Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan
semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik:
http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ambo Copy-paste-kan dari attachment di RN surek dari Ibu Asma
Muchtar Naim , 70 Th, dari AS, sekalian saya kirimkan ke mailing list Alumni
SMA 1 Bukittinggi.
Wassalam,
Elthaf
****************************************************************************
********************
Menemui kawan-kawan setanah-air dan seagama
yang sekarang sedang berada di rantau Amerika Serikat,
Assalamu'alaikum w.w.,
Sumatera Barat selama ini termasuk ke dalam daerah yang dianggap
kental Islamnya; tetapi karena itu pula sejak selama masa Orde Baru sampai
sekarang ini telah dijadikan sebagai salah satu daerah sasaran utama bagi
upaya pengkristenan bagi pihak gereja: Katolik maupun Protestan. Mereka
umumnya masuk melalui jalur transmigrasi di pedesaan di daerah-daerah
pinggiran dan melalui jalur sekolah-sekolah, rumah sakit, panti asuhan,
balai pemuda dan bermacam kegiatan sosial lainnya, di perkotaan maupun
pedesaan, yang mereka bangun dan kembangkan. Bayangkan, di daerah Pasaman
saja, dari yang tadinya tidak ada gereja satupun, sekarang telah berdiri
sedikitnya 20-an gereja, dengan penganut baru yang jumlahnya dalam ribuan.
Yang jadi inceran utama memang penduduk transmigran, tetapi melalui bujukan
materi, santunan sosial sampai kepada pergaulan bebas muda-mudi dan
perkawinan sekalipun, banyak pula dari penduduk lainnya yang terayu dan
menyeberang ke sana.
Tergugah karena itulah maka sejak awal 1990-an organisasi Wanita
Islam yang berpusat di Jakarta dan punya cabang di seluruh provinsi di
Indonesia mulai melakukan kegiatan yang bertujuan untuk memagar pekarangan
sendiri. Langkah yang diambil adalah dengan membuka sekolah-sekolah yang
dimulai dengan Taman Kanak-Kanak, dan yang seterusnya berlanjut ke SD, SMP,
Tsanawiyah, dst. Belakangan juga dimulai mengembangkan perguruan tadabbur
Al Qur`?n dan taman bacaan mesjid, yang dimulai di dua lokasi: satu di
pinggiran kota Padang, di kelurahan Tunggul Hitam, dan satu lagi di Nagari
Batipuah di Tanah Datar. Kedua corak kegiatan itu masih berupa proyek model,
yang nantinya insya Allah akan juga dikembangkan ke desa-desa binaan dan ke
desa-desa lainnya. Jurus lain adalah dengan menggiatkan kegiatan dakwah,
khususnya kepada ibu-ibu yang anak-anaknya bersekolah di sekolah Bakti
Wanita Islam itu, di samping juga menggiatkan upaya perekonomian pedesaan
yang dilakukan oleh para ibu di desa-desa bersangkutan.
Dimulai dengan mendirikan 4 TK Bakti Wanita Islam di daerah Pasaman
yang rawan kristenisasi itu di awal 1990-an, sekarang alhamdu lillah telah
berkembang menjadi 79 sekolah yang tersebar di 79 desa atau nagari yang
hampir semua berada di daerah pinggiran yang rawan kristenisasi itu.
Rinciannya adalah: 28 di Pasaman, 32 di Sitiung, 8 di Kepulauan Mentawai, 2
di Pesisir Selatan, 6 di Padang-Pariaman, 1 di Tanah Datar, dan 2 di
pinggiran kota Padang.
Semua-semua ini di samping tenaga, pikiran, keuletan, kerjasama,
dsb, adalah biaya. Untuk mengelolakan sekolah sebanyak itu diperlukan jutaan
rupiah biaya setiap tahunnya, sementara yang datang dari orang tua murid
sendiri hanyalah beberapa persen kecil saja. Ini dengan mengingat bahwa
mereka yang jadi inceran proslitisasi pengkristenan itu rata-rata adalah
dari kalangan miskin di daerah-daerah pedesaan di kawasan pinggiran itu.
Pengurus Wanita Islam Wilayah Sumatera Barat, dengan cabang dan
rantingnya di desa-desa dan nagari di mana ada sekolah Bakti Wanita
Islamnya, mau tak mau harus pula berupaya mengumpulkan dana sumbangan dari
mana-mana untuk menutup biaya yang mau tak mau harus dikeluarkan. Patut juga
disampaikan bahwa gaji rata-rata dari 200-an guru yang ada sekarang masih
jauh di bawah standar kewajaran, di mana gaji tertinggi masih sekitar 100
ribu dan terendah 50-75 ribu per bulan. Tetapi karena kesadaran dan dedikasi
kebanyakan dari mereka bertahan dalam mengajar dan memberikan bimbingan
kepada anak-anak. Sebagai tambahan penghasilan mereka juga bertani, berusaha
kecil-kecil, dsb.
