Keliling Belanda dengan mobil     

Sehabis perkenalan dengan saudara Satrio Sampurno , hubungan kami  semakain dekat dan diakhir pekan pertama kami di Belanda , dia menawarkan mobilnya untuk mengantar kami jalan  keliling Belanda , asal kami membawar ongkos bensin , suatu penawaran yang simpatik dan memang kami harapkan . Jadilah kami waktu itu berangkat dari Hilversum  kira kira jam 07.00 mengendarai mobil dengan sopir dan guide sekaligus sdr Satrio Sampurno . Tujuan pertama adalah Amesfoort , melihat lingkungan istana ratu Belanda Yuliana saat itu , kemudian ke Utrech dimana terdapat Universitas tertua di Belanda , dan perjalanan dilanjutkan keselatan Belanda antara lain Eindofen , Breda  ,  Denhaag ,Rotterdaam , Zaandam atau Volendam , Lelystaad , dan kembali ke Hilversum . Perjalanan satu hari penuh yang sangat menyenangkan . Di Den Haag kami mengunjungi Madurodam , Pantai Scheveningan , seperti yang telah saya ceritakan terdahulu . Rotterdaam merupakan kota pelabuhan yang terpanjang didunia , karena pelabuhan Rotterdaam ini berada disepanjang tepian muara sungai Rheine dan hulunya berada di Jerman sana , dan sungai Rheine ini bisa di layari sampai kekota Koln di Jerman . Roterdam ini juga disebut De Poort Van Holland  barangkali maksudnya pintu gerbang untuk masuk Netherland via laut . Setelah Roterdaam   kami menuju Zaandam atau disebut juga Volendam . Dan perjalan dilanjutkan menuju utara , melewati jalan highway dari hasil kremasi laut atau membendung laut lebih kurang 35 km panjangnya  , dan apabila kita perhatikan antara kedua sisinya akan terdapat permukaan airlaut yang berbeda , dan tidak dapat dibayangkan kalau sampai dam sepanjang jalan ini sampai jebol maka akan menggenangi daerah yang lebih rendah dan banyak sekali pemukiman disana , Belanda memang piawai dalam mengatur dan memenage air laut , dan ada beberapa daerah yang malah berada dibawah permukaaan air laut ( under sea level ) , melewati daerah ini semua lampu kendaraan harus dalam keadaan menyala , untuk menghindari tumburan atau tabrakan , dan beberapa kali mobil yang kami tumpangani menabrak burung yang banyak sekali berseliweran disini .   Di jalan ini juga tersedia tempat istirahat kalau merasa  capek , namun karena hembusan angin laut utara ayang begitu kencang dan dingin malas untuk berhenti disini . Dan kami terus saja menuju kawasan pantai di Lelystaad , sambil menikmati sandwitch barisi ikan baluik yang disini disebut �paling�. Disini lah saya ketemu beberapa orang RMS Ambon , dan kelihatannya mereka sangat bersahabat dengan kita kita , barangkali yang mereka musuhi adalah pemerintah Indonesia , bukan orang Indonesia . Dan selanjutnya rombongan kami kami kembali ke Hilversum yang tidak begitu jauh dari Lelystaad ini .

 

Zul amry Piliang di kuta Bali

 

 

 


Do you Yahoo!?
Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software

Kirim email ke