Doens yth dan khususnya rahima. Ada satu topik sebenarnya yang masih jadi
uneg-uneg buat saya yaitu mengenai menilai pribadi-pribadi di milis ini.
Ketika saya bicara kepada yenni dan cysca bahwa disini kita hanya boleh
menilai orang dalam hati dan tidak boleh menuliskannya sebenarnya ada
maksudnya.
Tapi karena rahima bilang boleh saja memberi penilaian,
jadi saya contohkan tentang rahima saja.
Ketika rarach menilai rahima pas-pasan sebenarnya boleh-boleh saja kan.
Tapi begitu dituliskan disini
menjadi tidak sehat. Salah satu
bentuk protes, muncul jannah dengan puji-pujiannya yang “aduhai” tentang
rahima. Tapi tentu saja Jannah
boleh saja memuji-muji rahima demikian. Saya sendiri juga punya penilaian
tentang rahima. Dari email-email
rahima, dari email-email pujian jannah (kalo tidak salah ada beberapa kali),
dari cerita-cerita rahima, khususnya waktu membahas mengenai 3B, rahima
menulis mau menghabiskan puluhan juta rupiah untuk kecantikan, dan menghabiskan jutaan
rupiah untuk olah raga. Ketika
akhirnya saya ketemu dengan rahima di rumah bundo, dan baca email perjalanan
rahima waktu pulang ke Jakarta, saya juga punya penilaian tersendiri tentang
rahima. Bisa saja penilaian tersebut misalnya ‘oh ternyata rahima cuma segitu
doang’ atau penilaian lainnya yang mungkin gak bagus untuk ditulis. Dan
kalau itu dituliskan jadi tidak etis dan tidak sehat, terutama buat yang
dinilai. Ini contoh saja lho
rahima. Ini yang saya
maksudkan dengan email saya untuk yenni dan cysca tsb. Kalo dijelaskan lebih
detil lagi ntar bisa “baele-ele” jadinya (ngutip istilah rarach).
Menurut saya, kalau kebiasaan menuliskan
penilaian terhadap pribadi-pribadi dimilis ini diteruskan rasanya bakal
tidak sehat dan bisa merusak silaturahmi diantara kita. Apalagi bagi doens yang sering
ngumpul, meskipun katanya di milis ini ‘boleh suka-suka’. Tapi ya terserah
lah, ini cuma sekedar usul.
Tadinya saya pikir gak perlu menjelaskan komentar tsb
sedetil ini karena saya anggap kita semua punya intelektual yang baik. Tapi saya khawatir terjadi salah
pengertian yang saya maksudkan dengan yang ditangkap rahima. Oya, karena rahima bertanya saya
kuliah dimana, sebagai tambahan perkenalan gpp saya jawab. Saya lulusan dari UI rahima.
Buat doens yang lain, maaf kalo email ini gak
berkenan.
Iraf