Saya, Asma Mochtar Naim, dekat 70 tahun umurnya sekarang ini,
kebetulan sekarang sedang mendampingi suami, Mochtar Naim, yang sekarang
bertugas sebagai Fulbright visiting research scholar di Univ of Michigan,
Ann Arbor, MI, USA, selama enam bulan sampai kira-kira Maret atau April 2004
yad - insya Allah, jika Allah mengizinkan. Saya kebetulan, selagi di Padang,
selama 12 tahun menjadi Ketua Umum Wanita Islam Wilayah Sumatera Barat ikut
mempelopori berdiri dan berkembangnya sekolah-sekolah Bakti Wanita Islam di
Sumatera Barat itu dari awal berdirinya. Dengan kepindahan kami ke Jakarta,
karena kebetulan suami bertugas sebagai anggota BP MPR RI dari Utusan Daerah
Sumbar sejak 1999 sampai Maret 2002 y.l., dengan sendirinya jabatan Ketua
Umum harus diestafetkan ke anggota pengurus yang lain, yang sekarang selaku
Ketua Umum WI Wilayah Sumatera Barat adalah Ibu Marhaeni Azwar yang beliau
kebetulan adalah juga anggota DPRD Provinsi Sumbar. Kepada saya lalu
dibebankan sebagai Koordinator Pencarian Dana, walau tinggal dan bermukim di
manapun.
Tugas berat namun mulia ini, bagaimanapun, harus saya pikul; dan ini
hanya bisa saya lakukan dengan bantuan dan kerjasama kita semua. Demikianlah
kemanapun saya pergi saya menyempatkan diri untuk menyampaikan pesan amal
sosial ini kepada para dermawan dan kita-kita semua.
Dalam kesempatan dan pada bulan maghfirah wa rahmah di bulan
Ramadhan yang berkat ini, kami juga mengetuk pintu hati kita semua, baik
yang tergabung dalam IMSA, PERMIAS, Pengajian lokaliti dan warga
perseorangan sekalipun di Amerika Serikat ini, untuk turut turun tangan
dalam menanggulangi dan meringankan beban berat dari kawan-kawan kita di
organisasi Wanita Islam Sumatera Barat untuk mencukupkan belanja sekolah
dari 79 Sekolah yang kami bangun dan kelolakan di daerah-daerah pinggiran di
Sumatera Barat yang rawan kristenisasi itu. Adapun target utama kita dalam
bulan Ramadhan ini adalah untuk pembeli pakaian kerja guru sebagai hadiah
lebaran untuk mereka, dan penutup kekurangan anggaran dalam penggajian
mereka.
Saya yakin dan percaya kita-kita yang diberi kelebihan rezeki oleh
Allah di AS ini mau dan bersedia pula untuk menyalurkan sebagian dari zakat,
infaq dan sadaqahnya untuk menanggulangi beban berat tapi mulia ini. Kami
telah meminta kesediaan Pengurus Pengajian IMSA di Ann Arbor&Detroit
menyebar-luaskan informasi dan sekaligus mengkoordinasikan pengumpulan dana
bantuan ini.
Akhirnya, jaz?kumull?h wa antum bi khair. Selamat melaksanakan
ibadah puasa Ramadhan. Dan banyak maaf, lahir-batin.
Ann Arbor,
MI, 12 Ramadhan 1423 H/6 Nov 2003
Asma Mochtar Naim
selaku Koordinator Pencarian Dana
Wanita Islam Wilayah Sumatera Barat
1587 Beal Ave #7, Ann Arbor, MI 48105
Phone 763-8522.
Email: [EMAIL PROTECTED]
-----Original Message-----
From: Mochtar Naim [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, November 07, 2003 11:59 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [RantauNet.Com] surat dari rantau kepada kawan-kawan yang di
rantau di AS dan di manapun
Assalamu'alaikum w.w.,
Kepada kawan-kawan semua,
Yang ingin saya sampaikan ada di attached file.
Selamat menjalani amal-ibadah puasa Ramadhan. Semoga
Allah memberkatinya, amin.
__________________________________
Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard
http://antispam.yahoo.com/whatsnewfree
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================