Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan
semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik:
http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Assalamu'alaikum wr.wb.
Tarimo kasih banyak tambahan informasi panjaro bawah tanah di Damaskus,
alhamdulillah ambo alah pai mancaliaknyo, tapi indak buliah masuak dek
panjagonyo. Masuak buliah..tapi kok indak bisa kalua, ambo indak batangguang
jawab, garahnyo ka ambo. Sabab memang panjaro tu manjadi momok menaakutkan
bagi pembangkang partai Baath, tapi dalam tahun terakhir ko konon indak
angker lai, sajak dr. Bashar Assad manggantikan ayahnyo jadi Angku Gadang
nomor 1.
Pangalaman Jo Buyuang tu bana, sabab urang-urang Syria ko labiah ramah
dibanding jo urang kampuang adiak kito Rahima di Cairo, Mesir.
Untuk labiah jaleh lai tentang Syria ambo kirimkan dibawah ko ciek lai
untuak dapek diketahui dek dunsanak kito di RN.
Wassalam
ZS Mangkuto
Selayang Pandang Damaskus Dan Sekitarnya
DAMASKUS, Ibu kota Suriah yang terkenal dengan julukan "Kota
Tertua" di dunia yang tidak pernah putus dari penghuni karena silih
bergantinya kabilah yang membawa kebudayaan datang datang dari berbagai
penjuru dunia.
Damaskus mempunyai berbagai nama antara lain: Faikha, Syam,
Jala', dan Lu'lu' Sharq (sebagaimana yang diberikan oleh Emperium Julian).
Tersebut dalam batu prasasti peninggalan Raja Ebla bahwa
Damaskus atau Dimasq atau Damsyiq merupapakan kota perdagangan yang sangat
luas pada tahun 3000 Sebelum Masehi.
Puncak kejayaan Damaskus nampak pada tahun 2000 SM ketika
menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Aramic dengan nama Dar Misik.
Orang-orang Aramic merupakan penduduk asli Damaskus yang berasal dari
kawasan Arab bagian utara dengan bahasa aslinya Aramic, hingga sekarang
terkenal dengan sebutan bahasa Syriani. Bahasa Syriani sampai sekarang masih
dapat ditemui di daerah Ma'lula, tempat pemukiman yang terdiri dari
gunung-gunung batu yang banyak gua-guanya sebagai tempat tinggal bangsa
Aramic.
Damaskus pernah dikuasai oleh berbagai suku bangsa antara lain
Yunani, Romawi, Arab dan lain-lain. Dimasa kekuasaan Romawi, Damaskus
merupakan kota yang amat penting dari sepuluh wilayah yang dikuasainya.
Pada masa Romawi orang-orang asing tidak begitu mudah memasuki
kota Damaskus, karena dikelilingi pagar tembok yang tinggi, kecuali harus
melewati 7 pintu-pintu utama yaitu :
a. Bab Syarqi (Pintu Timur)
b. Bab Jabiyah
c. Bab Kaisan
d. Bab Shogir (Pintu Kecil)
e. Bab Tuma
f. Bab Janiq
g. Bab Faradis
Pemerintah Romawi telah membangun beberapa Gereja yang sebagian
besar masih dipakai sampai sekarang.
Sekitar tahun 661 M, Damaskus telah mencapai puncak kejayaannya
sewaktu kota tersebut dijadikan ibukota negara oleh Muawiyah bin Abi Sofyan
dari Dinasti Bani Umayyah.
