salah satu kelemahan fasilitas email dan sms adalah : intonasi.
nggak ada intonasi.
perlu kejelian untuk nangkep makna rangkaian huruf2 tersebut.
 
kita ngobrol langsung aja ke orangnya sembari tatap muka, masih bisa salah ngerti, salah paham.
apalagi cuma baca rangkain huruf ?
terutama di milis. karena kita nggak kenal karakter in person.
 
 
 
"C"
ps : mengenai masalah tawa dan tertawa, ada quotationnya kan : tertawalah sebelum tertawa itu dilarang.
 
----- Original Message -----
From: -- (*o*) --  tapi perhatikan saja kejadian2 yang berlangsung di rantaunet selama 2 minggu terakhir. Setiap orang mengaku dirinya benar, setiap orang mengaku dirinya salah, setiap orang mengaku dirinya pintar tapi dengan kerendah hatian "yang menakjubkan" setiap orang juga mengaku dirinya bukan apa-apa. Itu semua ditulis terang-terangan, melintas seterang cahaya dilayar PC kita. Persoalan adalah apakah pemahaman, intreprestasi kita yang membaca kata-kata tsb memang sesuai dengan  pesan melalui kata-kata yang disampaikan sang penulis? Tidak tahu yang lain, tapi kalau aku sering tertawa sekaligus meringis terhadap tulisan2 yang aku anggap amat "lucu", padahal aku yakin sang penulis tidak sedang melucu. Nah C, disitulah letak romantisme "stabilitas dan makna suatu kata dan/atau kalimat relatif terhadap orang lain".

Kirim email ke