Wah dek, setahuku persoalan keseimbangan itu mulai rame dibicarakan sejak teori sistem banyak dibicarakan. Yang paling populer itu keterpaduan antara Ying dan Yang yang bersumber dari filosfi Cina. Durkheim misalnya waktu berbicara ttg hakekat keagamaan mengaplikasikan Ying dan Yang melalui konsep sakral (suci) dan profan (kotor). Dia bilang dalam setiap  agama pasti ada pembedaan apa/siapa yang sakral dan profan ini. Kemudian orang yang namanya Levi-Straus menyatakan cara berfikir umat manusia / mentality Persis keseimbangan model Ying dan Yang itu atau yang disebutnya sebagai Binary opposition (dalam hal ini Tuhan dan Manusia). Pemahaman yang lebih jauh keseimbangan yang terjadi adalah hasil pertemuan dua kontradiksi ini. Dengan demikian maksud saya penjelasan relasi Tentang Manusia dengan Yang Kuasa juga tak lepas dari bias teori-teori yang berkembang dibidang ilmu pengetahuan.
Kemudian Orang mulai mempertanyakan tidak adakah semacam mediasi yang menghubungkan dua kontradisksi ini (manusia dengan penciptanya), karena kenyataannya manusia tidak dapat berhubungan langsung dengan Tuhannya. Jadi keseimbangan itu bukan sebuah produk binary opposition belaka. Pertanyaannya dimana atau apa mediasi yang menunjukkan bentuk intervensi Tuhan terhadap manusia.
Oposisi Biner (Binary oposition) oleh Urang awak sudah dibantah dengan prinsip tigo tungku sajarangan. Kalau dak ado tigo kaki, maka nasi dipariuak dak ka tanak do. Air tumpah ka api dan api padam. Begitu juga kata saudara kita di tanah Batak, Dalihan Na Tolu 
Salam
Y

Rahima <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Assalamualaikum.Wr.Wb.

.Isi dari postingan itu kan bilang,manusia ini hidup
harus seimbang.Kalau tak seimbang maka akan
timpang.Apalagi kalau dikaji antara hidup Dunia dan
Akhirat.( ini bahasannya tentu lain )

Contoh nya saja,ilmuwan yang menemukan proses
terjadinya manusia,dengan tanpa menghubungkannya
dengan ilmu yang ada pada Allah ( Al Qur'an ),ilmu
tersebut tidak akan seimbang.Karena dalam penciptaan
manusia tidak terlepas dari kaitan dan kerjasama
antara Allah dan manusia itu sendiri.Apa bisa
emang,dikatakan manusia tanpa unsur-unsur
Jasad,Ruh,Jiwa,dan Aqal ?


Lha,.Allah sendiri dalam FirmanNya bilang begini : "
Inna Khalaqnaa lInsaana min sullalatin min thiin "

Sesungguhnya KAMI, menciptakan manusia dari saripati
dari tanah ".

Jadi Allah sendiri ( dengan seadil-adilnya
),mengatakan bahwa penciptaan manusia Allah tidak
mengatakan " Ana khalaqtu ", ( Aku )tetapi memakai
kata " Inna ",( kami ).Ini pertanda bahwa ada
kerjasama Allah dan manusia dalam penciptaan manusia
itu sendiri.Begitupun dengan ayat-ayat Allah yang
lain,dalam ilmu tafsir,pada umumnya kalau sudah ada
kata " Kami ",didalam pemakaian ayat-ayat tersebut,itu
menandakan adanya intervensi pihak lain
didalamnya.Cobalah perhatikan firman 2 Allah tersebut.

Sedangkan Allah yang sebenarnya berhak untuk bersikap
Takabbur ( maha tinggi,maha besar ),masih mengatakan
ada intervensi makhluk,apatah lagi kita manusia.Apakah
tidak wajar kita meneladani sifat-sifat Allah yang
maha mulia ini.



Meski sudah pasti,kalau Allah mau tanpa campur tangan
manusia sedikitpun,kalau Allah mau jadikan manusia
atau apa saja,Bisa saja khan..?.