Tempat-Tempat Bersejarah
1. Mesjid Agung Umayyah
2. Pasar Hamidiyeh
3. Salahuddin Al-Ayyubi
4. Nabi Yahya
5. Bilal Bin Rabah
6. Sayyidah Zainab, Cucu Nabi
7. Sayyidah Ruqayyah, Cicit Nabi
8. Bushra Syam, Tempat Nabi Berdagang
9. Imam Nawawi, Ahli Hadits
10. Mesjid Umar
11. Mesjid Mabrakunnaqah
___________________________________________
1. Masjid Agung Umayyah
Masjid Agung Umayyah atau Omayyed terletak di jantung kota kuno
Damaskus, di ujung pasar Hamidiyah. Masjid ini di atas lokasi yang sudah
beribu-ribu tahun menjadi pusat peribatan, dan juga tempat beribadah Bangsa
Aramic, yang menganut pemahaman dan menyembah berhala Tuhan Hadad yaitu
Tuhan bangsa Syriani Kuno sejak 3000 tahun S.M. Di awal abad masehi, tempat
ini telah berubah menjadi tempat ibadah penyembah bintang atau Planet
Jupiter di masa Romawi. Ketika Agama Kristen berkembang di Damaskus pada
abad keempat Masehi, tempat ini berubah menjadi Gereja yang bernama Yohana
Al-Ma'badan.
Ketika Islam masuk ke Damaskus pada tahun 635 M, orang-orang
Islam dan Kristen bersepakat untuk membagi tempat ibadah menjadi dua bagian,
sebelah timur Masjid dan sebelah barat Gereja. Mereka menjalankan ibadah
masing-masing secara bersama-sama yang hanya dipisahkan oleh dinding tembok.
Orang Muslim mengumandangkan suara adzan sedangkan orang Kristen membunyikan
lonceng. Hal tersebut berlangsung kurang lebih selama 70 tahun atau sampai
tahun 705 M sewaktu Walid bin Abdul Malik menginginkan untuk membangun
Masjid yang besar dan megah sesuai dengan kebutuhan kaum muslimin dan
pemerintahan Islam pada waktu itu.
Berdasarkan hasil musyawarah antara kedua pihak (Islam-Kristen),
Khalifah Walid bin Abdul Malik telah mengizinkan gereja-gereja yang berada
di daerah Bab Touma dan sekitarnya di pakai sebagai pengganti mereka yang
bersatu dengan mesjid Umawi.
Dalam masa lebih kurang10 tahun berdirilah Masjid yang besar dan megah
dengan ukuran panjang 150 meter dengan lebar 100 meter.
Masjid ini termasuk yang terbesar di dunia pada masa itu. Di
bagian timur Masjid, terdapat maqam Nabi Yahya a.s.
2. Pasar Hamidiyeh
Pasar Hamidiyah (baca Hamidiyeh) yang berbentuk memanjang dari
pintu Naser sampai masjid Umawi yang dibangun pada tahun 1863 M. Di masa
kekuasaan Sultan Abdul Hamid, pasar itu dinamakan Hamidiyah yang diambil
dari namanya sendiri.
Pasar tradisional ini merupakan tempat perbelanjaan bagi
masyarakat umum dari berbagai lapisan. Berbagai macam barang tradisional
seperti kerajinan tangan rakyat banyak tersedia di pasar tersebut, baik
berupa barang-barang ukiran dari kayu, tembaga, taplak meja, bordiran,
lukisan-lukisan kaca dan hasil kerajinan rakyat lainnya.
Disamping banyaknya para pengunjung setempat juga dikunjungi
oleh para wisatawan asing (turis). Mereka merasa belum puas apabila
berkunjung ke Suriah tidak menyempatkan diri berkunjung ke pasar tradisional
tersebut mengingat letaknya berdekatan dengan Masjid Umawi yang sangat
terkenal dan bersejarah tersebut.
3. Shahuddin Al-Ayyubi
Shalahuddin Al-Ayyubi atau dikenal dengan Saladin adalah salah
seorang pejuang Islam yang telah membebaskan negara Arab dari kekuasaan
tentara Salib (bangsa Eropa) yang beragama Kristen. Dimana bangsa Eropa
tersebut telah membunuh anak-anak, wanita dan orang-orang tua. Peristiwa ini
berlangsung cukup lama sehingga kaum Muslimin mulai berfikir bagaimana cara
mempertahankan diri dari serbuan tentara Salib, namun usaha kaum Muslimin
tersebut belum cukup berhasil.
