Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan 
semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: 
http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Assalamualaikum.Wr.Wb.

Terimakasih Pak Dokter atas klarifikasinya yang sangat
tepat.Sepertinya di sini memang lebih tepat pak dokter
yang ahli dalam bidang ini yang lebih baik menjelaskan
permasalahan semacam ini,kalau bukan ahlinya,maka akan
membingungkan orang.

Karena saya percaya akan ilmu pak dokter,maka dengan
sejujurnya saya ingin bertanya,atau boleh dikatakan
tukar pendapatlah dengan pak dokter.Karena saya
percaya bila kita bertanya dan diskusi pada orang
�orang yang ahli dalam bidangnya,InsyaAllah,ilmu yang
akan kita dapatkan tentu jauh lebih baik lagi,dan ada
resume sementara,atau hasil akhir yang dapat di bawa
pulang,kalau bukan ahlinya,maka pembicaraan tidak bisa
tuntas.

 Dan saya ingin jawaban dari pak dokter,bukan dari
siapa-siapa lagi,karena saya sudah lihat betul dari
postingan-postingan pak dokter memang pak dokter
memang menekuni dan ahli dalam bidang kedokteran ini.(
meski bidang kedokteranpun bermacam-macam pula ).

Begini pak Dokter,sesuai dengan ilmu dalam bidang
agama yang say a pelajari,kata-kata " sperma " = " air
mani ". 

Dalam kamus bahasa Indonesia juga yang dikatakan "
sperma= mani ".Sementara air mani dalam kamus bahasa
Indonesia yang diterbitkan oleh dep dik bud. Kata "
mani " adalah = Cairan kental yang  menyembur dari
kelamin lelaki waktu ejakulasi dan merupakan produk
dari berbagai organ,missal dari buah zakar,gelembung
mani,kelenjar prostrate,sperma.

Sperma = mani ,ini seumpama seorang yang punya nama
dan juga punya gelar lain dari sebutannya.Misalkan da
Mulyadi ini namanya,namun da Mulyadi ini juga di
panggil dengan Sutan bangsawan,atau apa gitu. Juga
seperti Nofen yang namanya nofen,namun sekarang nofen
juga dipanggil orang dengan sutan Muda.Atau Seperti
Ibnu Abbas,nama sebenarnya Ibnu Abbas ini adalah
Abdullah,tapi karena beliau anaknya sahabat Abbas,maka
di panggilah beliau dengan sebutan " Ibnu Abbas ".Jadi
orangnya itu-itu juga.

Begitulah air mani ia disebut dengan " Sulaatin =
Saripati = Nuffah = air mani= sperma .Jadi sperma itu
merupakan saripati makanan lelaki,yang banyak
mengandung gizi dan zat-zat protein dan sebagainya
itu.Yang diberikan pada wanita itu dari lelaki
merupakan saripati makanan ( begitu baiknya
lelaki,kasih yang baik-baik dan saripatinya saja
),pada wanita,wajar kita wanita berterimakasih pada
lelaki.

Begitupula lelaki wajar berterimakasih pada
wanita,karena tempat atau ovum yang diberikan pada
temannya saat pertemuan ovum dan sperma juga merupakan
saripati wanita juga.Dan wanita telah bersedia
menyiapkan dirinya sebagai tempat pembuahan di
rahimnya.( tetapi ada juga pembuahan di luar
rahim,atau di dunia luar seperti bayi tabung
).Silahkan saja bagi lelaki memilih.Mau di buahkan di
rahim wanita ,atau di Tabung ? Tapi tetap ada resiko
dan hukumnya dalam Islam.Bisa-bisa sih,anak lahir
dalam tabung.( bayi tabung ini tetap mempergunakan
sperma lelaki dan  wanita ) 

Dan sekarang saya mencoba menjelaskan  ihwal
reproduksi Manusia di tinjau dari Al Qur'an.Ini khusus
yang berkaitan dengan tahap pembuahan atau pertemuan
sperma dan ovum.

Terdapat paling tidak tiga ayat Al Qur'an yang
berbicara tentang sperma ( mani ),yaitu :

1 ) " Apakah manusia mengira bahwa ia akan di
tinggalkan begitu saja ( tanpa pertanggung jawaban )
?.Bukankah ia dahulu Nutfah dari mani yang di tuangkan
( kedalam rahim ),kemudian dia menjadi " Alaqah,lalu
ia menciptakannya dan menyempurnakannya ?.Lalu Allah
menjadikan darinya sepesang lelaki dan perempuan ?
( Surah Al Qiyamah 36-39 )

2) Surah An Najm ( 45-46 ).
Dan bahwasanya Dialah Allah yang menciptakan
berpasang-pasangan lelaki dan perempuan,dari Nutfah
apabila dipancarkan .
3 ). Maka terangkanlah kepadaKu,tentang apa yang kamu
pancarkan ( mani ).kamukan yang menciptakannya,atau
kami ?

