Dari ustad kami di Washington, DC. Semoga bermanfaat

ajoduta

---------- Forwarded Message ----------

INSAN KAMIL: PERPADUAN JIHAD, IJTIHAD, DAN MUJAHADAH
Oleh, Nasaruddin Umar


Pendahuluan

Insan kamil adalah konsep manusia paripurna. Manusia yang berhasil mencapai 
puncak prestasi tertinggi dilihat dari beberapa dimensi. Nabi Muhammad Saw 
disebut sebagai teladan insan kamil atau istilah populernya di dalam Q.S. al-
Ahdzab/33:21: "figur teladan" (ushwah hasanah). Perwujudan insan kamil 
dibahas secara khusus di dalam kitab-kitab tasawuf, namun konsep insan kamil 
ini juga dapat diartikulasikan dalam kehidupan kontemporer.

Kata jahada (bersungguh-sungguh) membentuk tiga kata kunci yang dapat 
mengantar manusia meraih predikat tertinggi sebagai manusia paripurna (insan 
kamil). Jihad berarti perjuangan fisik secara optimal dilakukan untuk 
mencapai tujuan. Ijtihad berarti perjuangan secara intelektual yang dilakukan 
secara bersungguh-sungguh untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan mujahadah 
adalah kelanjutan dari perjuangan secara fisik dan intelektual, yaitu 
perjuangan batin atau rohani.

Seseorang yang mendambakan kualitas hidup yang sejati atau paripurna tidak 
bisa hanya mengandalkan salah-satu di antara ketiga kualitas perjuangan tadi, 
tetapi ketiga-tiganya harus sinergi di dalam diri, sebagaimana ditampilkan 
oleh Rasul teladan kita, Muhammad Saw. Beliau sangat terampil di dalam 
perjuangan fisik, terbukti dirinya sering terlibat sebagai panglima angkatan 
perang yang sangat disegani oleh kawan dan lawan. Beliau juga seorang yang 
cerdas pikiran-pikirannya yang terlihat kemampuan menyatukan orang-orang Arab 
dan menghijrahkannnya dari pola pikir dan prilaku jahiliah ke pola pikir dan 
prilaku islamiah yang humanis dan madani.

Komposisi ketiga unsur perjuangan di atas sebaiknya diatur sesuai dengan 
kapasitas masing-masing orang. Untuk mencapai umat terpilih (khaira ummat) 
maka sebaiknya dilakukan pembagian dan distribusi peran sesuai dengan tingkat 
kemampuan seseorang. Seorang ulama sepuh mungkin tidak lagi dituntut untuk 
turun ke lapangan berjuang dan berjihad secara fisik, tetapi Nabi secara arif 
pernah mengatakan �tinta goresan pena para ulama lebih mulia daripada tetesan 
darah para syuhada�. Sebaliknya orang yang hanya memiliki kemampuan otot maka 
jihad baginya adalah perjuangan yang paling istimewa. Seseorang yang gugur di 
medan jihad akan langsung masuk syurga, bahkan kalau terpaksa,  �tidak perlu 
dikafani, cukup dengan pakaian yang melekat di badannya, karena bagaimanapun 
yang bersangkutan akan langsung masuk syurga�, kata Rasulullah Saw.

Jarak dan penampilan seorang yang melakukan jihad, ijtihad, atau mujahadah, 
terkadang sulit dibedakan --dan memang sulit dilakukan pembedaan secara 
skematis-- karena di dalam diri yang bersangkutan tersimpan suatu persamaan 
mendasar, yaitu semuanya dilakukan lillahi ta�ala. Tidak ada pamrih karena 
mereka didasari keikhlasan, tidak ada riya� yang membutuhkan pujian dan 
pengakuan manusia, tidak ada kesombongan sekalipun mereka sukses, karena 
mereka menyadari semuanya itu atas pertolongan dan ma�unah Tuhan.
        
Jihad

Jihad yang dimaksudkan di sini ialah perjuangan yang dilakukan seseorang 
dengan mengandalkan unsur fisik atau otot, meskipun perjuangan non-fisik juga 
masuk kategori jihad di tempat lain.  Jihad secara fisik tidak mesti harus 
diukur kemampuan seseorang untuk mengangkat senjata melawan musuh-musuh 
Islam, tetapi juga melakukan berbagai usaha secara fisik untuk terwujudnya 
keamanan, keselamatan dan ketinggiian martabat manusia juga termasuk jihad. 
Bahkan menyingkirkan batu kerikil di jalanan yang dapat membahayakan orang 
lain termasuk cabang dari jihad, kata Rasulullah Saw.

Medan jihad di sekitar kita semakin banyak, meskipun musuh-musuh dari kaum 
kafir secara fisik tidak tampak. Semua kondisi dan keadaan yang menindas dan 
mereduksi hak-hak asasi manusia dapat dijadikan sebagai medan jihad. 
Kebodohn, kemiskinan, rasa takut, kondisi kesehatan masyarakat yang rendah, 
dan semacamnya, juga menjadi lahan jihad yang tak kalah mulianya dengan 
menghadapi musuk dari kaum kafir.

