19 Mei 2000, hal.7]


"PK (sekarang PKS)paling mengena dihati saya. Karena tampilannya simpatik, tertib, 
jujur dan apa adanya. Saya saksikan mereka di Jatim dan Sumut ketika jadi anggota KPU. 
Saya terkesan karena mereka sangat antusias, rela berkorban, dan disiplin yang 
tinggi". [Jakarta, Senin, 2 Desember 2002]- Adnan Buyung Nasution, saat berkomentar 
dalam acara buka bersama PK di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta


... PK (sekarang PKS) susah dicari kelemahannya terutama sdm-nya. Bagi kita aneh ada 
orang mengembalikan uang yang tidak jelas di tengah kondisi sekarang ini". 
[Jend.(pur)Syarwan Hamid,Jakarta,Senin,2 Des 02]


"Kita harus membina partai ini menjadi partai modern dengan manajemen dan kaderisasi 
yang menonjol. Kita lihat persaingan manajemen partai yang diperlihatkan partai lain, 
seperti Partai Keadilan. Itu luar biasa. Kita jangan berkutat bahwa PDI-P partai 
tradisional, enggak bisa." [Kompas, 21 Juli 2002]- Indira Damayanti Sugondo - Mantan 
wakil rakyat dari PDI-P



" Ini merupakan fenomena baru yang harus disyukuri dan semua orang tidak memperkirakan 
akan munculnya generasi seperti ini. Ini merupakan generasi baru diluar perhitungan 
berbagai pihak, termasuk kekuatan orde baru. Makanya keberadaan PK (sekarang Partai 
Keadilan Sejahtera)ini menjadi fenomena tersendiri bukan hanya di Indonesia tapi di 
luar negeri.
"Makanya anda jangan heran atau takut ketika banyak doktor-doktor dari luar negeri 
yang datang untuk melakukan penelitian di kantor PK (sekarang PKS). Ini bisa menjadi 
penemuan yang berharga dalam bidang penelitian," ungkapnya meyakinkan peserta diskusi. 
- DR. Salim Said -- saat menjadi pembicara dalam Serial Diskusi Politik yang 
diselenggarakan Departemen Komunikasi dan Jaringan (Komjar) Partai Keadilan (PK), Rabu 
(30/10), di kantor DPP PK Jalan Mampang Prapatan Raya, Jakarta.


" Di antara sejumlah aksi dan demo di Indonesia menentang serangan AS dan sekutunya ke 
Iraq, Jones punya catatan khusus atas demo antiperang oleh massa Partai Keadilan 
Sejahtera (PKS-dulu Partai Keadilan). Jones mengaku sangat terkesan terhadap demo yang 
diorganisasi PKS itu.
"Saya merasa apa yang dilakukan Partai Keadilan Sejahtera heboh sekali. Itu suatu yang 
sangat baik, di mana ada protes, tetapi yang 100 persen damai. Dengan ribuan orang, 
tetapi sangat berdisiplin," ungkapnya.- Sidney Jones -- Jawa Pos, Sabtu, 05 Apr 2003 
dalam artikel "Publik Indonesia Tak Ekstrakeras"


" Dalam pandangan Arief, hanya ada dua partai yang paling profesional yakni Partai 
Golkar dan Partai Keadilan (sekarang Partai Keadilan Sejahtera). Yang lainnya tak 
ubahnya paguyuban. "Kalau Golkar dosanya banyak, legitimasinya susah, tapi punya uang 
banyak dan cabangnya profesional. Dari hasil Pemilu 1999, dia bisa nomor dua karena 
dia bisa memelihara pemilihnya di luar Jawa," tukas Arief.
Mengenai PK, menurut mantan dosen Universitas Kristen Satya Wacana (KS) Salatiga 
tersebut, memang diisi oleh orang-orang yang jujur dan profesional.
-- ARIEF BUDIMAN -- dalam diskusi publik bertema "Menyelamatkan Transisi Demokrasi 
Indonesia" di kantor Persatuan Mahasiswa PMKRI, Jl. Dr. Sam Ratulangi, Jakarta Pusat, 
Minggu (16/2/2003).