Ayat Al Qiyamah diatas secara jelas dan tegas
mengatakan bahwa nuthfah merupakan bagian kecil dari
mani yang dituangkan kedalam rahim.

Kata Nuthfah dalam bahasa Al Qur'an adalah " setetes
yang dapat membasahi ".
Informasi Al Qur'an tersebut sejalan dengan penemuan
ilmiyah pada abad kedua puluh ini yang
menginformasikan bahwa pancaran mani yang menyembur
dari alat kelamin pria mengandung sekitar duaratus
juta lebih manusia,sedangkan yang berhasil dengan ovum
hanya satu.Itulah yang dimaksudkan Al Qur'an dengan "
Nutfatun min manii yumnaa = Nutfah dari mani yang
memancar = menyembur ).

Selanjutnya ayat " An Najm ",diatas menginformasikan
bahwa dari setetes nutfah yang memancar itu Allah
menciptakan kedua jenis manusia lelaki dan
perempuan.Sekali lagi Al Qur'an menginformasikan
informasi yang sangat akurat.

Penelitian ilmiyah membuktikan bahwa adanya dua macam
kandungan sperma  ( mani lelaki ),yaitu kromosom "
lelaki ",yang dilambangkan dengan huruf " Y ", dan
kromosom perempuan dilambangkan dengan huruf  " X ".

Sedangkan ovum milik perempuan  hanya
semacam,dilambangkan dengan huruf " X ".

Apabila yang membuahi ovum adalah sperma yang memiliki
kromosom Y,maka yang dikandung adalah anak lelaki,dan
bila " X ",maka " X " tadi bertemu dengan " X ",maka
yang dikandung adalah anak perempuan.

Jika demikian yang menentukan jenis kelamin adalah
nutfah yang dituangkan sang ayah tersebut.
 Jadi lelaki jangan mencak-mencak pada istrinya yang
cuman melahirkan anak perempuan saja, atau anak lelaki
saja tohk..yang menentukan jenis kelamin anak yang
bakal muncul adalah dari kromosom lelaki .Perempuan
itu hanya menerima saja ( hihihi,.koq jadi ingat da
Zul yah..yang masih penasaran dan pening kepalanya itu
).

 Ini menurut penjelasan kedokteran yang saya
pelajari,baik sewaktu SMP dan SMA,juga sesuai dengan
buku-buku kedokteran yang saya baca Dan hal ini sesuai
dengan penjelasan Al Qur'an bahwa air mani  ( sperma )
dari lelakilah yang sangat menentukan jenis kelamin
dari  janin yang dikandung wanita tersebut.makanya
saya pernah bilang sperma lelaki itu sangat tinggi dan
mahal harganya.

Ayat lain yang mengisyaratkan bahwa peranan sperma
dalam menentukan jenis kelamin anak adalah dalam
FirmanNya dalam surah Al Baqarah ( 2: 223 ).

" Istri �istri kamu adalah lading untukmu,maka
garaplah ladangmu bagaimana kamu kehendaki "
Apabila petani menanam ketimun,diladangnya,maka jangan
harapkan yang tumbuh adalah buah  kelapa,karena ladang
hanya menerima benih.Ini  berarti yang menentukan
jenis tanaman adalah petani bukan ladangnya.

Wanita atau istri oleh ayat diatas diibaratkan dengan
ladang.Jika demikian bukan wanita yang menentukan
jenis kelamin anak,tetapi yang menentukan adalah benih
yang ditanam ayah di dalam rahim.

Hasil pertemuan antara sperma dan ovum dinamai Al
Qur'an dengan " Nuthfah Amsyaz " : Sesungguhnya Kami
telah menciptakan manusia dari setetes Nuthfah amsyaz
( yang bercampur ).Kami hendak mengujinya dengan
perintah dan larangan Karena itu kami jadikan ia
mendengar dan melihat. ( Q.S Al Insan 76 : 2 ).

Pada tahun 1883,van Bender membuktikan bahwa sperma
dan ovum memiliki paranan yang sama dalam pembentukan
benih yang telah bertemu itu,dan pada tahun 1912
Morgan membuktikan peranan kromoson dalam pembentukan
janin

Ada yang menarik untuk diketahui bahwa kata " Amsyaz
",berbentuk " jamak,sedangkan bentuk tunggalnya adalah
" Masyaj ".

