Jangan nanya sama yang pro dong..
Tanya ama yang rada netral.

Rarach ....kadang-kadang kita juga sulit membedakan antara yang netral dengan yang "abu-abu" :-). Maksudnya kiri kanan oke  :-). Atau lebih spesifiknya lagi agama tersebut adalah sama..iyo ndak ?. Nah inilah yang harus kita waspadai. Karena ini sangat menyesatkan, misalnya, hari Natal termasuk juga hari raya umat islam, dan awak pun buliah mengucapkan selamat. Apakah ini tidak pendangkalan akidah?. 

Kemudian sebanyak saya bergaul dengan orang non muslim, mereka tetap memandang bahwa agama merekalah yang benar, dan secara halus selalu mengajak kita untuk dapat bergabung  seakidah dengan mereka...kendatipun di mulut mereka selalu penuh dengan ucapan harus adanya toleransi beragama. Bahkan saya pernah berdiskusi dengan seorang pendeta (murtadin) dia orang Sulawesi Selatan (dia kenal dengan Jusfik Sutan Marajo Lelo dan beberapa orang JIL), yang selalu menjelek-jelekkan dan mencaci maki ajaran Islam, bahkan dalam berdiskusi dengan saya selalu menggunakan kata-kata yang tidak pantas digunakan oleh seorang pendeta..katanya !. Pernah lagi saya berdiskusi dengan seorang non muslim..mungkin menurut saya, ini seorang non muslim  "radikal"... yang sampai menanyakan alamat rumah...nomor telpon...yang harus dijawab dalam waktu satu minggu. Padahal pertanyaan saya hanya menanyakan tentang mana sempurna antara kitab suci Alquran dengan kitab mereka, sebab di dalam Alquran ada penjelasan tentang kitab-kitab mereka (Taurat, Zabur dan Injil), tetapi kenapa dalam kitab mereka tidak ada penjelasan tentang Alquran. Pertanyaan tentang masing-masing kitab ini bisa diibaratkan dengan syofware  Windows versi 3.1, Windows versi 1998, Windows Xp (yang terbaru). Jadi kitab suci alquran ini suatu program terbaru yang sudah sempurna dimana di dalamnya juga terdapat program-program yang lama yang sudah diperbaharui. Kemudian saya juga menanyakan lagi masalah azas Trinitas mereka...yang akhirnya mereka jawab simpang siur dan berputar-putar yang kesimpulannya bahwa azas ini adalah suatu Dogma yang harus diterima dengan menghilangkan pengunaan azas akal. Mungkin karena kesal tidak bisa menjawab dan bingung sendiri akhirnya keluar sumpah serapah dan ancaman....:-).

Jadi apakah kita harus tetap selalu mengalah ? atau toleransi ?. Kalau begitu mungkin akhirnya sama dengan...kecek urang gaek-gaek awak dulu: " Saroman Balando mintak tanah" diagiah sajangka mintak saheto...diagiah saheto akhianyo mintak kapalo awak".


Anyway, om indra ini pro talua apo ayam?

Kalau saya "Lakum dinnukum waliadiin : agamamu bagimu dan agamaku bagiku". Cuma ..baa kecek papatah minang..atau guru tuo tuo silek di kampuang awak. Salisiah indak dicari kalau batamu pantang diilakan.... baa gak ti...dek rarach ?:-).


>
Bila kita meletakkan secara superlatif, kayak ras arya itu lho,
apakah juga tidak akan terjadi pengkotak-kotakan sesama umat manusia?
Toh, akhirnya pengkotak-kotakan itu cuman pindah model saja. Dari
pengkotakan di dalam internal Islam menjadi kotak yang lebih gede;
antara agama.

Iya memang kadang-kadang seperti yang rarach maksud tersebut ada juga terjadi di dalam Islam. Kita harus jujur mengakui keberadaan persoalan tersebut. Kadang kotak yang satu merasa lebih baik dari kotak yang lain. Perbedaan kotak-kotak yang secara superlatif inilah sering dimanfaatkan oleh orang yang anti Islam untuk menusuk dari depan dan belakang. Kenapa perbedaan kotak-kotak ini terjadi ? Penyebabnya,... seperti yang sudah saya tulis, bahwa pemahaman dan pengamalan ajaran islam di kehidupan umat Islam masih sepotong-sepotong, sehingga kadang-kadang salah penafsiran, terutama adalah masyarakat bawah atau masyarakat awam yang lebih trendnya. Justru itu peranan orang-orang yang sudah mendapatkan ilmu memberikan bimbingan kepada mereka.


Lagian juga, manusia ini secara sunnatullah emang beda-beda. Seperti
embek dengan kuda. jadi om indra jangan kawatir deh, kotak itu akan
selalu ada, seberapa seragamnya pun sebuah masyarakat yang ingin
diciptakan.

Iya memang dong manusia ini berbeda-beda secara phisik atau lahiriyah. Ada yang berkulit  putih, kuning, coklat dan hitam. Hidung mancung, pesek, bulat, lonjong. Rambut dari lurus bak mayang terurai sampai "keriting kribo sarang tampuo".... Allah S.W.T. juga menyatakan. "Kujadikan manusia ini dari bersuku-suku dan beragam......" Namun semua keberagaman ini sama di sisi-NYA. Hanya amal ibadahlah yang membedakan mereka.

>
> http://www.st-andreas.org/wwwboard/wwwboard.html

I know better places..:)

Anyway, ini tulisan asli apa forwardan sih?
Mbok ya dibikin spesial lah yang baru untuk ngerespon sisil; jangan
barang kodian lah....

Saya mencoba memberikan tambahan wawasan bagi kita semua dengan memforwadkan salah satu dari beberapa tempat yang di dalamnya saya juga pernah ikut terlibat berdiskusi. Tetapi tentu saya tidak perlu menunjukan apa yang pernah saya tulis.

Salam

Indra JZ


~rarach

>


Do you Yahoo!?
Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software

Kirim email ke