Assalaamu'alaikum WW., Perjalanan mudik bulan Juli lalu saya sempatkan berkunjung ke Pesantren Daarut Tauhid di Geger Kalong Bandung. Kami berlima sampai di DT sekitar jam 9 malam. Wisma tamu milik DT sudah penuh, selanjutnya kami ditunjukkan ke wisma tamu milik masyarakat yang ada beberapa buah disekitar DT.
Komplek DT malam itu kelihatan sepi, terlihat dua motor besar diparkir dekat dekat masjid. Kami fikir semula itu motornya Aa' Gym, ternyata milik dua polisi yang patroli. Sebelum tidur, informasi kami terima tentang acara besok, yaitu hari Kamis. 4.30 tahajud bersama, 5.30 subuh dan kuliah subuh oleh Aa' Gym. Siang ada majlis taklim ibu-ibu dan pengambilan film oleh sebuah stasiun TV. Jam 4.30 pagi kami ingin ikut tahajud bersama. Sampai dimasjid kami lihat banyak sandal dan sepatu tersusun dengan rapi, dengan bagian depan menghadap keluar. Artinya tentu sudah banyak jamaah didalam. Apa yang kami temui, memang banyak jamaah, tapi masih pada tidur. Tahajud berjamaah ternyata tak ada pagi itu. Kami lakukan sendiri-sendiri saja shalat sunat itu, kemudian membaca Qur'an dan berzikir sampai azan dikumandangkan pada jam 5.30. Subuh itu masjid terlihat penuh, seperti biasanya. Imam bacaannya bagus. Habis subuh jamaah masih menanti untuk kuliah subuh. Didapat info bisik2 bahwa Aa' masih di Surabaya. Saya berharap ada yang menggantikan, ternyata tidak ada. Kami memilih kembali ke wisma untuk mandi. Kami berharap bisa sarapan disekitar DT, ternyata tak ada warung kopi. Akhirnya kami memilih pergi ke Lembang sarapan di cafe sebuah hotel. Kembai ke DT, terlihat pagi itu sudah banyak kesibukan. Mini Supermarket milik DT sudah buka, sementara diseberangnya ada pasar kaget menjual busana, buku-buku dan pernik-pernik berbau Islam. Setelah keliling dan membeli beberapa buku, saya mampir ke warnet dekat DT itu juga. Beberapa sepatu dan sandal tertata dengan baik, seperti di masjid. Mail-box dicek sambil bersila, karena warnetnya memang didisain tanpa kursi. Apa yang saya lihat di DT adalah usaha dari Aa' Gym untuk membina kehidupan yang Islami di kampung Geger Kalong itu. Islami dalam arti bersih ,rapi dan teratur. Apa yang disebut pesantren ternyata tak ada dalam arti ada santri yang mondok. Yang ada adalah majlis taklim setiap hari yang dikunjungi bukan saja jamaah disekitar Bandung, tapi juga dari luar kota. Aa' juga kelihatannya giat dalam bisnis untuk menopang dakwahnya. Dengan badan hukum yang bernama MQ, telah dimiliki, studio TV, Mini Supermarket, Wisma Tamu, Restoran, Penerbitan dll. Nama Aa' kelihatannya memang jauh lebih mencuat, kalau dibanding dengan ikhtiar yang telah dilakukan di DT itu. Idenya dalam merubah Geger Kalong yang kabarnya mesum menjadi perkampungan Islami, memang sedang berlangsung. Kita berharap Bandung bisa segera dibuat lebih Islami, seperti Geger Kalong itu. Tunggu laporan berikutnya; Pesantren AlZaytun, Indramayu. Wasalam Dutamardin Umar Virginia-USA RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

