----- Original Message -----
Kata kuncinya sebenarnya adalah perilaku. Perilaku yang
dimaksud disini adalah perilaku seksual seperti seorang laki2
menginginkan seorang wanita menjadi pasangan hidupnya bukan pria atau
sebaliknya. Seorang wanita tidak fobia terhadap kehamilan. Jadi
batasan mengenai perilaku disini adalah dalam perilaku seksual
bukan pekerjaan dlsb. Dan semua itu bukan dibuat buat artinya dia memang
happy dengan keinginannya itu.
Fobia terhadap kehamilan dan perkawinan berarti termasuk
kasus.
Wah, aku pernah lho nemu orang yang nggak mau married.
Alasan yang dia besar2in adalah trauma keluarga. Terutama kondisi bapaknya.
(dia sendiri cewek)
Dia nggak mau ngelakuin kedua hal di atas (married dan
hamil)
Berarti ini perlu diusut melalui psikiater dong
?
Masalahnya nggak semua masyarakat ngerti fungsi seorang
psikiater. Dianggepnya kalu berobat ke sana berarti gila ato
sinting.
Tidak setiap penamapakan seperti yang dituliskan diatas
masuk ke dalam kelainan dalam batasan ini. Anak perempuan tomboi (maksudnya
mungkin gaulnya ame laki2, ngerokok, dandanan awut2an, cuek, bahasenye bahase
gaul dll) masih perlu investigasi lebih lanjut dalam menentukan bahwa dia
seorang perempuan dengan kelainan seksual
(psikitri).
Sebagai suatu contoh (ekstrim) dapat saya
utarakan (kasusnya terjadi di Jakarta). Seorang laki-laki dengan jenis
kelamin biologis laki-laki ukuran kelamin normal dan penampakan (dandanan)
lelaki tulen (pakai jas, berkumis tipis, dada bidang, atletis) mengeluh bahwa
dia sangat ingin hamil, pengen mengasuh anak, memasak, dan ingin melayani
seorang suami sebagaimana layaknya seorang isteri melayani suaminya. Lelaki
ini sangat terobsesi dengan keinginannya. Dia tersiksa dengan kondisi dia
sekarang. Lelaki ini datang kepada dokter bedah plastik untuk ganti kelamin
dan untuk selanjutnya nanti mengubah jati dirinnya.
Contoh ini adalah contoh yang ekstrim dari kelainan
transeksual yang pernah saya temukan di Jakarta.
Waria yang murni dapat digolongkan kedalam kelainan
transeksual ini.
Kelainan transeksual nggak bisa diobatin ya ?
oya, di TV dulu ada kasus anak belasan tahun yang punya
kelamin laki2 tapi juga berpayudara. pernah denger ? kalu nggak salah dia
cenderung feminin deh.
kalu seperti itu, gimana caranya ?
ngitung hormon ?
harusnya dibuat konsisten kan ?
(ya ampun....tanda tanya semua, Doc!)
OK itu yang bisa saya uraikan dengan
pengetahuan kedokteran tahun 90an (psikiatrinya belum diupgrade). Jadi kalau
ada yang mau mengoreksi atau menambahkan
silakan.
gapapa
deh.
versi 90an aja saya masih
gelap, apalagi versi 00an....;-)
makasih
yap.
"C"
ps : ilmu biomedik itu apa
?