Assalamualaikum wr.wb:
Rendahnya pendidikan dan tradisi local menyebabkan sering
terjadi pelecehan terhadap wanita . Hal ini bisa terjadi dimana saja dan kasus
yang banyak dan sering terjadi dibeberapa kawasan yang disebut tapal kuda
didaerah Jawa Timur . Dimana sudah jadi kebiasaan bahwa wanita umur 14 tahun
sampai dengan 16 sudah dinikahkan
oleh orang tuanya . Hal ini dilakukan untuk mencegah agar wanita tersebut berbuat yang
tidak tidak karena sudah menginjak remaja . Namun apa yang terjadi pernikahan
ini tidak barjalan lama , kemudian disusul dengan perceraain , Akibatnya apa ?
kecil kecil sudah menjadi janda . Kalau nasib baik umur 17 atau 18 tahun
menikah lagi dan syukur bisa bertahan untuk selamanya , tapi biasanya diikuti
kembali dengan perceraain berikutnya , Alasan klasik yang menjadi penyebab
adalah factor ekonomi dan lain
sebagainya . Rentetan selanjutnya sudah bisa ditebak , akibat factor ekonomi
dan tipisnya iman , dan kalau mau bekerja tidak punya keahlian karena tidak
sekolah , maka jalan pintaslah
yang diambil , yakni menjadi penghuni tempat tempat prostitusi
yang bertebaran dimana mana . Makanya kalau mau mengembalikan harkat dan
martabat wanita , berikan lah pendidikan yang layak , baik pendidikan umum dan
agama , agar wanita bisa mandiri dan tidak selalu ketergantungan kepada pihak
lelaki atau suami .
Wassalam : zul amry di bali
Cysca
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Traffiking lagi anget diperbicarakan dikalangan
manapun.
Lebih anget daripada sekedar mengulas2 sampe tipis cara
nulis umur dan kelamin di milis, etika dan memilih vocabulary
dimilis.
Berhubung sudah pada topik emansipasi wanita.
Untuk kasus traffiking, apakan wanita layak dipersalahkan
?
Skenario penjualan manusia (dominated by women and
children sebagai "barang dagangan") ini apakah disutradarai oleh wanita
?
Apakah kebodohan wanita yang jadi nggak keruan idup dan
masa depannya atas tipu daya para lelaki adalah kesalahan wanita
juga?
lelaki bisa aja bilang : kenapa dong wanita itu
bodoh ? mau aja dirayu2 gombal ?
Lalu tingginya jumlah wanita yang mau aja dibodohi oleh
lelaki apa bisa diakui sebagai kesalahan si lelaki ?
pendidikan rendah dan desakan ekonomi apakah bisa
menghalalkan alasan2 lahirnya perdagangan tersebut ?