|
fyi,
UNDANGAN Masyarakat Indonesia sangat dikenal karena pluralitas
masyarakatnya baik dari suku, agama, budaya, bahasa, kesenian dan bahkan
pandangan hidup-pandangan hidupnya. Namun pluralitas (keberagaman ini)
hanya menjadi slogan karena tidak ada ruang bagi masyarakat untuk
mengekspresikan dirinya dan bahkan membangun dialog satu sama lain yang saling
berbeda. Hal ini menyebabkan terjadinya prasangka-prasangka dan steriotype
yang berkembang menjadi stigma (cap buruk) pada masing-masing kelompok
masyarakat. Akibat situasi ini menimbulkan sekat-sekat atau pengkotakan
dalam masyarakat yang pada akhirnya melahirkan sikap saling curiga satu dengan
lainnya bahkan akibat lebih jauh adalah timbulnya konflik-konflik yang telah
terjadi. Dialog Publik tentang Pluralisme Tema: Memahami dan Menghargai Keberagaman untuk Hidup Bersama dalam Masyarakat Indonesia yang Heterogen Dialog diadakan pada: Selasa, 14 Oktober 2003 Pukul 14.00-17.00 WIB Aula Perpustakaan Nasional Jl. Salemba Raya No. 28 A, Jakarta Berdasarkan kepihatinan inilah maka beberapa organisasi bergabung untuk mensosialisasikan pentingnya pemahaman dan penghargaan terhadap perbedaan dengan menyelenggarakan Festival Pluralisme yang dinamakan Rayakan Keberagaman Kita Festival (RAKK-Fest 2003). salah satu kegiatan RAKK-Fest ini adalah Dialog Publik ini. Pembicara: 1. 2. 3. Bentuk Kegiatan: 1. 2. 3. |

