Assalamualaikum untuk uni Rahima dan pembaca RN sekalian
Terima kasih kembali Uni Rahima, saya akan mencoba pula menjelaskan apa yang saya ketahui.
Bagaimana sih proses terbentuk seorang manusia sekarang (anak dari sepasang laki2 dan wanita, berbeda dengan penciptaan Nabi Adam AS, Siti Hawa, dan Nabi Isa AS)?
Apabila seorang suami isteri melakukan hubungan seksual maka si suami akan menumpahkan (menyemprotkan, injected) 1,5 ml sd 5 ml cairan bening kental yang berbau khas (tidak busuk) yang disebut semen (air mani, tulisan Uni rahima disebut juga sperma) ke dalam liang vagina si isteri.
Saya uraikan sedikit mengenai semen. Semen ini adalah istilah yang diberikan untuk cairan yang dikeluarkan dari alat kemaluan laki2 ketika si laki2 itu mengalami ejakulasi. Jumlahnya kurang lebih 1,5 ml sd 5 ml. Cairan semen ini secara mikroskopis terdiri dari bagian yang padat yaitu sel-sel sperma (spermatozoa, tulisan uni rahima ini juga diberi istilah sperma) dan bagian yang cair yaitu air, karbohidrat, protein, lemak dlsb. Sel-sel sperma tadi berjumlah kurang lebih 20 juta sampai 150 juta per ml. Jadi rentang jumlah normal sel sperma seorang laki2 sekali ejakulasi adalah antara 30 juta sampai dengan 750 juta. Sel-sel sperma ini diproduksi oleh testis (biji zakar, peler). Sel2 sperma ini terus dibentuk sampai si laki-laki tadi meninggal dan diperbaharui setiap 2 sampai tiga hari. Jadi kalau hari ini dikeluarkan maka sel2 sperma tadi akan tersedia lagi setelah 2 sampai 3 hari. Sementara bagian cair dari semen diproduksi oleh kelenjar2 kelamin pria seperti vesica seminalis, prostat dlsb.
Apa yang terjadi setelah semen ini di semprotkan di liang vagina si isteri?
Sel2 sperma tadi dengan segala daya upayanya akan melesat cepat (berenag) menuju satu sel telur (dan hanya satu) yang berada di tuba fallopi wanita. Jadi 30 juta sampai dengan 750 juta sel-sel sperma tadi akan berlari berebutan (maraton) menuju sel telur yang berada di tuba fallopi wanita. Mereka saling mendahului. Pertanyaannya Kok bisa sekian juta sel sperma itu satu tujuan? Fenomena ini memang belum bisa dijelaskan. Namun ada beberapa teori yang mengatakan bahwa sel telur wanita (ovum) itu mengeluarkan semacam zat kimia (yang belum diketahui wujudnya) yang mampu menarik perhatian sel2 sperma sehingga mereka mau satu tujuan berebutan mengejar sel telur.
Apabila salah satu sel sperma telah menyentuh dinding sel telur, kemudian di tembus maka serta merta dinding sel telur itu mengeras sehingga sel sperma kedua, ketiga, dst yang sampai pada dinding sel telur tidak bisa lagi mengganggu sel telur. Jadi hanya satu sel sperma yang dapat menyatu dengan sel telur. Hanya 1 dari sekian juta sel sperma yang dapat menembus dan diterima sel telur. Begitu terjadi penyatuan satu sel sperma dengan satu sel telur maka dimulailah fase mitosis sel dan seterusnya. Dari 1 sel sperma dan 1 sel telur yang menyatu menjadi satu sel calon bayi maka terjadilah proses pembelahan sel menjadi 2, 4 dan seterusnya sampai terbentuk janin.
Sedikit komentar terhadap tulisan Uni Rahima
Begini pak Dokter,sesuai dengan ilmu dalam bidang agama yang say a pelajari,kata-kata " sperma " = " air mani ".
Mengenai istilah sperma ini saya pikir supaya tidak ketukar perlu dibedakan antara sel sperma, cairan sperma dan semen.
Begitulah air mani ia disebut dengan " Sulaatin = Saripati = Nuffah = air mani= sperma .Jadi sperma itu merupakan saripati makanan lelaki,yang banyak mengandung gizi dan zat-zat protein dan sebagainya itu.Yang diberikan pada wanita itu dari lelaki merupakan saripati makanan ( begitu baiknya lelaki,kasih yang baik-baik dan saripatinya saja ),pada wanita,wajar kita wanita berterimakasih pada lelaki.