Sementara itu kata " Nuthfah ",adalah bentuk
tunggal,dan bentuk jamaknya adalah " Nutafun ".

Sepentas terlihat bahwa redaksi " Nutfah Amsyaz
",tidak lurus,karena ia berkedudukan sebagai Adjektif
( sifat ) dari Nutfah.
Sedangkan dalam Bahasa Arab,antara sifat dan disifati
harus sesuai.Jika feminine,maka sifatnyapun demikian
juga,jika tunggal,maka sifatnyapun tunggal juga,serta
jamak,juga jamak ( plural ).

Di Dalam ayat terlihat bahwa Nuthfah berbentuk
tunggal,sedangkan Amsyaz berbentuk Jamak.

Apa gerangan sebabnya,kelirukah Al Qur'an..? ( kalau
orang yang tidak mengerti bahasa Arab , akan
mengatakan Al Qur'an keliru ).

Pakar-pakar bahasa menyatakan bahwa jika sifat dari
satu hal yang berbentuk tunggal,mengambil bentuk
jamak,maka itu mengisyaratkan bahwa sifat tersebut
mencakup seluruh bagian-bagian kecil yang
disifatinya.( bukankah dalam Nutfah pancaran mani dari
lelaki mengandung sekitar dua ratus juta benih manusia
?).

Dalam hal Nutfah maka sifat Amsyaz  ( bercampur
),Bukan sekedar bercampurnya dua hal sehingga
menyatu,atau terlihat menyatu,tetapi percampuran itu
sedemikian mantap,sehingga mencakup seluruh bagian
dari nutfah tadi.

Nutfah Amsyaz itu sendiri adalah hasil percampuran
sperma,dan ovum,yang masing-masing memiliki 46
kromosom.
Jika demikian wajar bila Al Qur'an menggunakan bentuk
jamak,untuk menyifati nutfah yang memiliki jumlah yang
banyak dari kromosom itu.

Dan Informasi Al Qur'an tidak sampai
disana.Dilanjutkan nya,bahwa Nutfah tersebut dalam
proses selanjutnya menjadi " Alaqah "
" Kemudian Kami jadikan Nutfah itu " Alaqah " ( Q.S Al
Mukminun 23 : 14 ).
Pakar-pakar Embriologi menegaskan bahwa setelah
menjadi pembuahan ( amsyaz ),maka Nutfah ( yang sudah
bercampur tadi ) tersebut berdempet di dinding
rahim.Dan inilah yang dimaksudkan Al Qur'an dengan "
Alaqah ".

Kata " Alaqah ",dalam kamus-kamus bahasa mempunyai
banyak arti,antara lain " segumpal darah ",atau "
Sejenis cacing " yang terdapat didalam air,bila
diminum dapat melengket di tenggorokan.
Kata " Alaqah ",akar katanya " Aliqa ",Yang berarti "
tergantung  / Melengket.
Jadi bagi wanita yang keguguran,biasanya banyak
penyebabnya,yang pasti janin tersebut tidak dapat lagi
melengket di rahim sang wanita,bisa dikarenakan rahim
wanita sendiri yang lemah,atau karena sang janin itu
sendiri yang lemah.Penyebabnya macam-macam,karena
obat-obatan,makanan,atau kecapean, atau memang lemah
rahimnya.Wallhua'lam,Yang pasti bagaimanapun semua
atas kehendak dan takdir Allah SWT.Kalau Allah bilang
: Kun ",( jadi ),fayakun ( maka jadilah ia ),kalau
Allah bilang Tidak jadi,maka tidak jadilah ia. (
hihihi ingat nofen,katanya istrinya lagi hamil,mabruk
deh = selamat  deh ).

Kita boleh bertanya : " dari mana Muhammad SAW
memperoleh informasi yang demikian akurat itu ,
padahal hakikat ilmiyah ini baru ditemukan oleh
ilmuwan setelah beributahun lebih dari kedatangan
beliau ?" itulah wahyu Allah yang maha mengetahui,yang
mana ayat-ayatnya selalu relevan ( sesuai ),dengan
perkembangan zaman kapan dan dimana sajapun.karena
Allah maha mengetahui,dan disampaikanNya pada hamba
pilihanNya.

Dan untuk catatan,mungkin yang dimaksud oleh Pak
Dokter Rahyu salim sperma lelaki ada dua
jenisnya.pertama cairan encer,kedua kental.Dan cairan
kental inilah yang akan memancar dan bertemu dengan
ovum,sehingga jadilah janin,( disaat ejakulasi,cairan
kental ini akan keluar,yang mempunyai bau khas,kata
Pak Dokter ).

