Kalau cerita ini sih...... memang sudah
banyak...
Saya pernah menemukan setidaknya 20 kasus sejak 2001
keluarga pasien yang tidak terdaftar ke RS tempat saya bekerja menemui saya dan
menanyakan sanak keluarganya yang sedang di operasi di RS tsb. Dan sebagian
besar sudah mentransfer uang yang berjumlah jutaan kepada no rek yang
diminta.
Saya setuju untuk berhati-hati.
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Dewis
Sent: 18 Nopember 2003 7:15
To: Iasma-Birugo; Sungai Pua; Rantau-Net
Subject: [RantauNet.Com] : PENIPUAN MELALUI TELPON
In [UGM-Club]
---
In [EMAIL PROTECTED], --identity is deleted-- wrote:Berikut ini kisah yang baru saja saya alami, mudah2an ada intisari
yang bisa dijadikan pelajaran..., dan rekan-2 bisa cepat bertindak
bila mengalami kejadian yang serupa dgn yang saya alami.... Hari Rabu, 29
Oktober 2003 pukul 9-an.., saya dihubungi seseorang
yang mengaku AKBP Bambang dari Reserse Tindak Narkotika Polsek Bekasi
(ketika saya bertanya saya dari Polsek mana..? dia jawab dari Polsek
bekasi..., jawaban dia agak janggal sebab setahu saya untuk tingkatan
kabupaten Bekasi bukan polsek tapi polres...)
Dia melaporkan bahwa nomor HP saya terlibat penyalahgunaan tindak
narkoba,untuk itu, dia minta agar HP saya di-nonaktifkan sampai jam
14.00... Saya langsung curiga dan membiarkan HP saya aktif..,
ternyata tidak sampai hitungan detik dia menelpon lagi dan
mengingatkan saya agar mau bekerjasama dengan pihak kepolisian...
Tetap saya biarkan HP aktif sampai dia menghubungi saya sebanyak 5
kali namun saya abaikan...
Kata hati saya menuntun agar saya menelpon rumah.., dan oleh pembantu
diberitahu bahwa tadi ada pemberitahuan dari Telkom untuk mencabut
kabel telpon di rumah karena ada perbaikan jaringan telpon. Sungguh
tidak masuk akal..., dan saya berpesan kepada pembantu bahwa kalo ada
pemberitahuan seperti itu, abaikan saja.., sebab itu penipuan model
baru... Ketika saya menghubungi istri saya dan ternyata beliau juga
disuruh menon-aktifkan HP-nya. Alhamdulillah beliau udah inisiatif
untuk mengirim SMS ke bapak ibu mertua bahwa kalo ada yang nelpon &
memberi kabar buruk.., tolong abaikan saja dan jangan dilayani...
Akhirnya saya menghubungi bapak ibu di Malang. Dari nada suara ibu
terdengar kalo beliau sempat shock ketika saya diberitakan
kecelakaan, terluka parah, kondisinya koma dan sedang dirawat di RS
Mitra Bekasi. Beliau sempat berbicara dengan orang yang mengaku Dr.
Akmal dan untuk membeli anestesi dan perlengkapan operasi membutuhkan
biaya sebanyak 22 juta. Ibu sempat bertanya bukankah biaya operasi anaknya
ditanggung oleh perusahaan? Si penipu itu menjawab
bahwa uang tersebut hanya digunakan sebagai jaminan. Sekali lagi
alhamdulillah, nalar sehat orang tua saya masih berjalan sehingga
beliau masih harus mengecek kebenaran berita tersebut.
Point yang dicatat adalah:.... -- deleted-----
Teman-teman semua, dari pengalaman ini memang kita harus waspada
tetapi yang lebih penting jangan panik!! Usahakan cari berita
sebanyak mungkin, sebelum mengambil keputusan.
Trimakasih
--- End forwarded message ---

