Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Assalamualaikum.Wr.Wb. .Isi dari postingan itu kan bilang,manusia ini hidup harus seimbang.Kalau tak seimbang maka akan timpang.Apalagi kalau dikaji antara hidup Dunia dan Akhirat.( ini bahasannya tentu lain ) Contoh nya saja,ilmuwan yang menemukan proses terjadinya manusia,dengan tanpa menghubungkannya dengan ilmu yang ada pada Allah ( Al Qur'an ),ilmu tersebut tidak akan seimbang.Karena dalam penciptaan manusia tidak terlepas dari kaitan dan kerjasama antara Allah dan manusia itu sendiri.Apa bisa emang,dikatakan manusia tanpa unsur-unsur Jasad,Ruh,Jiwa,dan Aqal ? Lha,.Allah sendiri dalam FirmanNya bilang begini : " Inna Khalaqnaa lInsaana min sullalatin min thiin " Sesungguhnya KAMI, menciptakan manusia dari saripati dari tanah ". Jadi Allah sendiri ( dengan seadil-adilnya ),mengatakan bahwa penciptaan manusia Allah tidak mengatakan " Ana khalaqtu ", ( Aku )tetapi memakai kata " Inna ",( kami ).Ini pertanda bahwa ada kerjasama Allah dan manusia dalam penciptaan manusia itu sendiri.Begitupun dengan ayat-ayat Allah yang lain,dalam ilmu tafsir,pada umumnya kalau sudah ada kata " Kami ",didalam pemakaian ayat-ayat tersebut,itu menandakan adanya intervensi pihak lain didalamnya.Cobalah perhatikan firman 2 Allah tersebut. Sedangkan Allah yang sebenarnya berhak untuk bersikap Takabbur ( maha tinggi,maha besar ),masih mengatakan ada intervensi makhluk,apatah lagi kita manusia.Apakah tidak wajar kita meneladani sifat-sifat Allah yang maha mulia ini. Meski sudah pasti,kalau Allah mau tanpa campur tangan manusia sedikitpun,kalau Allah mau jadikan manusia atau apa saja,Bisa saja khan..?. Jadi bukan membanding-bandingkan,tapi agar manusia itu menyadari,siapa dirinya,dan bagaimana perannya.Serta tak pernah melupakan intervensi Allah. Sama aja,kalau kita bilang,manusia ciptakan pesawat.lantas kita bertanya,bahan-bahan pesawat itu dari apa saja.salah satunya katakanlah besi.Besi itu dari mana,.dan seterusnya,.pada akhirnya yang menciptakan bahan asalnya itu siapa,..? Atau ngak usah sulit-sulit.Dek Laila bikin kue lupis.Kue lupis itu bahannya tepung.tepung itu dari pohon gandum,atau tepung beras,atau pohon apa sajalah,pokonya yang jadiin tepung.Lantas kita tanya lagi,Pohon itu dari mana.dari Biji,atau batang.Tanya lagi,biji itu dari mana,.begitu seterusnya,pada akhirnya kita menyadari bahwa Allah yang ciptakan.Nah..disinikan ada intervensi Allah.Manusia hanya bisa mengolah,mengembangkan,meramu dan mengadonan bahan-bahan. saja. Okay,..sampai disini dulu,Ramuannya. Wassalam.Rahima --- yulizar syafri <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Sorry, tapi aku sepertinya kok gak setuju ya agama > dan ilmu pengetahuan diperbandingkan, karena ini dua > ranah yang sangat berbeda. Dalam ilmu pengetahuan > memang dituntut akumulasi atau pertumbuhan ilmu > pengetahuan itu. Jadi apa yang ditemukan (teori ya) > hakekatnya bukan untuk dipercayai tapi untuk tidak > dipercayai demi penyempurnaan teori yang lebih > lanjut (mungkin relativism ya). Beda halnya dengan > ajaran agama melalui sejumlah surahnya, hadir dimuka > bumi untuk sepenuhnya dipercayai, tidak untuk > digugat.Itu konvensinya. Jadi antara agama dan ilmu > pengetahuan "tak patut" diperbandingkan karena punya > dasar rasionalitas yang berbeda. > Masalah lain saya pikir lebih menarik bicara > keyakinan agama dari pada agama. Agama (Islam > misalnya) memang berlaku universal ajarannya > (ditingkat normatif). Karena bagi umat Islam > diseluruh permukaan bumi ini Al qur'an memang jadi > acuan bersama. Tapi manakala Ajaran ini akan > diterapkan sebagai pedoman kehidupan, maka akan > terjadi "modifikasi"ajaran agama tersebut, yang > terpengaruh oleh konteks culture, social dan mungkin > economic dimana agama (Islam) itu diterapkan. > Misalnya, mengapa adat basanding sarak, sarak > basanding kitabullah hanya ada pada urang awak, tp > tidak ada pada Orang Jawa, Orang Aceh Banjar, Atau > Bugis. Karena menururt sejarahnya (kalau emang > benar) ABSK ini kan hasil konvensi antara > tokoh-tokoh adat dengan alim ulama, yang dikenal > dengan sumpah di Bukit Marapalam ini.Konteks > Marapalam ini yang tidak ada pada sukubangsa yang > lainnya.Saya kira begini cara melihat kaitan antara > agama dan ilmu pengetahuan itu...bukan > membanding-bandingkan mana yang lebih benar dan mana > yang lebih salah. Itu model dikotomis yang udah > ketinggalan kereta.Sorry lagi. Begitu pula misalnya > di Bugis, Jawa, Aceh pasti berkembang model-model > interpretasi terhadap Ajaran (islam) yang universal > ini. Kalau sempat baca Religion of Java nya Clifford > Geertz deh. > Thanks > > Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Server mailing list RantauNet berjalan atas > sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak > yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan > klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ > __________________________________ Do you Yahoo!? The New Yahoo! Shopping - with improved product search http://shopping.yahoo.com ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED] ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ---------------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ========================================