Mungkin sebagai tambahan informasi sesuai dengan
bidang saya ( agama ),cairan bening dari lelaki,yang
sebelum ia ejakulasi ( mencapai titik klimaks ),saat
bermesraan,atau kadang ada lelaki yang sudah
terangsang saja lihat bentuk tubuh wanita,langsung ada
cairan yang keluar dari penisnya,ini dalam agama
disebut dengan " madzi "
Dan cairan Madzi ini tidak membuat lelaki tersebut
wajib mandi,karena ia bukan hadast besar,tapi hadast
kecil,hanya keluar sesuatu dari salah satu dua
jalan,yaitu kubul dan dubul.hanya saja membatalkan
Udhuk,bila ia ingin shalat,harus berudhuk lagi.

Namun bila sang lelaki sampai mencapai titik
klimaks,keluar cairan kental ( biasanya lelaki ini 
letih,kalau mengeluarkan cairan kental  tersebut ).Ini
yang disebut dengan sperma dan yang mewajibkan " mandi
wajib ".

Dari segi agama lagi,sebagai tambahan informasi
aja,kalau saja sang lelaki dan wanita saat
bermesraan,dan kepunyaan lelaki sudah menyentuh,(
apalagi masuk ),ke tempat punyanya wanita.Keluar atau
tidak keluar cairan kental ( sperma ),tersebut tetap
wajib mandi.
Karena dalam Hadist ada disebutkan,bertemu dua kelamin
mewajibkan mandi,meskipun sang pria tidak mengeluarkan
spermanya.

Mudah-mudahan informasi tambahan ini bermanfaat bagi
kita semua.Dan bagi Pak Dokter Rahyusalim,saya sangat
berterimakasih sekali,bila ada tambahan baru dari
beliau,dalam masalah ini.

Kalau pertanyaan,sebenarnya akan banyak yang saya
tanyakan pada beliau masalah ini,terutama masalah
kloning tersebut ( meski saya banyak membaca dalam hal
ini,namun ada setitik pertanyaan ).Tapi bagaimana saya
mau bertanya,sedangkan manusia kloning saja belum
terbukti adanya,hanya baru sampai kemungkinan
terjadi.Bila saja nantik ada terjadi,InsyaAllah akan
ada yang saya tanyakan pada Pak Dokter Rahyu salim.

Demikian dulu dari saya sebagai tambahan informasi,dan
ini hadiah buat kita semua,khusus untuk da Zul,yang
katanya masih pening dan penasaran,moga-moga ngak
penasaran lagi yah da Zul..( hihihi ).

Wassalam. ( Cairo 8 Oktober  03 Rahima )




yang cukup mendasar seperti air mani, sperma dlsb.
> Untuk pembahasan ini saya
> pikir perlu ahli bahasa arab, kemudian bahas
> Indonesia dan bahasa sains
> (minimal tiga ahli ini bisa duduk bersama dalam
> menentukan maksud dari ayat
> itu sendiri). 
> Sedikit saya tambahkan mengenai pengertian dari
> sains
> Ketika seorang laki-laki sedang orgasme maka dari
> alat kemaluannya (penis)
> akan dikeluarkan (disemprotkan, injected) cairan
> kental berwarna bening
> berbau khas (disebut air mani, aie mani, semen). 
> Semen: : a viscid whitish fluid of the male
> reproductive tract consisting of
> spermatozoa suspended in secretions of the accessory
> glands and especially
> of the prostate and Cowper's glands 
> Air mani (aie mani, semen) ini terdiri dari bagian
> yang cair dan bagian yang
> padat. Yang berwujud cair biasanya terdiri dari air,
> karbohidrat, protein
> dan lemak berupa zat gizi yang dapat dikonsumsi oleh
> sel sperma. Sementara
> yang berwujud padat adalah sel-sel sperma.  
> Ketika seorang wanita sedang melakukan akifitas
> sexual akan dikelurkan
> cairan bening kental yang mirip dengan yang
> dikeluarkan oleh pria. Dari
> beberapa hadist yang saya baca (dari kitab
> Riyadhushshalihin terjemahan)
> cairan yang dikeluarkan oleh wanita inipun disebut
> air mani. Istilah air
> mani pada wanita ini pada sains tidak diberikan nama
> khusus, air mani ini
> disebut sebagai produksi dari kelejar Bartholin
> (lubricating mucus ), dan
> kelenjar sexual lainnya
Assalamualaikum.Wr.Wb.

