Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Waalaikumsalam.Wr.Wb. Maaf sekali,baru kali ini saya dapat membalas mail saudara.Bukan apa-apa,andaikan saja saudara mengikuti mailing List RN dan Surau ,disana akan kelihatan,bahwa saya boleh dikatakan sibuk. Begini,saya dapat merasakan perasaan Dewi,temannya saudara itu.Saya umpamakan,kalau diri Dewi adalah saya,bagaimana tindakan saya.Begitupun saya dapat merasakan perasaan ibunya Dewi,serta bagaimana seharusnya sikap dan tindakan saya terhadap anak perempuan saya. Kejadian yang menimpa Dewi,seumpama orang makan buah simalakama.Dimakan tak enak,rasanya pahit,di tolak juga repot. Menikah dengan pria yang tidak kita cintai,sangat berat sekali,apalagi landasan menikah nya pasangan kita tersebut,adalah karena materi ( agar bea siswa lelaki tersebut penuh diterima ). Sementara menolak permintaan orang tua ( ibu ),sangat berat juga,karena kita di suruh patuh pada ortu. Baik,disini saya jelaskan,dalam Islam,memang kita di suruh mematuhi orang tua,sebatas itu masalah-masalah tertentu dan bukan masalah principial.Dimana juga Allah berfirman " Laataata fi ma'siatilkhaliq " ( Tidak ada ketaatan pada makhluk untuk melanggar pada perintah,dan menjauhi larangan Allah. Sementara dalam kitabNya juga Allah berfirman : " Berbuat baiklah pada orang tua apabila keduanya telah mencapai usia lanjut,maka janganlah kamu katakan " Ah,Cis,pada keduanya,dan jangan kamu bentak keduanya,katakanlah pada keduanya perkataan yang baik " Wanita menikah itu adalah dengan rasa , Ridha ( suka ),jadi wanita itu memang harus suka pada pasangan yang akan mendampingi hidupnya.Rasulullah SAW bersabda " Bawalah wanita-wanita itu menurut kesenangan mereka ",maksudnya kawinilah perempuan itu menurut lelaki yang mereka cintai,apabila memang sesuai dengannya. Dan sang ibu,atau keluarga yang sampai memukuli dan menghalangi sang anak shalat kepada Allah,bagi saya itu sudah orang tua yang " keterlaluan ".Sebagai ibu,ngak pantas sampai menyumpahi anak semacam itu.Tapi bagi si anak,meskipun telah diperlakukan kasar oleh ibunya semacam itu,ia tetaplah wajib berbuat baik,dan berkata lemah lembut pada ibunya. Pernah kejadian dimasa Rasulullah SAW,seorang sahabat yang masuk Islam,sedangkan ibunya musyrik.Sang ibu tidak mau lagi mengakui anaknya tersebut,bahkan sangat kasar terhadapnya.Sampai sahabat ini datang kepada Rasulullah SAW,bagaimana seharusnya ia bersikap pada ibunya tersebut. Rasulullah menjawab. " Tetaplah kunjungi ibumu,berbuat dan berkata baiklah padanya,bantulah kehidupannya,jika memang sang ortu memerlukan bantuan,dan memang tidak ada lagi penghasilannya,maka tetap menjadi kewajibannya untuk tetap berkata dan berbuat baik pada sang ortu tersebut. " Namun berbuat baik,ini tidak diartikan kita harus mematuhinya dengan segalanya,termasuk dalam memilih pasangan hidup kita,apalagi sampai kewajiban kita pada Allah SWT,harus dilalaikan.Tidak,.tidak semacam itu dikatakan berbuat baik pada ortu. Terhadap pria ( Rusdi ),yang hanya ingin menikahi Dewi karena landasan materi itu saja,pikir-pikir seribu kalilah untuk itu.Karena Cinta yang berlandaskan materi keduniawiaan,tidak akan kekal.Bisa di tinjau ulang kembali,apa niatnya menikahi Dewi,apakah benar2 cinta,atau karena nafsu material semata ? Sekarang permasalahan yang sudah mencapai Dewi tersebut,sebaiknya Dewi banyak shalat