Pada tahun 1167 M muncullah seorang Pangeran Muda yang gagah
bernama Shalahuddin Al-Ayyubi beserta para pengikutnya berjuang untuk
membebaskan tanah air mereka dari kekuasaan tentara Salib. Dalam waktu yang
tidak terlalu lama Shalahuddin Al-Ayyubi telah dapat mengumpulkan tentara
yang cukup besar jumlahnya.
Dalam perjalanan ke Palestina, Shalahuddin dan bala tentaranya
membangun suatu perkemahan di dekat Hittin. Pada suatu hari yang sangat
panas (tahun 1187 M), mereka telah menyerang pasukan Salib yang sangat besar
jumlahnya dan telah dimenangkan oleh kaum Muslimin dan dikenal sebagai
Perang Salib. Hasil perjuangan kaum Muslimin yang paling berharga melawan
tentara Salib yaitu dapat direbutnya kembali kota Qudus dan Masjid Aqsa
setelah mengepungnya berminggu-minggu. Jadi wilayah Palestina termasuk kota
Qudus dan Masjid Aqsa dapat direbut kembali dari kekuasaan tentara Salib
setelah sebelumnya pernah dikuasai oleh kaum Muslimin sewaktu pemerintahan
Khalifah Umar bin Khattab. (Shalahuddin dilahirkan di Takriti, Irak pada
tahun 1137 M dan meninggal pada tahun 1193 M di Damaskus).
4. Nabi Yahya A.S.
Nabi Yahya a.s. dimakamkan di Mesjid Umawi, Damaskus. Dalam satu
riwayat disebutkan bahwa yang dimakamkan di mesjid tersebut adalah hanya
kepalanya saja, sedangkan di dalam riwayat lain disebutkan bahwa Nabi Yahya
dimakamkan berikut badannya.
Nabi Yahya a.s. dibunuh sewaktu shalat. Sebab-sebab dibunhnya
Nabi Yahya a.s., telah diriwayatkan bahwa Raja Damaskus suatu ketika
menjatuhkan talak (menceraikan) istrinya dengan talak tiga sekaligus. Raja
telah meminta fatwa kepada Nabi Yahya a.s. yang dijelaskannya bahwa Raja
tidak dihalalkan untuk rujuk/kembali kepada istrinya mengingat telah
menjatuhkan talak tiga, kecuali si wanita tersebut harus kawin dahulu dengan
lelaki lain dan setelah cerai dengan suaminya yang baru, maka wanita
tersebut dapat dikawini kembali oleh raja (suaminya yang pertama). Mendengar
jawaban (fatwa) tersebut seakan-akan permaisuri telah dirugikan yang mana
akhirnya raja menjadi dendam. Sewaktu sang putri raja diperintahkan untuk
menari dihadapan tamu, sang putri tidak mau melakukannya dan ia meminta
kepada ayahnya sang raja untuk mengabulkan permintaan ibunya terelebih
dahulu yaitu ingin diberi hadiah kepala Nabi Yahya a.s.
Tiada pilihan lain bagi sang raja kecuali mengabulkannya dan
memerintahkan kepada para perwiranya untuk menangkap dan membunuh serta
membawa kepala Nabi Yahya a.s. kehadapannya. Peristiwa ini terjadi tidak
lama sebelum diangkatnya Nabi Isa a.s. ke langit. Wallahu a'lam.
5. Bilal Bin Rabbah
Bilal bin Rabbah Al-Habsyi adalah salah seorang dari sahabat
Rasuullah SAW yang mempunyai keistimewaan tersendiri, dimana ia ditunjuk
langsung oleh Rasuullah SAW untuk mengumandangkan adzan setiap waktu shalat
tiba. Tugas ini dilaksanakannya sampai dengan masa Khalifah Abu Bakar
As-Sidiq dan Umar Ibn Khattab.