Terimakasih Pak Dokter atas klarifikasinya yang sangat
tepat.Sepertinya di sini memang lebih tepat pak dokter
yang ahli dalam bidang ini yang lebih baik menjelaskan
permasalahan semacam ini,kalau bukan ahlinya,maka akan
membingungkan orang.

Karena saya percaya akan ilmu pak dokter,maka dengan
sejujurnya saya ingin bertanya,atau boleh dikatakan
tukar pendapatlah dengan pak dokter.Karena saya
percaya bila kita bertanya dan diskusi pada orang
�orang yang ahli dalam bidangnya,InsyaAllah,ilmu yang
akan kita dapatkan tentu jauh lebih baik lagi,dan ada
resume sementara,atau hasil akhir yang dapat di bawa
pulang,kalau bukan ahlinya,maka pembicaraan tidak bisa
tuntas.

 Dan saya ingin jawaban dari pak dokter,bukan dari
siapa-siapa lagi,karena saya sudah lihat betul dari
postingan-postingan pak dokter memang pak dokter
memang menekuni dan ahli dalam bidang kedokteran ini.(
meski bidang kedokteranpun bermacam-macam pula ).

Begini pak Dokter,sesuai dengan ilmu dalam bidang
agama yang say a pelajari,kata-kata " sperma " = " air
mani ". 

Dalam kamus bahasa Indonesia juga yang dikatakan "
sperma= mani ".Sementara air mani dalam kamus bahasa
Indonesia yang diterbitkan oleh dep dik bud. Kata "
mani " adalah = Cairan kental yang  menyembur dari
kelamin lelaki waktu ejakulasi dan merupakan produk
dari berbagai organ,missal dari buah zakar,gelembung
mani,kelenjar prostrate,sperma.

Sperma = mani ,ini seumpama seorang yang punya nama
dan juga punya gelar lain dari sebutannya.Misalkan da
Mulyadi ini namanya,namun da Mulyadi ini juga di
panggil dengan Sutan bangsawan,atau apa gitu. Juga
seperti Nofen yang namanya nofen,namun sekarang nofen
juga dipanggil orang dengan sutan Muda.Atau Seperti
Ibnu Abbas,nama sebenarnya Ibnu Abbas ini adalah
Abdullah,tapi karena beliau anaknya sahabat Abbas,maka
di panggilah beliau dengan sebutan " Ibnu Abbas ".Jadi
orangnya itu-itu juga.

Begitulah air mani ia disebut dengan " Sulaatin =
Saripati = Nuffah = air mani= sperma .Jadi sperma itu
merupakan saripati makanan lelaki,yang banyak
mengandung gizi dan zat-zat protein dan sebagainya
itu.Yang diberikan pada wanita itu dari lelaki
merupakan saripati makanan ( begitu baiknya
lelaki,kasih yang baik-baik dan saripatinya saja
),pada wanita,wajar kita wanita berterimakasih pada
lelaki.

Begitupula lelaki wajar berterimakasih pada
wanita,karena tempat atau ovum yang diberikan pada
temannya saat pertemuan ovum dan sperma juga merupakan
saripati wanita juga.Dan wanita telah bersedia
menyiapkan dirinya sebagai tempat pembuahan di
rahimnya.( tetapi ada juga pembuahan di luar
rahim,atau di dunia luar seperti bayi tabung
).Silahkan saja bagi lelaki memilih.Mau di buahkan di
rahim wanita ,atau di Tabung ? Tapi tetap ada resiko
dan hukumnya dalam Islam.Bisa-bisa sih,anak lahir
dalam tabung.( bayi tabung ini tetap mempergunakan
sperma lelaki dan  wanita ) 

Dan sekarang saya mencoba menjelaskan  ihwal
reproduksi Manusia di tinjau dari Al Qur'an.Ini khusus
yang berkaitan dengan tahap pembuahan atau pertemuan
sperma dan ovum.

Terdapat paling tidak tiga ayat Al Qur'an yang
berbicara tentang sperma ( mani ),yaitu :

1 ) " Apakah manusia mengira bahwa ia akan di
tinggalkan begitu saja ( tanpa pertanggung jawaban )
?.Bukankah ia dahulu Nutfah dari mani yang di tuangkan
( kedalam rahim ),kemudian dia menjadi " Alaqah,lalu
ia menciptakannya dan menyempurnakannya ?.Lalu Allah
menjadikan darinya sepesang lelaki dan perempuan ?
( Surah Al Qiyamah 36-39 )

2) Surah An Najm ( 45-46 ).
Dan bahwasanya Dialah Allah yang menciptakan
berpasang-pasangan lelaki dan perempuan,dari Nutfah
apabila dipancarkan .
3 ). Maka terangkanlah kepadaKu,tentang apa yang kamu
pancarkan ( mani ).kamukan yang menciptakannya,atau
kami ?