Jihad yang dilakukan harus dengan taktik, cara, dan strategi yang benar dan 
tepat. Jihad tidak boleh kontra-produktif. Jihad yang dilakukan Rasulullah 
selalu mendatangkan manfaat yang lebih besar dengan resiko yang sangat minim. 
Rasulullah memang pernah mengatakan, �suarakanlah kebenaran sekalipun pahit� 
(qul al-haq walau kana murran), tetapi Al-Qur�an mengatakan �jangan 
melemparkan diri kalian ke dalam kebinasaan� (la tulqu aidiyakum ila al-
tahlukah). 

Jihad yang dilakukan tanpa perhitungan matang, apalagi mendatangkan mudarat 
lebih besar daripada manfaat, sesungguhnya tidak tepat disebut jihad. Mungkin 
lebih tepat disebut perbuatan sia-sia, atau bahkan keonaran (al-fasad). 
Banyak contoh dalam Al-Qur�an dan dalam sejarah umat Islam, bahwa tidak 
sedikit orang yang mau berbuat baik tetapi tidak disertai perencanaan yang 
matang maka hasilnya kerugian. Jihad ukurannya adalah kualitas dan produktif, 
seperti yang diisyaratkan dalam Al-Qur�an �betapa suatu kekuatan minoritas 
dapat menaklukkan kekuatan mayoritas�.

Unsur yang harus ada dalam jihad antara lain, adanya keterlibatan fisik di 
dalamnya, ada perhitungan dan perencanaan yang matang, baik untuk jangka 
pendek maupun untuk jangka panjang, harus lebih banyak manfaat daripada 
mudaratnya menurut ukuran-ukuran universal tujuan syari�ah (maqashid al-
syari�ah). Ukuran-ukuran subyektif di dalam menjalankan peran jihad amat 
riskan. Jihad yang berskala masif yang melibatkan banyak orang membutuhkan 
organisasi dan mmanajemen. Sebab jika tidak, maka jihad akan menjadi riskan 
dan penuh dengan resiko yang bisa merusak sesuatu yang sudah mapan dan 
produktif.

Unsur lain yang harus ada dalam jihad ialah motivasi kuat yang didorong oleh 
niat tulus hanya untuk Allah Swt. Tanpa niat dan motivasi ini jihad sulit 
mencapai tujuan yang diharapkan. Mungkin secara fisik berhasil, misalnya 
menaklukkan musuh, tetapi harus pula berhasil di sisih Tuhan yang diukur 
berdasarkan niat suci tadi.

Ijtihad

Ijtihad di sini diartikan perjuangan secara intelektual seseorang. Tidak 
semua orang dapat melakukan ijtihad. Unsur-unsur yang harus dipenuhi 
seseorang baru dapat disebut mujtahid tergantung dalam berbagai konteks. Jika 
dalam konteks fikih, seorang mujtahid harus menguasai bahasa Arab, �Ulumul 
Qur�an, Ulumul Hadits, muslim, dan praktisi muslim. Dalam konteks sosiologi 
Islam, seorang mujtahid difigurkan sebagai seorang yang mampu memberikan 
sumbangan intelektual dalam membela dan mengankat derajat umat Islam dalam 
berbagai segi. Seorang ilmuan muslim yang ahlin dalam bidang ekonomi dapat 
menyumbangkan konsep-konsepnya dalam memberantas kemiskinan umat, seorang 
fisikawan muslim dapat menyumbangkan teknologi perang untuk kejayaan umat 
manusia, seorang ahli obat-obatan dapat menyumbangkan ramuan dan resep untuk 
kesehatan manusia, dan seorang dokter muslim dapat mengupayakan penyembuhan 
pasien dengan cara-cara islamami dan seterusnya.

Ijtihad dan jihad masing-masing memiliki kekhususan. Kalau jihad perjuangan 
yang dilakukan lebih bersifat temporer, tergantung suasana dan intensitas 
tantangan, sedangkan perjuangan melalui ijtihad relatif lebih panjang, 
terutama jika diukur semenjak seseorang menuntut ilmu pengetahuan profesinya 
yang kemudian akan diabdikan ke dalam masyarakat.

Jumlah pejuang dalam bidang ijtihad relatif lebih terbatas dibanding pengan 
pejuang di medan jihad. Oleh karena itu, seorang mujtahid diberikan 
kekhususan-kekhususan, baikoleh Allah Swt maupun oleh masyarakat. �Yang 
paling dekat kepada-Ku ialah para ulama� (ayat). Dan biasanya yang diterima 
sebagai pemimpin masyarakat ialah tokoh yang memiliki kapasitas intelektual 
di atas rata-rata masyarakat. 