Sewaktu Khalifah Umar bin Khattab ingin merebut Palestina dari
tangan penjajah bangsa Romawi, sahabat Bilal pada waktu itu turut serta
bergabung dengan para pejuang Islam lainnya dalam upaya membebaskan Masjidil
Aqsha (Qiblat pertama Kaum Muslimin). Setelah kaum Muslimin dapat merebut
kota suci Al-Quds sebagian besar dari pada sahabat kembali ke Madinah dan
sebagian lain tinggal di Palestina, sedangkan sahabat Bilal bin Rabbah
meneruskan perjalanannya ke Syam (Damaskus) yang akhirnya beliau wafat dan
dimakamkan di kota Damaskus. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa beliau
meninggal pada thun 17 Hijriyah dan di mamkamkan di Bab Shogir, Damaskus.
Di Bab Soghir juga terdapat beberapa makam penting, seperti
makam 3 isteri Rasulullah SAW yaitu Ummu Habibah, Ummu Salamah dan Hafshah
serta beberapa keluarga Rasuullah yang lainnya. Hal ini ada dua penyebab
sehingga keluarga Rasulullah banyak yang dimakamkan di Damaskus antara lain;
(1) Hijrah, karena perpindahan ibu kota dari Madinah ke Damaskus pada zaman
Mu'awiyah. (2) Ditawan, pada perang saudara antara Sayyidina Ali dengan
Mu'awiyah.
6. Siti Zainab (Cucu Nabi)
Siti Zainab adalah adik kandung dari Hasan dan Husen. Ia
dilhairkan di Madinah pada 1 Sya'ban 5 H. Sebelum kelahiran putri Sayyidina
Ali yang ketiga ini, putri Rasulullah SAW yang bernama Zainab wafat. Maka
untuk mengenang putrinya yang baru meninggal, Rasulullah memberi nama bayi
yang baru lahir dari putrinya yang tercinta Fatimah dengan nama yang sama
yaitu Zainab.
Di masa kecil Zainab hidup dalam bimbingan kakeknya (Rasulullah)
dan dibawah asuhan kedua orang tuanya (Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti
Muhammad). Tidak berlebihan apabila beliau disebut sebagai salah seorang
wanita paling istimewa dalam jajaran ahli bait (keluarga Rasulullah) karena
Zainab telah menimba ilmu secara langsung dari kakek dan kedua orang tuanya.
Siti Zainab menikah dengan anak pamannya (sepupu) yaitu Abdullah
bin Ja'far bin Abi Thalib dan dikarunai empat putra (Ali, Muhammad, Abbas,
dan A'un) dan seorang putri (Ummu Kaltsum). Dua putranya Muhammad dan A'un
gugur bersama pamannya (Husen) dalam perang Karbala.
Siti Zainab merupakan sumber ilmu dan suri tauladan bagi kaum
muslimah karena hampir seluruh hidupnya telah dicurahkan bagi kepentingan
pengembangan agama Islam terutama dalam mencetak para cendekiawan muslimah.
Beliau telah mendirikan sekolah-sekolah di Madinah dan Kufah, Irak. Beliau
juga termasuk ahli tafsir, fiqh dan perawai hadist.
Sayyidah Zainab hijrah ke Karbala bersama kakaknya (Husen).
Setelah peristiwa Karbala, beliau kembali lagi ke Madinah dan pada masa
Khalifah Abdul Malik bin Marwan beliau bersama-sama dengan suaminya pergi ke
Syam dan tinggal di desa Ghutha, suatu perkampungan di pinggiran kota
Damaskus. Beliau wafat pada tahun 65 H dalam usia 60 tahun.
7. Siti Ruqoyah (Cicit Nabi)
Sayyidah Siti Ruqayah adalah cicit Rasulullah dari Husen bin Ali
bin Abi Thalib. Ketika terjadi perang antara pengikut Sayyidina Ali dan
Muawiyah beberapa keluarga Sayyidana Ali telah ditawan oleh tentara Muawiyah
termasuk Siti Ruqayah yang pada saat itu baru berumur 4 tahun.