" Partai berlambang Kakbah dengan dua bulan sabit yang mengapit garis lurus (sekarang 
mengapit padi)di tengahnya itu telah memberi contoh bagaimana cara berdemokrasi yang 
benar. Ia juga telah mengajarkan bagaimana berpolitik dengan moralitas. Demonstrasi 
yang tertib mestinya bukan sesuatu yang luar biasa. Ia menjadi luar bisa karena 
terjadi di tengah masyarakat yang punya `hobi` melakukan destruksi. Kita berharap 
semoga kesantunan massa Partai Keadilan menjadi inspirasi bangsa ini dalam 
mengekspresikan demokrasi. - Editorial Media Indonesia, Sabtu, 20 Oktober 2001 Aksi 
Simpatik Partai Keadilan.


" Berani membawa bayi berdemonstrasi, di antara ratusan ribu orang di Bundaran Hotel 
Indonesia, jelas menunjukkan tingginya jaminan dan kepercayaan bahwa unjuk rasa itu 
akan berlangsung tertib dan damai. Jelas memperlihatkan perbedaan kelas dan cita rasa 
dibanding berbagai demonstrasi yang silih berganti terjadi di negeri ini. Sampai 
kemudian, Partai Keadilan memperlihatkan kepada publik contoh berdemonstrasi yang baik 
dan benar. Tentu, ada faktor lain. Yaitu, faktor pemimpin. Hanya komunitas dengan 
pemimpin yang memiliki visi dan disiplin sosial yang tinggi yang akan menghasilkan 
pengikut yang juga taat kepada tata tertib. Itulah sebabnya, demonstrasi yang satu 
berbeda dengan demonstrasi yang lain, tergantung dari siapa pemimpinnya. Karena lebih 
banyak pemimpin amburadul maka lebih banyak pula demonstrasi yang amburadul.
--Editorial Media Indonesia, Senin, 31 Maret 2003 KETERTIBAN SEJUTA UMAT


" Oleh karena itu, sebagai bahan acuan unjuk rasa yang patut dicontoh, Makbul menunjuk 
aksi demonstrasi yang dilakukan Partai Keadilan (PK), Minggu (7/4/2002) kemarin.
"Saya mengharapkan agar para demonstran di Jakarta bisa mencontoh yang dilakukan oleh 
Partai Keadilan (sekarang Partai Keadilan Sejahtera) pada hari Mingu (7/4/2002) 
kemarin.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Makbul Padmanegara


" Menurut Suaidi, kedatangan dirinya bersama Soemarno dalam upaya memberikan dukungan 
moral atas semua kiprah politik PK (sekarang PKS). Menurut pengamatannya, PK adalah 
partai yang benar-benar bisa diharapkan untuk menyelamatkan negara ini dari 
kehancuran. Selain kadernya memiliki latar belakang akademis yang baik, kader PK juga 
memiliki moralitas yang baik dan sudah teruji di lapangan.
Mantan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Suaidi Marasabessy, ketika datang ke kantor 
DPP PK  Selasa 08 April 2003


" Dirinya sangat simpati dan berdoa agar PK (sekarang PKS)bisa menjadi partai besar 
dan bisa istiqomah menjaga karakter yang dimilikinya. Dirinya gembira karena sosok 
yang ia harapkan yang ditulis dalam bukunya "Character Building" bisa terlihat dan 
terwujud dalam diri orang-orang PK.
--Soemarno Soedarsono, penulis dari Lemhanas, ketika datang ke kantor DPP PK  Selasa 
08 April 2003

Banyak yg lain mak, tapi bosan pulo beko mambaconyo...

------------------------------------

Manuruik Ambo, Apo yang telah mereka (PKS) tunjukkan adolah merupakan refleksi dari 
berpolitik secara islam yang sebenarnya. Mereka kritis tapi santun, tegas tapi penuh 
kasih sayang, jujur, amanah, dan sangat menjunjung tinggi moral keIslaman mereka. 
Indak saketek pihak lain yang memuji mereka, baik dari dalam maupun dari LN sampai Dr 
Yusuf Qhordowi.

Cihuy kan Mak, dari 194 urang anggota dewan (pusat sampai daerah) dari PKS hasil 
pemilu 1999. Indak surangpun yang terlibat korupsi doh. Malah, banyak dari mereka nan 
dimusuhi oleh anggota dewan lain karena teguh berpegang pada kebenaran dan memihak 
rakyat kecil.

sagitu seh yo mak...
beko dituduah kampanye pulo...

wassalaam,
Ronald




RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
==============================================

Kirim email ke