Si Kerdil

Apa lagi yang dapat kamu peroleh sebagai satu pelajaran dari ibadah puasa ini anakku , pancing sang guru . Saya mendengar , kalau orang menjadi susah hanya karena tidak dapat makan dan minum disebabkan hidupnya kekurangan , maka orang itu sebetulnya orang kerdil , jawab si murid. Maksudnya coba jelaskan , pinta sang guru . Kata kata mutiara menyatakan ,  orang yang berjiwa besar menghadapi masalah besar pun dia hadapi sebagai masalah kecil . Sedangkan orang yang kecil jiwa atau kepribadiannya menghadapi masalah kecil saja , ia laksana menghadapi masalah besar , tambah si murid . Benar , oleh sebab itu jadilah orang besar , tapi bagaimana caranya pak guru ? Lho masih bertanya lagi . Ya kadang kadang orang sibuk bekerja saja bisa lupa makan , apakah sekedar tidak terganggu keinginan makan , minum kita sudah bisa disebut berkepribadian besar . Itu sebagian kecil , alur filosofinya begini : Allah itu Maha Besar , Super ego dan hanya bisa didekati oleh manusia yang memiliki ego yang cukup besar untuk itu . Orang yang susah hanya karena dunia tidak dapat mendekatinya . dunia memang perlu tetapi ia bukan segala galanya . Kalau dunia luput dari kita itu tidak mengapa . Seperti Nabi Ayyub , ya guru ? yang sakit sakitan tetapi tidak kecil hati , tidak mengeluh apalagi sampai memaki Allah . Betul bahkan Nabi kita pun begitu juga . Beliau bukan orang kaya walau tidak dapat dikatakan miskin sahut sang guru . Bukankah sebagian sahabat Rasul pun orang orang miskin , namun mereka tidak kerdil yang mengejar dunia dan melupakan akhirat . Orang yang takut miskin jauh lebih susah dari orang miskin itu sendiri , anak anakku . Lagipula kalau  kita menjadi hamba Allah hanya dikala  kita susah dan sedih karena perut kita namanya  apa itu pak guru ?

Abdul Buthun , yakni hamba isi perut ( * )

Wassalam : zul amry di kuta bali

 ( * ) dikutip dari dialog ramadhan koran balipost


Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard

Kirim email ke