tahajjud dan baca Al Qur'an,perbanyaklah berdo'a pada Allah SWT. Kalau kita sudah yakin dan tawakkal pada Allah SWT,InSyaAllah,Allah akan bukakan jalan yang terbaik buat kita dalam menghadapi berbagai macam permasalahan.Terkadang bantuan Allah itu datangnya pas saat-saat genting dan pada puncak kita sudah tak mampu lagi menghadapi suatu masalah,namun bila saja kita selalu ingat Allah,percayalah Allah tidak akan pernah meninggalkan hambaNYa. Mungkin ini dulu yang dapat saya berikan,perbanyak maaf. Wassalam.Rahima.( 34 thn ) > Mohon maaf kalau email saya ini mengganggu aktivitas > ibu. > Saya kebetulan dapat alamat email ibu dari teman > saya yang aktif di mailling surau, dan Insyaallah > ibu dapat memberikan bahan masukan dari problem > teman saya > > > Begini Bu, saya punya teman saya sebut aja namanya > Dewi, saat ini ini dia punya masalah yang menurut > saya cukup pelik. > > Saya akan coba uraikan dari awal kejadiannya. > > Sekitar bulan Mei yll , teman kakak teman saya ini ( > Lina) melangsungkan pernikahan dengan seorang pria > pilihan dari orangtuanya sebut saja namanya Andi. > Andi mempunyai adik yang bernama Rusdi. > > Setelah acara pernikahan diisi dg acara keluarga, > pada saat itu terlontar permintaan dari ibunya Dewi > kira2 begini �Kenapa kita tidak jadiin aja dua > duanya, saya masih punya 3 orang anak yang siap > mendampingi Rusdi,kebetulan Rusdi kan juga belum > nikah, gimana kalau kita nikahkan Rusdi dengan salah > satu anak saya� (maksud dari ibunya Dewi akan > menjodohkan anaknya yang bernama Sari kakak dari > Dewi) > > Jawaban dari ibu Rusdi �Kalau Rusdi saat ini sudah > ada calonnya� > > Samapai disini topik tsb udah habis, > > Besoknya teman saya Dewi ini , bilang sama orang > tuanya , kalau dia tidak mau dijodohkan dan lagian > dia juga sudah punya teman dekat. > > Setelah keluarga Andi berikut dg Lina pergi kerumah > mertuanya .Dan tdk berapa lama kemudian ada telp > dari Keluarga Andi yang menanyakan gimana rencana > permintaan Ibu Dewi dulu, Sepertinya Rusdi tertarik > dengan Dewi. > > Kes pertama dari Dewi : Awal pinangan ibunya > ditolak, kemudian jadi berbalik. > > Saat bicara ibu Dewi bilang kalau Dewi belum punya > Teman, dan Dewi pasti Setuju. > > Kes kedua Dewi : Ibunya tidak kompromi dengannya > ,tau tau dah di setujui langsung. > > > > Dengan kejadian ini Dewi bilang sama ibunya kenapa > disetujui tanpa bertanya dulu sama Dewi, padahal > Dewi dah bilang Dewi ga mau dijodohin, dan Dewi juga > dah punya teman. > > Semenjak saat itu Dewi merasa bingung .karena setiap > hr ditanya masalah itu , dan didesak, tanpa > diberikan waktu luang untuk berfikir,dan keluarga > pria minta secepatnya kalau bisa secepatnya, > > Dewi bertanya tanya kenapa harus buru2 , saat > ditanya alasannya adalah, dia ingin menikahi Dewi > karena mau melanjutkan Studi ke Inggris untuk > mengambil S3, kalau sudah nikah dia dapat beasiswa > penuh, semua fasilitas gratis, dan kalau hanya > bujangan falitas tidak ada sama sekali. > > Berangkatnya sekitar bulan November.jadi sebelum Nov > sudah hrs dilaksanakan. > > Kes Ke Tiga Dewi : seolah olah dirinya jadi alat > untuk mendapatkan fasilitas. > > > > Dewi semakin bingung, akhirnya dia sering berkelit. > Dan kemarahan ibunya memuncak,sampai lah kata kata > kasar keluar dr ibunya.. > > Seperti �Kamu benar benar anak anjing� , anak Laknat > > Setiap tetes susu yang kamu minum aku ga akan > relakan .. > > Jika kamu masih ingin melanjutkan hubungan dengan > teman kamu , saya sebagai orang tua tidak akan > merestui, dan kelahiran keturunan kamu akan > bermandikan darah, dan kamu sekeluarga samapai anak > cucu akan makan tanah, ga akan tenag hidup > selamanya.. > > > > Semua barang yg sudah diberikan ibunya dah diminta > kembali, termasuk sajadah, Mukena, sampai pernah > suatu kali Dewi cerita kalau dia mau melakukan > shalat mukenanya diambil shg terpaksa si Dewi shalat > pakai kain sarung atas bawah. > > Pernah satukali dewi menelpon Rusdi untuk > membicarakan masalahnya, dan dari omongan Rusdi > langsung Dewi mendengar kalau seandainya Dewi Nikah > dengannya dia akan mendapatkan beasiswa penuh.lain > halnya kalau sebagai bujangan. > > Saat itu Dewi bicarakan baik2 dengan Rusdi ,kalau > dia saat ini masih kerja dan tanggung jawabnya harus > diberesin dulu, dan dengan temannya pun juga harus > dibicarakan. > > Dengan jawaban Dewi karena sudah ada teman , rupanya > Rusdi jadi mundur, katanya dia tidak mau mengganggu > hubungan Dewi dg temannya. > > Tapi setelah kejadian ini Rusdi tidak bisa dihubungi > lagi. > > Dan sekarang pun Dewi seolah2 di isolir dari > hubungan luar, setiap telp yg masuk akan di protek, > dan teman2 yg datang kerumah akan diusir , apalagi > Teman dekat Dewi. > > > > Saat ini Dewi sudah mau mengikuti kata2 orangtuanya, > dia sudah pasrah dengan kemauan Orangtuanya , dan > sudah mau menerima kemauan keluarga, meskipun itu > bertentangan dg hati nuraninya dia coba untuk kirim > e-mail ke Rusdi sesuai dengan keinginan orangtuanya > yang sebenarnya Dewi telah membohongi hati kecilnya > sendiri dan membohongi Rusdi. > > Nah yang menjadi pertanyaan besar buat Dewi saat ini > adalah : > > Bagaimana langkah Dewi selanjutnya, sementara > keluarga Rusdi seolah2 sudah enggan.dan Dewi dirumah > pun masih tetap ditekan ,dicaci maki, dimarahi. > Apakah Dewi dalam hal ini sudah durhaka sama > orang tua, karena kata2 ini pernah terlontar dari > orangtuanya.sedangkan dewi sendiri tidak ada niat > sedikitpun untuk durhaka sama orangtua. > Apakah kutukan orang tuanya akan berlaku padanya, > karena dia takut seumur hidupnya akan berada didalam > kutukan orangtua. > Dewi sudah berulang kali meminta maaf sama > orangtuanya, akan tetapi bukan maaf yang didapat, > tapi malah kemarahan. Dan dewi pun dipukuli. > > > > Saya diminta oleh dewi untuk menanya kan sama ibu > menanyakan hal ini karena Dewi tidak berani > menanyakan langsung ke Ustad yg berada dekat > rumahnya karena Ustad2 tsb sudah kenal baik dengan > orangtuanya, dengan tujuan supaya masalah keluarga > ini tidak menjadi gunjingan nantinya. Dan dewi tidak > mau orang beranggapan negatif terhadap orangtuanya. > > > > Dewi sangat berharap mendapatkan suatu jawaban yang > dapat menyegarkan bathinnya, dan mudah2an jawaba > dari Ustad dapat membuahkan suatu usulan sebagai > jalan keluar dari masalah yang dihadapinya saat ini. > __________________________________ Do you Yahoo!? The New Yahoo! Shopping - with improved product search http://shopping.yahoo.com ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED] ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ---------------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ========================================

