Mengunjungi Amsterdaam
Hari kedua berada di Belanda , saya mengunjungi kota Amsterdaam , tujuan utama adalah ingin melihat lihat sekitar Daamraak yang terkenal dengan lapangan merpati karena begitubanyak sekali merpati yang berkeliaran dan kita bisa memberi makan burung tersebut dengan membeli jagung yang dijual sekitar situ . Acara pertama yakni melihat patung lilin Madame Tussaud yang berada disebelah pojok lapangan , oh ya bangunan di daerah Daamraak ini terdiri dari dari bangunan tua yang sangat terawat , disisi lain terdapat sebuah berbintang lima namanya saya lupa , dan disamping hotel tersebut berdiri dengan megah mega store Brijnkoft , yang menjual bermacam macam ragam busana , dan outlet khusus untuk barang barang obralan yang disebut oppruiming . Untuk masuk ke
museum Madame Tussaud , harus membayar ticket masuk sebesar 50 guilden ( lebih kurang Rp 200.000) , namun pengunjung tetap membludak . saya kira suatu harga yang relatif mahal hanya untuk mengunjungi suatu museum , bandingkan dengan di Indonesia , dengan ticket murah saja , orang masih malas untuk datang ke museum . Dipintu masuk museum lilin tersebut kita disambut dengan patung Silvester Stallon si bintang rambo , dan kita bisa berfoto disini asal bayar di counter , dan ditempat inilah pengunjung bisa menendang si jagoan tanpa ia bisa membalas , maklumlah yang ditendang hanya sebuah patung . Patung lilin Madame Tussaud ini terdiri dari beberapa lantai , dan banyak patung tokoh dunia dipajang disini antara lain mantan Presiden Perancis Charles De Gaule , dan mantan Perdana Menteri Inggeris Margareth Tatcher dan Ratu Belanda sendiri . dan konon patung mantan Presiden Soekarno juga ada , tapi saya tidak melihat ya�, kalau dari bintang ada patung Marylin Moonru , dan ada ulah beberapa
pengunjung yang usil , sesampainya dipatung mendiang MM dan berfoto sedang menyimbahkan rok si MM ini , dasar ganjen . Selesai melihat lihat museum Madame Tussaud , kami mkan direstaurant Indonesia tidak jauh dari lokasi museum arah ke China town Amsterdaam . Dalam kunjungan ke Amsterdaam tahun 1984 , disaat saya belajar peralatan komputer untuk proses berita berita penerbangan di perusahaan Philips Hilversum , saya juga sempat beberapa kali berkunjung ke Amsterdaam ini dan malah berkesempatan jalan jalan sambil cuci mata didaerah lampu merah , apabila kita berjalan dari central stasiun belok kiri , maka kita akan menemukan beberapa blok bangunan yang banyak menawarkan aneka ragam pertunjukan sex , dari live show , sampai dengan pit show , yaitu mengintip dari lobang yang telah disiapkan dengan memasukan coin , belum lagi cewek cewek yang mejeng
dietalase sepanjang jalan tersbut . Sepertinya Negeri Belanda maupun Jerman terlalu permissive dengan segala hal yang berbau sex . Dan adakalanya tempat tempat ini bersebelahan dengan gereja , seolah olah tidak perduli satu sama lain . Itulah kehidupan di negara sekuler yang pernah saya lihat , mereka memang makmur dan berkelebihan dalam hal materi , tetapi masalah moral moral dan spritual ya ampun , mungkin kering dan gersang . Buku buku sex yang sangat vulgar dan majalah porno dijual bebas disembarang tempat , dan yang lucu lagi ada satu keluarga entah orang mana , tapi yang jelas orang kulit putih bersama anak anaknya dengan santainya berjalan melihat lihat didaerah lampu merah ini , barangkali sedang memberikan pelajaran sex buat anak anak mereka , nggak tahu juga �.?
foto foto coba intip di : http://www.picturetrail.com/lansui
Zap di kuta bali
Do you Yahoo!?
Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software

