mana bisa imbang kajiannya kalu hanya berat ke salah satu dampak ?
ndak komprehensif dong kajiannya?
lagian kalu dimulai dari negatif, pasti lari2 ndak bakarunciangan. liat aja yang udah2.
 
mengkaji dampak kan ndak sekedar orang itu terjerumus. tapi sejauh mana orang itu akan terjerumus.
haruskah dia terjerumus ? bisa ndak dia cuma terpeleset aja. gimana ngerubah set upnya dari yang terjerumus hanya menjadi terpeleset saja. ato mungkin bisa ndak perlu terjerumus dan terpeleset sama sekali ?
 
analisisnya kan perlu dua jenis dampak, ya nggak ?
 
 
"C"
seharusnya : "nak"....,Mak!
----- Original Message -----
From: darul Karena apa, dampak negatiflah yang akan menjerumuskan orang, sedang yang positif kan nggak bawa akibat. Tentu warning harus di dampak negatif ........... nyak.   Eh kok nyak seharus apa ya .........?

Kirim email ke