Tidak seperti tawanan lainnya, Siti Ruqayah diperlakukan dengan
sangat baik dan sangat dihormati, mengingat beliau adalah keturunan
Rasulullah. Namun St. Ruqayah menderita sakit dan meninggal menyusul ayahnya
yang meninggal lebih dahulu karena di pancung oleh tentara Muawiyah. Kepala
Sayyidina Husen akhirnya disemayamkan di sebelah timur belakang Masjid
Umawi.
8. Bushra SYam
Kota Bushra terungkap di dalam tulisan batu/parasasti yang
diperkirakan ditulis pada abad 14 SM. Pada tulisan-tulisan tersebut terdapat
kafilah-kafilah yang terkenal dengan sebutan Aadian, Amoria, Nabatiah dan
Ghosaniyyah.
Sejarah kota Bushra tidak bisa terlepas dari Petra, sebuah
Kerajaan Selatan (Yordania sekarang) yang dibangun oleh kaum Nabatiah pada
abad ke 4 SM. Begitu juga Kerajaan Utara di Bushra mulai berjaya pada abad
ke 4 M.
Pada tahun 634 M, penduduk Bushra yang mayoritas beragama
Kristen telah direbut dari penguasa Byzantium, Romawi. Sejak tahun itu
Bushra resmi dikuasai oleh bangsa Arab.
Sewaktu Khalifah Umar bin Khattab datang ke Syam, maka Bushralah yang
menjadi tujuan utamanya, disamping merupakan kota kenangan, juga mempunyai
hubungan yang erat dengan kehidupan kaum Quraisy di Makkah.
Bushra juga merupakan daerah penting bagi para pedagang Arab,
Cina, India dan Romawi. Kebiasaan para saudagar yang datang ke Bushra untuk
memasarkan barang-barang dagangannya dan jika mereka kembali sambil membawa
barang-barang dari Bushra untuk diperdagangkan di negerinya. Bushra pada
masa itu termasuk dalam lima pasar besar/utma di kawasan/jazirah Arab.
* Benteng Bushra
Benterng Bushra dibangun pada abad pertama SM. Pada waktu perang
Salib yang dipimpin oleh Salahuddin Al-Ayyubi, benteng Bushra dipakai
sebagai benteng utama bagi pertahanan dan perlindungan kaum Muslimin.
Kota Bushra pada masa kejayaannya berbentuk bulat dan telah
hancur sewaktu terjadi gempa pada abad ke-11 M dan juga telah
diporak-porandakan oleh bangsa Mongol pada tahn 1261 M serta terjadi gempa
lagi abad ke-14 M.
Pada tahun 1854 M, di Bushra hanya terdapat sedikit rumah
penduduk dan diperkirakan hanya 14 buah rumah dan terus berkembang hingga
sekarang.
* Teater Bushra
Teater ini berkapasitas sekitar 10.000 penonton yang terdiri dari 3 kelas.
Kelas 1 terdapat 14 tribune, kelas 2 sebanyak 18 tribun dari kelas 3
sebanayak 5 tribune. Setiap kelas dibatasi oleh dinding batu.
* Der Rahib Buhaira (Gereja Pendeta Buhaira)
Gereja tersebut dibangun pada awal abad ke-4 M. Hal ini tidak
dapat dipisahkan dengan sejarah perkembangan paling penting bagi ummat
Islam.
Pada waktu itu di Bushra hidup seorang pendeta yang bernama
Buhaira An-Nasturi pada masa-masa akhir sebelum Islam muncul.
Sewaktu Paman Nabi Abu Thalib hendak berangkat berdagang ke Syam
(Bushra), beliau tidak sampai hati meninggalkan Muhammad kecil sendirian dan
kemudian diajaknya ikut serta dalam rombongan kafilah tersebut.