Ayat Al Qiyamah diatas secara jelas dan tegas
mengatakan bahwa nuthfah merupakan bagian kecil dari
mani yang dituangkan kedalam rahim.

Kata Nuthfah dalam bahasa Al Qur'an adalah " setetes
yang dapat membasahi ".
Informasi Al Qur'an tersebut sejalan dengan penemuan
ilmiyah pada abad kedua puluh ini yang
menginformasikan bahwa pancaran mani yang menyembur
dari alat kelamin pria mengandung sekitar duaratus
juta lebih manusia,sedangkan yang berhasil dengan ovum
hanya satu.Itulah yang dimaksudkan Al Qur'an dengan "
Nutfatun min manii yumnaa = Nutfah dari mani yang
memancar = menyembur ).

Selanjutnya ayat " An Najm ",diatas menginformasikan
bahwa dari setetes nutfah yang memancar itu Allah
menciptakan kedua jenis manusia lelaki dan
perempuan.Sekali lagi Al Qur'an menginformasikan
informasi yang sangat akurat.

Penelitian ilmiyah membuktikan bahwa adanya dua macam
kandungan sperma  ( mani lelaki ),yaitu kromosom "
lelaki ",yang dilambangkan dengan huruf " Y ", dan
kromosom perempuan dilambangkan dengan huruf  " X ".

Sedangkan ovum milik perempuan  hanya
semacam,dilambangkan dengan huruf " X ".

Apabila yang membuahi ovum adalah sperma yang memiliki
kromosom Y,maka yang dikandung adalah anak lelaki,dan
bila " X ",maka " X " tadi bertemu dengan " X ",maka
yang dikandung adalah anak perempuan.

Jika demikian yang menentukan jenis kelamin adalah
nutfah yang dituangkan sang ayah tersebut.
 Jadi lelaki jangan mencak-mencak pada istrinya yang
cuman melahirkan anak perempuan saja, atau anak lelaki
saja tohk..yang menentukan jenis kelamin anak yang
bakal muncul adalah dari kromosom lelaki .Perempuan
itu hanya menerima saja ( hihihi,.koq jadi ingat da
Zul yah..yang masih penasaran dan pening kepalanya itu
).

 Ini menurut penjelasan kedokteran yang saya
pelajari,baik sewaktu SMP dan SMA,juga sesuai dengan
buku-buku kedokteran yang saya baca Dan hal ini sesuai
dengan penjelasan Al Qur'an bahwa air mani  ( sperma )
dari lelakilah yang sangat menentukan jenis kelamin
dari  janin yang dikandung wanita tersebut.makanya
saya pernah bilang sperma lelaki itu sangat tinggi dan
mahal harganya.

Ayat lain yang mengisyaratkan bahwa peranan sperma
dalam menentukan jenis kelamin anak adalah dalam
FirmanNya dalam surah Al Baqarah ( 2: 223 ).

" Istri �istri kamu adalah lading untukmu,maka
garaplah ladangmu bagaimana kamu kehendaki "
Apabila petani menanam ketimun,diladangnya,maka jangan
harapkan yang tumbuh adalah buah  kelapa,karena ladang
hanya menerima benih.Ini  berarti yang menentukan
jenis tanaman adalah petani bukan ladangnya.

Wanita atau istri oleh ayat diatas diibaratkan dengan
ladang.Jika demikian bukan wanita yang menentukan
jenis kelamin anak,tetapi yang menentukan adalah benih
yang ditanam ayah di dalam rahim.

Hasil pertemuan antara sperma dan ovum dinamai Al
Qur'an dengan " Nuthfah Amsyaz " : Sesungguhnya Kami
telah menciptakan manusia dari setetes Nuthfah amsyaz
( yang bercampur ).Kami hendak mengujinya dengan
perintah dan larangan Karena itu kami jadikan ia
mendengar dan melihat. ( Q.S Al Insan 76 : 2 ).

Pada tahun 1883,van Bender membuktikan bahwa sperma
dan ovum memiliki paranan yang sama dalam pembentukan
benih yang telah bertemu itu,dan pada tahun 1912
Morgan membuktikan peranan kromoson dalam pembentukan
janin

Ada yang menarik untuk diketahui bahwa kata " Amsyaz
",berbentuk " jamak,sedangkan bentuk tunggalnya adalah
" Masyaj ".

