----- Original Message -----
Emang kalau ngebahas gender sih nggak bakal ada
akhirnya...
Tapi kalau masalah highlight 2 point itu sih emang
significant kalau mau dibahas.
Point 1. Cowok stress lihat cewek lebih pintar, kaya, gaji
gede, punya kedudukan.
Itu sih cowoknya aja yang nggak percaya diri, kayaknya di
R/N ini nggak ada deh.
== Iya dong, RNers kan TOP BGT duuueeeennnggg....
Dino
bilang kan : tidak semua laki-laki....
Point 2. Masalah traffiking (sempat mikir juga... apa yang
dimaksud traffic light ?).
Ini juga problem sejak jaman saisuak, sangat erat
hubungannya dengan prinsip ekonomi, supply dan demand. Ini sih emang jadi
tanggung jawab kita semua untuk ngelindungi keluarga sendiri.
Ingetkan dengan kuu anfusakum waahlikum naaro.
Dunia dan seisinya ini kan cuma senilai sayap papatong...,
kenapa benarlah mesti mati matian dicari sampai menggadaikan harga
diri or diri..?.
Sorry malah jadi dakwah......., nggak nyambung deh
jadinya.
== Bayangin, yang udah berhasil lolos dari tempat "penyimpanan" lalu ngadu
ke kantor polisi, eh, malah ditenteng lagi sama tuh polisi dipulangin ke
"boss" nya itu.
Kalau aparat aja....gimana kita
bisa... Lalu siapa yg jadi
pelindung negara, kalu aparat aja...
(silahkan isi titik2 di
atas)
Saya ndak tau ya, apakah
wanita2 TKI yang ada di RS Polri karena gangguan kejiwaan berat (sampe ndak
inget nama sendiri, nyanyi lagu Indonesia Raya di atas tempat tidur sembari
jingkrak2) berhubungan dengan kasus di atas. saya ndak ngerti.
Masalah penjajahan perempuan
ini udah tumpang tindih banget sih.
Oya, saya mau nanya : apakah
perusahaan jasa pengadaan TKI/TKW (terutama untuk penatalaksana rumah tangga)
ini serupa ndak dengan perdagangan manusia ?
Bukannya ini cuma bahasa yang
dihaluskan dan jenis usaha yang di-legal-kan saja ?
Tapi ini good point kok, casenya valid bener untuk dibahas. Kita
yang 1000an lebih ini mestinya bisa cari jalan keluar / seenggak enggaknya
bisa jadi bahan masukan untuk bapak2 / mamak2 yang sebentar lagi bakal
ngobral janji.
== dari 1000an para RNers di sini, yang lebih milih jadi penonton berapa
persen ? Mungkin sama dengan persentase penonton film ciniplex 21 di seluruh
Jabotabek. Guueeddeeee....eh, bbuuaaannyyaaakkkk...\
tapi, pengendalian emosi mereka
hebat. bisa nahan diri ndak beri komentar...hehe..
(jangan marah dong
plisss...puasa nih, ampuuunnnnn baginda...ndak ndak jangan diadukan ke komnas
HAM dan YLKI duoonngg!!!)
"C" kalau bisa jadi kepala, ngapain mau jadi ekor
Om, enakan traveling around the
world aja ah...
lom kesampean nih foto
bareng dengan boneka salju!!