Setelah kafilah Quraisy tiba di dekat kota Bushra, pendeta
Buhaira melihat sesuatu yang aneh dalam rombongan kafilah tersebut yaitu
mereka selalu diikuti oleh awan yang melindunginya dari sengatan matahari.
Melihat hal ini, pendeta Buhaira teringat kepada keterangan-keterangan yang
terdapat dalam kitab Injil.
Sewaktu memasuki kota Bushra, kafilah itu tidak langsung
memasarkan barang dagangannya tetapi mereka beristirahat sejenak di bawah
pohon yang rindang. Pendeta Buhaira dengan seksama terus memperhatikan awan
yang mengikuti langkah rombongan Nabi. Buhaira pada akhirnya memutuskan
untuk menyambut dan menjamu para saudagar Quraisy tersebut dengan jamuan
yang luar biasa. Mereka sangat terkejut dengan adanya sambutan dan jamuan
yang luar biasa tersebut.
Pada waktu jamuan tiba, pendeta tersebut tidak menemukan
seseorang yang menunjukkan tanda-tanda kenabian. Maka beliau bertanya kepada
rombongan tersebut, apakah ada yang tidak ikut hadir pada jamuan makan ini?
Ia mendapat jawaban bahwa ada seorang anak kecil yang bernama Muhammad yang
tidak hadir dalam undangan jamuan makan ini.
Pendeta Buhaira tidak berani mempersilahkan para tamunya makan
sebelum anak kecil bernama Muhammad itu dipanggil. Setelah Muhammad datang,
Pendeta Buhaira baru mempersilahkan tamu-tamunya makan yang sudah disediakan
sambil dengan seksama memperhatikan tingkah-laku anak kecil itu dan ia
menjadi bertambah yakin setelah melihat tanda yang ada dipunggung Muhammad.
Melihat hal itu, ia berpesan kepada Abu Thalib untuk menjaga dan
memperhatikan keponakannya, Muhammad karena anak ini akan mempunyai suatu
martabat yang tinggi di kemudian hari (menjadi Nabi).
Itu adalah merupakan peralanan Rasulullah yang pertama ke Syam
(Bushra) saat beliau berumur 12 tahun, sedangkan perjalanan yang kedua
kalinya yaitu sewaktu beliau berumur 25 tahun bersama Maisara, seorang
pembantu laki-laki Siti Khadijah, dengan membawa barang dagangan Khadijah
yang kemudian menjadi istrinya.
Gereja ini di bangun sepanjang 23 meter dan lebarnya 13 meter
dengan atapnya dari kayu. Diterangi sinar matahari yang masuk melalui 19
buah jendela (8 disebelah kiri, 8 disebelah kanan dan 4 di bagian belakang).
9. IMAM NAWAWI (Yahya bin Sharaf bin Mari An-Nawawi)
Imam Nawawi dilahirkan pada awal bulan Muharram 631 H. Nawawi
sejak kecil senang membaca dan menghafal Al-Qur'an. Ia selalu menghindar
bila teman-temannya mengajak bermain.
Suatu waktu ayahnya menyuruh ia menjaga toko, namun Nawawi
selalu sibuk dengan Al-Qur'annya dan mengabaikan para pembeli. Ketika
seorang Ulama melihat tingkah Nawawi yang unik, beliau langsung
memberitahukan kepada ayahnya supaya ia mengarakan anaknya ke bidang
pendidikan.
Nawawi hafal Al-Qur'an sebelum memasuki umur akil baligh. Ketika
berumur 19 tahun, Nawawi dimasukkan oleh ayahnya untuk belajar ke salah satu
sekolah dari 300 sekolah yang ada di Damaskus yaitu di sekolah Rawahiyah,
dekat Mesjid Umawi/Omayyad.
Nawawi setiap hari belajar berbagai jenis disiplin ilmu yang
tercakup dalam 12 kitab yang dipelajarinya.