Sementara itu kata " Nuthfah ",adalah bentuk
tunggal,dan bentuk jamaknya adalah " Nutafun ".

Sepentas terlihat bahwa redaksi " Nutfah Amsyaz
",tidak lurus,karena ia berkedudukan sebagai Adjektif
( sifat ) dari Nutfah.
Sedangkan dalam Bahasa Arab,antara sifat dan disifati
harus sesuai.Jika feminine,maka sifatnyapun demikian
juga,jika tunggal,maka sifatnyapun tunggal juga,serta
jamak,juga jamak ( plural ).

Di Dalam ayat terlihat bahwa Nuthfah berbentuk
tunggal,sedangkan Amsyaz berbentuk Jamak.

Apa gerangan sebabnya,kelirukah Al Qur'an..? ( kalau
orang yang tidak mengerti bahasa Arab , akan
mengatakan Al Qur'an keliru ).

Pakar-pakar bahasa menyatakan bahwa jika sifat dari
satu hal yang berbentuk tunggal,mengambil bentuk
jamak,maka itu mengisyaratkan bahwa sifat tersebut
mencakup seluruh bagian-bagian kecil yang
disifatinya.( bukankah dalam Nutfah pancaran mani dari
lelaki mengandung sekitar dua ratus juta benih manusia
?).

Dalam hal Nutfah maka sifat Amsyaz  ( bercampur
),Bukan sekedar bercampurnya dua hal sehingga
menyatu,atau terlihat menyatu,tetapi percampuran itu
sedemikian mantap,sehingga mencakup seluruh bagian
dari nutfah tadi.

Nutfah Amsyaz itu sendiri adalah hasil percampuran
sperma,dan ovum,yang masing-masing memiliki 46
kromosom.
Jika demikian wajar bila Al Qur'an menggunakan bentuk
jamak,untuk menyifati nutfah yang memiliki jumlah yang
banyak dari kromosom itu.

Dan Informasi Al Qur'an tidak sampai
disana.Dilanjutkan nya,bahwa Nutfah tersebut dalam
proses selanjutnya menjadi " Alaqah "
" Kemudian Kami jadikan Nutfah itu " Alaqah " ( Q.S Al
Mukminun 23 : 14 ).
Pakar-pakar Embriologi menegaskan bahwa setelah
menjadi pembuahan ( amsyaz ),maka Nutfah ( yang sudah
bercampur tadi ) tersebut berdempet di dinding
rahim.Dan inilah yang dimaksudkan Al Qur'an dengan "
Alaqah ".

Kata " Alaqah ",dalam kamus-kamus bahasa mempunyai
banyak arti,antara lain " segumpal darah ",atau "
Sejenis cacing " yang terdapat didalam air,bila
diminum dapat melengket di tenggorokan.
Kata " Alaqah ",akar katanya " Aliqa ",Yang berarti "
tergantung  / Melengket.
Jadi bagi wanita yang keguguran,biasanya banyak
penyebabnya,yang pasti janin tersebut tidak dapat lagi
melengket di rahim sang wanita,bisa dikarenakan rahim
wanita sendiri yang lemah,atau karena sang janin itu
sendiri yang lemah.Penyebabnya macam-macam,karena
obat-obatan,makanan,atau kecapean, atau memang lemah
rahimnya.Wallhua'lam,Yang pasti bagaimanapun semua
atas kehendak dan takdir Allah SWT.Kalau Allah bilang
: Kun ",( jadi ),fayakun ( maka jadilah ia ),kalau
Allah bilang Tidak jadi,maka tidak jadilah ia. (
hihihi ingat nofen,katanya istrinya lagi hamil,mabruk
deh = selamat  deh ).

Kita boleh bertanya : " dari mana Muhammad SAW
memperoleh informasi yang demikian akurat itu ,
padahal hakikat ilmiyah ini baru ditemukan oleh
ilmuwan setelah beributahun lebih dari kedatangan
beliau ?" itulah wahyu Allah yang maha mengetahui,yang
mana ayat-ayatnya selalu relevan ( sesuai ),dengan
perkembangan zaman kapan dan dimana sajapun.karena
Allah maha mengetahui,dan disampaikanNya pada hamba
pilihanNya.

Dan untuk catatan,mungkin yang dimaksud oleh Pak
Dokter Rahyu salim sperma lelaki ada dua
jenisnya.pertama cairan encer,kedua kental.Dan cairan
kental inilah yang akan memancar dan bertemu dengan
ovum,sehingga jadilah janin,( disaat ejakulasi,cairan
kental ini akan keluar,yang mempunyai bau khas,kata
Pak Dokter ).