Jadi bukan membanding-bandingkan,tapi agar manusia itu
menyadari,siapa dirinya,dan bagaimana perannya.Serta
tak pernah melupakan intervensi Allah.


Sama aja,kalau kita bilang,manusia ciptakan
pesawat.lantas kita bertanya,bahan-bahan pesawat itu
dari apa saja.salah satunya katakanlah besi.Besi itu
dari mana,.dan seterusnya,.pada akhirnya yang
menciptakan bahan asalnya itu siapa,..?

Atau ngak usah sulit-sulit.Dek Laila bikin kue
lupis.Kue lupis itu bahannya tepung.tepung itu dari
pohon gandum,atau tepung beras,atau pohon apa
sajalah,pokonya yang jadiin tepung.Lantas kita tanya
lagi,Pohon itu dari mana.dari Biji,atau batang.Tanya
lagi,biji itu dari mana,.begitu seterusnya,pada
akhirnya kita menyadari bahwa Allah yang
ciptakan.Nah..disinikan ada intervensi Allah.Manusia
hanya bisa mengolah,mengembangkan,meramu dan
mengadonan bahan-bahan. saja.

Okay,..sampai disini dulu,Ramuannya.

Wassalam.Rahima


--- yulizar syafri <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
> Sorry, tapi aku sepertinya kok gak setuju ya agama
> dan ilmu pengetahuan diperbandingkan, karena ini dua
> ranah yang sangat berbeda. Dalam ilmu pengetahuan
> memang dituntut akumulasi atau pertumbuhan ilmu
> pengetahuan itu. Jadi apa yang ditemukan (teori ya)
> hakekatnya bukan untuk dipercayai tapi untuk tidak
> dipercayai demi penyempurnaan teori yang lebih
> lanjut (mungkin relativism ya). Beda halnya dengan
> ajaran agama melalui sejumlah surahnya, hadir dimuka
> bumi untuk sepenuhnya dipercayai, tidak untuk
> digugat.Itu konvensinya. Jadi antara agama dan ilmu
> pengetahuan "tak patut" diperbandingkan karena punya
> dasar rasionalitas yang berbeda.
> Masalah lain saya pikir lebih menarik bicara
> keyakinan agama dari pada agama. Agama (Islam
> misalnya) memang berlaku universal ajarannya
> (ditingkat normatif). Karena bagi umat Islam
> diseluruh permukaan bumi ini Al qur'an memang jadi
> acuan bersama. Tapi manakala Ajaran ini akan
> diterapkan sebagai pedoman kehidupan, maka akan
> terjadi "modifikasi"ajaran agama tersebut, yang
> terpengaruh oleh konteks culture, social dan mungkin
> economic dimana agama (Islam) itu diterapkan.
> Misalnya, mengapa adat basanding sarak, sarak
> basanding kitabullah hanya ada pada urang awak, tp
> tidak ada pada Orang Jawa, Orang Aceh Banjar, Atau
> Bugis. Karena menururt sejarahnya (kalau emang
> benar) ABSK ini kan hasil konvensi antara
> tokoh-tokoh adat dengan alim ulama, yang dikenal
> dengan sumpah di Bukit Marapalam ini.Konteks
> Marapalam ini yang tidak ada pada sukubangsa yang
> lainnya.Saya kira begini cara melihat kaitan antara
> agama dan ilmu pengetahuan itu...bukan
> membanding-bandingkan mana yang lebih benar dan mana
> yang lebih salah. Itu model dikotomis yang udah
> ketinggalan kereta.Sorry lagi. Begitu pula misalnya
> di Bugis, Jawa, Aceh pasti berkembang model-model
> interpretasi terhadap Ajaran (islam) yang universal
> ini. Kalau sempat baca Religion of Java nya Clifford
> Geertz deh.
> Thanks
>
> Rahima <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
> Server mailing list RantauNet berjalan atas
> sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak
> yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan
> klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
>
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
>


__________________________________
Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Shopping - with improved product search
http://shopping.yahoo.com
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Shopping - with improved product search

Kirim email ke