Pada tahun 665 H, Imam Nawawi diangkat menjadi Guru Besar di
sekolah Darul Hadist Asyrafiyah, dekat pasar Asruniyah Damaskus dan
bertempat tinggal di kompleks sekolah. Beliau pergi naik haji 2 kali,
pertama dengan orang tuanya pada tahun 651 H dan kembali ke Damaskus.
Pada tahun 676 H, Imam Nawawi berniat melakukan perjalanan
setelah ia mengembalikan kitab-kitab yang dipinjamnya dari perpustakaan,
pamit kepada teman-teman dan guru-gurunya serta meminta do'a restu dan izin
kedua orang tuanya, Imam Nawawi mengadakan perjalanan ke Baitul Maqdis
(Mesjid Al-Aqsha) dan makam Nabi Ibrahim a.s., lalu kembali ke kota
kelahirannya Nawa di Syria, tidak jauh dari kota Dara'a (Adra) dekat
perbatasan Jordan. Tidak lama kemudian beliau jatuh sakit dan meninggal
dunia pada malam Rabu, 24 Rajab 676 H. Bukunya yang terkenal, Syarah Nawawi,
sebagai uraian Sahih Bukhari.
Diatas makam Imam Nawawi tumbuh pohon besar yang sampai saat ini
masih dapat disaksikan.
10. Maqam dan Sumur Nabi Ayub
Masih di wilayah Nawa, tepatnya sekarang bernama kampung Sheikh
Saad, terdapat maqam/kuburan Nabi Ayub dan sumur Nabi Ayub, dimana selama
hidupnya Nabi Ayub pernah menderita penyakit campak atau kulit dan telah
bertahun-tahun tidak pernah sembuh.
Suatu ketika istrinya mengajak Nabi Ayub ke sebuah sumur yang
airnya sangat jernih. Istrinya meninggalkan Ayub sendirian di dekat sumur
itu sedangkan istrinya pergi mencari nafkah.
Sore harinya istri Nabi Ayub datang menjemput, tetapi aneh,
setelah dicari Nabi Ayub tidak ketemu. Ditanyakan kepada orang disekitarnya
adakah melihat Ayub, yang mereka sendiri tidak mengetahuinya. Setelah lama
mencari juga tidak ada, tetapi sejak istri Nabi Ayub kembali ketempat itu,
ada seorang pemuda yang selalu memperhatikan perempuan tadi, lalu perempuan
itu bertanya kepada pemuda itu. "Apakah ada melihat orang tua yang tadi pagi
duduk dekat sini?" Pemuda itu menjawab, "maaf saya tidak ada melihat
siapapun orang tua disini, kecuali hanya saya sendirian menunggu istri saya
kembali". Dengan amat kaget perempuan tsb melihat wajah pemuda itu, dia
berkata dalam hati ; "saya belum pernah berjumpa pemuda ini, namun hati saya
gelisah apakah benar ini Nabi Ayub." belum lagi sampai bicara, pemuda itu
berkata :"sayalah orang tua yang anda cari itu.. dan sayalah Ayub."
Kemudian istri Ayub disuruhnya mandi di sumur tersebut yang dengan mukjizat
Allah keduanya menjadi sehat dan muda kembali.
11. Masjid Umar Bin Khattab
Masjid Umar Bin Khattab didirikan pada masa Pangeran Khalid bin
al-Walid menguasai kota Bushra di masa Khalifah Umar bin Khattab yang
selanjutny di kenal dengan sebutan Masjid Umari yang diambil dari nama Umar
bin Khattab yang menjadi Amirul Mukminin saat itu. Masjid yang dibangun dar
bekas Haikal atau tempat penyembah berhala ini, adalah salah satu Masjid
yang di bangun pada awal munculnya Islam yang keasliannya terpelihara sampai
sekarang. Walaupun telah mengalami beberapa kali pemugaran dan perluasan
tetapi semua tiang-tiangnya masih berdiri tegak di tempat semula, nampak di
beberapa tiang tulisan Yunani dan Latin. Di dinding masjid terdapat tulisan
Nabati dan Arab, hal tersebut menandakan silih bergantinya beberapa
kebudayaan yang pernah menduduki kota Bushra.