Tampaknya istilah sperma yang uni Rahima maksud disini adalah Cairan sperma. Kalau yang dimaksud adalah sel sperma maka proses pembentukannya adalah sama dengan sel sel lainnya. Terus terang saya agak kesulitan mengambil padanan yang pas untuk istilah nutfah, saripati, sulaatin karena istilah ini sangat filosofis. Sementara saya memahami proses reproduksi itu sebagai suatu yang real dapat dirabarasakan.
Begitupula lelaki wajar berterimakasih pada wanita,karena tempat atau ovum yang diberikan pada temannya saat pertemuan ovum dan sperma juga merupakan saripati wanita juga.
Dari segi ilmu reproduksi posisi sel telur dan sel sperma sama. Mereka saling membutuhkan. Sehingga antara keduanya seharusnya saling berterima kasih
Dan wanita telah bersedia menyiapkan dirinya sebagai tempat pembuahan di rahimnya. ( tetapi ada juga pembuahan di luar rahim,atau di dunia luar seperti bayi tabung ).Silahkan saja bagi lelaki memilih.Mau di buahkan di rahim wanita ,atau di Tabung ? Tapi tetap ada resiko dan hukumnya dalam Islam.Bisa-bisa sih,anak lahir dalam tabung.( bayi tabung ini tetap mempergunakan sperma lelaki dan wanita )
Teknologi kedokteran reproduksi sedang mengarah ke sana. Walau pun sampai sekarang pada manusia belum ada publikasi yang memuat keberhasilannya.
Dan sekarang saya mencoba menjelaskan ihwal reproduksi Manusia di tinjau dari Al Qur'an.Ini khusus yang berkaitan dengan tahap pembuahan atau pertemuan sperma dan ovum.
Terdapat paling tidak tiga ayat Al Qur'an yang berbicara tentang sperma ( mani ),yaitu :
1 ) " Apakah manusia mengira bahwa ia akan di tinggalkan begitu saja ( tanpa pertanggung jawaban ) ?.Bukankah ia dahulu Nutfah dari mani yang di tuangkan ( kedalam rahim ),kemudian dia menjadi " Alaqah,lalu ia menciptakannya dan menyempurnakannya ?.Lalu Allah menjadikan darinya sepesang lelaki dan perempuan ?
( Surah Al Qiyamah 36-39 )
2) Surah An Najm ( 45-46 ).
Dan bahwasanya Dialah Allah yang menciptakan berpasang-pasangan lelaki dan perempuan,dari Nutfah apabila dipancarkan .
3 ). Maka terangkanlah kepadaKu,tentang apa yang kamu pancarkan ( mani ).kamukan yang menciptakannya,atau kami ?
Maha benar Allah dengan segala FirmanNya
Ayat Al Qiyamah diatas secara jelas dan tegas mengatakan bahwa nuthfah merupakan bagian kecil dari mani yang dituangkan kedalam rahim.
Kata Nuthfah dalam bahasa Al Qur'an adalah " setetes yang dapat membasahi ".
Informasi Al Qur'an tersebut sejalan dengan penemuan ilmiyah pada abad kedua puluh ini yang menginformasikan bahwa pancaran mani yang menyembur dari alat kelamin pria mengandung sekitar duaratus juta lebih manusia,sedangkan yang berhasil dengan ovum hanya satu.Itulah yang dimaksudkan Al Qur'an dengan "
Nutfatun min manii yumnaa = Nutfah dari mani yang memancar = menyembur ).
Mungkin maksudnya sekitar dua ratus juta lebih sel sperma.
Selanjutnya ayat " An Najm ",diatas menginformasikan bahwa dari setetes nutfah yang memancar itu Allah menciptakan kedua jenis manusia lelaki dan perempuan.Sekali lagi Al Qur'an menginformasikan informasi yang sangat akurat.
Penelitian ilmiyah membuktikan bahwa adanya dua macam kandungan sperma ( mani lelaki ),yaitu kromosom "
lelaki ",yang dilambangkan dengan huruf " Y ", dan kromosom perempuan dilambangkan dengan huruf " X ".
Mungkin kalimat di atas yang lebih tepat adalah
Penelitian ilmiah membuktikan bahwa ada dua macam sel sperma yaitu sel sperma yang membawa kromosom Y dan sel sperma yang membawa kromosom X.
