Kalau kasus teror via SMS sebetulnya bisa kita lacak pada saat terjadinya sending/receive message, tapi kalau lagi standby rasanya susah.  Kecuali kalau sender tersebut adalah nomor postpaid (database customernya bisa dilihat).  Begitu Iraf, tapi kalau Iraf menikmati teror via sms itu kan lain lagi ceritanya, he... he...
 
Rasanya dulu pertama ikutan milist ini saya sudah memperkenalkan diri, cuma baru sebatas pembaca saja dulu.  Baiklah saya coba perkenalkan diri saya dan mudah-mudahan bisa menambah persaudaraan kita sesama warga RN.
 
Nama John Hendry, gelar St. Pangulu Mudo, Negeri asal Pitalah, kec. Batipuh Kabupaten Tanah Datar.  Sekarang berdomisili di Selatannya Jakarta, tepatnya Ciputat.  Pekerjaan sehari-hari sebagai pelayan masyarakat pengguna jasa telekomunikasi dalam negeri (TELKOM), tepatnya di TELKOM Jakarta Barat.  Salah satu pekerjaan saya adalah menerima makian dari pelanggan yang kurang puas dengan pelayanan kita.  Jadi kalau menerima makian, umpatan, caci maki udah merupakan menu sehari-hari, karena tolok ukur kepuasan pelanggan tidak pernah fixed.  Status sudah beristri (profesi dokter) punya anak satu, umur saat ini 37tahun 4 bulan.  Untuk lainnya tanya sama Iraf aja yach.......
 
john:)
 
 
------------------------------------------------------------------------------
Harusnya kasus teror dengan sms pun bisa dilacak dong ya :) -- jadi ingat masa2 penuh teror :)
 
Nach, akhirnya da John muncul juga (da John ini ternyata bener mantan asdos praktikum saya :)
 
Da John, biasanya new comer mesti memperkenalkan diri loh ..  
 
Iraf

Kirim email ke