Adapun menara yang berbentuk persegi empat di bangun pada abad
ke-2 Hijrah, meskipun mengalami perluasan dan renovasi, menara tersebut
masih utuh sampai sekarang.
12. Masjid Mabrukun Naqooh
Berkenaan dengan masjid ini serentetan sejarah yang pernah
terjadi di Bushra yang man mesjid ini di bangun di atas tanah yang diyakini
bahwa Rasullah SAW pernah melaksanakan shalat disitu sewaktu beliau
berdagang ke Bushra bersama pamannya dan disebelah kanan terdapat onggokan
batu persegi empat bekas menderunya (tambatan) unta Rasulullah SAW yang
sekarang masih nampak bekas telapak kaki dan pergeseran dada unta, maka oleh
masyarakat Bushra masjid kecil ini dikenal dengan sebutan Jami'
Mabrukunnaqoh (tempat menderunya unta).
13. Mesjid dan Madrasah Ibnu Katsir
Ibnu Katsir adalah pengarang tafsir Al-Qur'an yang terkenal, mendirikan
madrasah di samping Mesjid Mabrukonnaqoh.
Ibnu Katsir mengajar sendiri murid-muridnya dengan duduk bersila
(sarasehan), mesjid dan madrasah Ibnu Katsir dapat dilihat sampai sekarang.
(Zuls)
From: "Zubir Amin" <[EMAIL PROTECTED]>
.......
> Tambahan senek dari info sanak Zulharbi Salim,
> bagi nan baminat mangunjungi Syria.Di pusat kota Da
> maskus tu,ndak bara jauh dari Musajik Gadang Bani
> Ummayyah,ado duo tampek nan paralu lo dicaliak.Parta
> mo maqam Bilal,dipemakaman umum,ado kuburan putra
> Pak P.Samadikun,mantan Kabidpol(kini lah pansiun)alm
> Damayanti.Ciatlai,ditapi jalan Gadang(lupo)jo namo
> daerahnyo(mungkin Zul tahu)ado sabuah "pinjaro"=pen
> jara bawah tanah zaman saisuak dan kini masih dipa-kai dek rezim partai
Bath.Penjara ini sangat ditaku-ti oleh semua pesakitan Syria.Lai sempat Zul
manca-liak pinjaro tu.Jo Buyuang lai sempat,dalam perjala
> nan pulang ka Ankara(jalan darek)tahun 1982.
> Senek tip,bagi nan akan bakunjung ka dalammusajik
> Gadang bani Umayyah,kusuih bagi induak2,partamo tu-tuik rapek2 kapalo jo
salendang(semacam co bajilbab)jaan salai juo rambuik nan tacogok kalua.Incek
mato
> palayan dalam musajik tu labiah tajamdari mata alang
> bangkeh.Ko kajadian wakatu jo Buyuang jo istri zia-rah kasitu(maqam Siti
Zainab nan dikungkung paga ba-si dalam musajik)disore hari.Dari jauh,tadanga
uca-pan,haraaam,haraam.Dek dulu parnah baraja silek,ca-pek lo jo Buyuang
jawab,"laa haraam".Dikiro bakun-juang ka maqam nan haram tapi,sipalayan
musajik tu
> manunjuak ka kapalo istri jo Buyuang,ruponyo ado ta-cogok ampek lembar
rambuik dikaniangnyo.Masyaa Allah
> tajamnyo mato alang palayan tu.Nan kaduo,indak bulih
> mamacaik paga basi maqam tu,sebab disebagian pengi
> kut Syi'ah,maqam tu selalu diratapi maraung-raung dan menciumi paga basi
maqam,sahinggo nampaknyo licin dan bakilek.
> Selamat baziarah dan berwisata ria.Wass.wr.wb.
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================