Sedangkan ovum milik perempuan hanya
semacam,dilambangkan dengan huruf " X ".
Apabila yang membuahi ovum adalah sperma yang memiliki kromosom Y,maka yang dikandung adalah anak lelaki,dan bila " X ",maka " X " tadi bertemu dengan " X ",maka yang dikandung adalah anak perempuan.
Jika demikian yang menentukan jenis kelamin adalah nutfah yang dituangkan sang ayah tersebut.
Dalam penentuan jenis kelamin seolah-olah memang kelihatannya sang ayah yang berperan besar. Namun kenyataannya dalam beberapa penelitian justru yang sangat berperan adalah si ibu. Kenapa ? Para pakar reproduksi telah mencoba mengidentifikasi perilaku dan sifat sel-sel sperma pembawa kromosom x dan sel-sel sperma pembawa kromosom y. Antara lain adalah sel sperma pembawa kromosom y tidak tahan asam, posturnya lebih kecil dibanding temannya, gerakannya lebih lincah namun cepat mati. Liang vagina dan cairan yang ada di dalamnya dapat menjadi filter kedua sel ini. Apa bila suasana saluran (jalan) yang ditempuh oleh sel-sel sperma tadi berliku-liku, banyak rintangan, suasananya asam maka ini menguntungkan sel-sel sperma pembawa kromosom x. Sehingga dapat diramalkan bahwa anak yang akan lahir itu adalah wanita. Demikian sebaliknya. Jadi kelihatan disini bahwa peranan si ibu lah yang sangat dominan karena dia sebagai filter yang menentukan sel sperma yang membawa kromosom mana yang dia mau.
Jadi menurut pendapat saya sebenarnya peranan keduanya sangat seimbang dan saling dibutuhkan.
Nutfah Amsyaz itu sendiri adalah hasil percampuran sperma,dan ovum,yang masing-masing memiliki 46 kromosom.
Satu sel sperma memiliki 23 kromosom. Satu sel ovum memiliki 23 kromosom
Jika demikian wajar bila Al Qur'an menggunakan bentuk jamak,untuk menyifati nutfah yang memiliki jumlah yang banyak dari kromosom itu.
Dan Informasi Al Qur'an tidak sampai
disana.Dilanjutkan nya,bahwa Nutfah tersebut dalam proses selanjutnya menjadi " Alaqah "
" Kemudian Kami jadikan Nutfah itu " Alaqah " ( Q.S Al Mukminun 23 : 14 ).
Pakar-pakar Embriologi menegaskan bahwa setelah menjadi pembuahan ( amsyaz ),maka Nutfah ( yang sudah bercampur tadi ) tersebut berdempet di dinding rahim.Dan inilah yang dimaksudkan Al Qur'an dengan "
Alaqah ".
Zigot tertananm didinding rahim (seperti kita menanam biji kacang, dilobangi kemudian kacang dimasukkan ke dalam lobang kemudian ditimbun dalam tanah
Dan untuk catatan,mungkin yang dimaksud oleh Pak Dokter Rahyu salim sperma lelaki ada dua jenisnya.pertama cairan encer,kedua kental.Dan cairan kental inilah yang akan memancar dan bertemu dengan ovum,sehingga jadilah janin,( disaat ejakulasi,cairan kental ini akan keluar,yang mempunyai bau khas,kata Pak Dokter ).
Sudah saya jelaskan lagi di awal.
Mudah-mudahan informasi tambahan ini bermanfaat bagi kita semua.Dan bagi Pak Dokter Rahyusalim,saya sangat berterimakasih sekali,bila ada tambahan baru dari beliau,dalam masalah ini.
Tambahan dari saya mungkin hanya itu.
Kalau pertanyaan,sebenarnya akan banyak yang saya tanyakan pada beliau masalah ini,terutama masalah kloning tersebut ( meski saya banyak membaca dalam hal ini,namun ada setitik pertanyaan ).Tapi bagaimana saya mau bertanya,sedangkan manusia kloning saja belum terbukti adanya,hanya baru sampai kemungkinan terjadi.Bila saja nantik ada terjadi,InsyaAllah akan ada yang saya tanyakan pada Pak Dokter Rahyu salim.
Dengan senang hati akan saya jawab sesuai dengan bidang yang saya tekuni
Wassalam
Rahyussalim