Perjuangan melalui ijtihad lebih bersifat strategis dan berjangka panjang. 
Sementara perjuangan melalui jihad lebih berjangka pendek. Kesulitan yang 
dihadapi antara keduanya tergantung kondisi yang dihadapi. Boleh jadi tingkat 
kesulitan dan tantangan jihad lebih berat, terutama di waktu kekacauan dan 
peperangan. Akan tetapi perjuangan ijtihad dituntut lebih banyak di masa 
damai, terutama untuk memikirkan kualitas hidup umat yang lebih layak.

Dari segi peralatan juga berbeda. Seorang mujahid mungkin lebih banyak 
membutuhkan alat-alat fisik, seperti persenjataan atau alat-alat bangunan, 
tetapi seorang mujtahid lebih banyak membutuhkan fasilitas dan institusi 
sebagai arena untuk melahirkan konsep-konsep kesejahteraan umat.

Mujahadah

Mijahadah  bisa diartikan perjuangan batiniah menuju kedekatan diri kepada 
Allah Swt, dan ada juga mengartikannya dengan perjuangan melawan diri 
sendiri, yakni melawan kekuatan pengaruh hawa nafsu yang menghambat seseorang 
untuk sampai kepada martabat utama, �puncak ketaqwaan� (haqqa tuqatih/Q.S. 
Ali �Imran/2:102). Ahli Haqiqah mengartikanny dengan melawan kemauan hawa 
nasu liar. Mujahadah bisa dianggap sebagai kelanjutan dari jihad dan ijtihad, 
bisa juga dianggap sebagai sesuatu yang membrikat spirit di dalam jihad dan 
ijtihad.

Seorang muslim ideal memadukan ketiga istilah ini di dalam dirinya. Jihad 
tanpa ijtihad dan  mujahadah sama dengan nekat dan ini dilarang dalam Q.S. al-
Baqarah/2195. Ijtihad tanpa mujahadah berpotensi menjadi sekularis dan ini 
menyalahi Q.S. al-A�raf/7:179).  Mujahadah tanpa jihad dan ijtihad 
cenderung �beragama secara kamuflase� dan ini dicela di dalam Q.S. al-
Ma�un/107:1-7). Kombinasi ketiga konsep tersebut, itulah yang dimaksud dan 
diperintahkan di dalam Q.S. al-�Ankabut/29:69): �Dan orang-orang yang 
berjihad untuk (mencari keredlaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan 
kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta 
orang-orang yang berbuat baik�.

Pengamalan mujahadah dicirikan pada beberapa hal, antara lain: 1) tidak makan 
sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang, 2) tidak tidur lainkan 
hanya sedikit sekali, dan 3) tidak berbicara kecuali yang sangat perlu. 
Menurut Ibrahim ibn Adham, cirri-ciri mujahadah meliputi: 1) menutup pintu 
kenikmatan lalu membuka pintu kegetiran, 2) menutup pintu pupularitas lalu 
membuka pintu kesederhanaan, 3) menutup pintu istirahat lalu membuka pintu 
kesibukan (spiritual), 4) menutup pintu tidur lalu membuka pintu jaga, 5) 
menutup pintu kekayaan lalu membuka pintu kefaqiran (merasa cukup dengan apa 
yang sudah ada), dan 6) menutup pintu angan-angan (duniawi) lalu membuka  
pintu persiapan kematian.

Pengamalan mujahadah tidak mesti dipertentangkan dengan kesibukan duniawi, 
karena kesibukan duniawi itu bisa berfungsi sebagai jihad, perjuangan untuk 
memenuhi kebutuhan fisik (basic needs). Namun, setiap orang idealnya 
mengupayakan peningkatan posisi spiritual dari hari ke hari. Alangkah ruginya 
seseorang kalau tingkatan keimanannya datar dari hari kehri, dan lebih merugi 
lagi orang yang posisi keimanannya semakin ahri semakin menurun. Upaya yang 
sungguh-sungguh untuk meningkatkan keimanan dan prestasi spiritual itulah 
yang disebut dengan mujahadah.

Tantangan berat mujahadah ialah pengaruh hawa nafsu. Sikap melawan dominasi 
hawa nafsu di dalam diri, itulah yang disebut dengan al-mukhalaffah al-nafs 
(memilih sikap berbeda dengan keinginan hawa nafsu). Hawa nafsu di sini yang 
berkonotasi negatif, seperti amarah, takbur, hasad, kikir, riya, buruk 
sangka, dengki, keluh-kesa, egois, sewenang-wenang, smbrono, kasar, dll., 
sebagaimana diungkapkan dalam Q.S. Yusuf/12:53): �Dan aku tidak membebaskan 
diriku (dari kesalahanan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh 
kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya 
Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang�.


Maryland, 13 September 2003 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for Your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at Myinks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada. 
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/l.m7sD/LIdGAA/qnsNAA/i_NqlB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

----
Messages posted in this mailing list does not necessarily reflect the policy of the 
organization. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED]  

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com 
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
============================================

Kirim email ke