Mungkin sebagai tambahan informasi sesuai dengan
bidang saya ( agama ),cairan bening dari lelaki,yang
sebelum ia ejakulasi ( mencapai titik klimaks ),saat
bermesraan,atau kadang ada lelaki yang sudah
terangsang saja lihat bentuk tubuh wanita,langsung ada
cairan yang keluar dari penisnya,ini dalam agama
disebut dengan " madzi "
Dan cairan Madzi ini tidak membuat lelaki tersebut
wajib mandi,karena ia bukan hadast besar,tapi hadast
kecil,hanya keluar sesuatu dari salah satu dua
jalan,yaitu kubul dan dubul.hanya saja membatalkan
Udhuk,bila ia ingin shalat,harus berudhuk lagi.

Namun bila sang lelaki sampai mencapai titik
klimaks,keluar cairan kental ( biasanya lelaki ini 
letih,kalau mengeluarkan cairan kental  tersebut ).Ini
yang disebut dengan sperma dan yang mewajibkan " mandi
wajib ".

Dari segi agama lagi,sebagai tambahan informasi
aja,kalau saja sang lelaki dan wanita saat
bermesraan,dan kepunyaan lelaki sudah menyentuh,(
apalagi masuk ),ke tempat punyanya wanita.Keluar atau
tidak keluar cairan kental ( sperma ),tersebut tetap
wajib mandi.
Karena dalam Hadist ada disebutkan,bertemu dua kelamin
mewajibkan mandi,meskipun sang pria tidak mengeluarkan
spermanya.

Mudah-mudahan informasi tambahan ini bermanfaat bagi
kita semua.Dan bagi Pak Dokter Rahyusalim,saya sangat
berterimakasih sekali,bila ada tambahan baru dari
beliau,dalam masalah ini.

Kalau pertanyaan,sebenarnya akan banyak yang saya
tanyakan pada beliau masalah ini,terutama masalah
kloning tersebut ( meski saya banyak membaca dalam hal
ini,namun ada setitik pertanyaan ).Tapi bagaimana saya
mau bertanya,sedangkan manusia kloning saja belum
terbukti adanya,hanya baru sampai kemungkinan
terjadi.Bila saja nantik ada terjadi,InsyaAllah akan
ada yang saya tanyakan pada Pak Dokter Rahyu salim.

Demikian dulu dari saya sebagai tambahan informasi,dan
ini hadiah buat kita semua,khusus untuk da Zul,yang
katanya masih pening dan penasaran,moga-moga ngak
penasaran lagi yah da Zul..( hihihi ).

Wassalam. ( Cairo 8 Oktober  03 Rahima )




yang cukup mendasar seperti air mani, sperma dlsb.
> Untuk pembahasan ini saya
> pikir perlu ahli bahasa arab, kemudian bahas
> Indonesia dan bahasa sains
> (minimal tiga ahli ini bisa duduk bersama dalam
> menentukan maksud dari ayat
> itu sendiri). 
> Sedikit saya tambahkan mengenai pengertian dari
> sains
> Ketika seorang laki-laki sedang orgasme maka dari
> alat kemaluannya (penis)
> akan dikeluarkan (disemprotkan, injected) cairan
> kental berwarna bening
> berbau khas (disebut air mani, aie mani, semen). 
> Semen: : a viscid whitish fluid of the male
> reproductive tract consisting of
> spermatozoa suspended in secretions of the accessory
> glands and especially
> of the prostate and Cowper's glands 
> Air mani (aie mani, semen) ini terdiri dari bagian
> yang cair dan bagian yang
> padat. Yang berwujud cair biasanya terdiri dari air,
> karbohidrat, protein
> dan lemak berupa zat gizi yang dapat dikonsumsi oleh
> sel sperma. Sementara
> yang berwujud padat adalah sel-sel sperma.  
> Ketika seorang wanita sedang melakukan akifitas
> sexual akan dikelurkan
> cairan bening kental yang mirip dengan yang
> dikeluarkan oleh pria. Dari
> beberapa hadist yang saya baca (dari kitab
> Riyadhushshalihin terjemahan)
> cairan yang dikeluarkan oleh wanita inipun disebut
> air mani. Istilah air
> mani pada wanita ini pada sains tidak diberikan nama
> khusus, air mani ini
> disebut sebagai produksi dari kelejar Bartholin
> (lubricating mucus ), dan
> kelenjar sexual lainnya


__________________________________
Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Shopping - with improved product search
http://shopping.yahoo.com
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com 
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================

Kirim email ke