He he he,..
Repot amat yh mikirnya masalah begini make harus ada pendekatan problem solving.
Kalou saya nulis dengan kalkulasi pendekatan anggaran pasti semuanya boleh, lah
wong tiap department itu sekarang lagi ngabisin sisa anggaran yang tertinggal
tahun lalu sebelum anggaran tahun ini ditetapkan dibulan april. Tapi moso
masalah begini harus dengan pendekatan ini dan itu, Gocap + Gocap = Cape
eeeeeeeeeeeeee Deeeeeeeeeeehhhhhhhhhhhhhh
Ini masalah logika sederhana, santai dan simple aja apa lagi kalou parameternya
peningkatan kualitas hualah yuang yuang, seandainya bapak2 disana diaudit
secara keseluruhan oleh team independent mungkin kita malu sebagai bangsa kalou
lihat hasilnya.
Ingat kan kita bahwa lembaga survey indonesia mengatakan bahwa (Polri + Gedung
bundar ) lembaga terkorup diindonesia ?
Tapi sutra lah buat saya melihat masalah laptop dan mesin cuci gak perlu pakai
model pendekatan apapun dan sekolah tinggi, pakai kacamata kuda aja kelihatan.
Tapi toh laptop ini kan kabarnya sudah dibatalkan, jadi tidak perlu
dipusingkan, kemudian tulisan joke laptop itu adalah bentuk kritik yang harus
trus dikembangkan dan meng-edukasi masyarakat sehingga bangsa ini menjadi
bangsa bener bukan bangsa lucu - lucuan.
Kan sedih kita urusan laptop dan mesin cuci harus rapat paripurna yang sekali
rapat anggarannya buat kita pusing. Dan saya yakin masyarakat tidak akan
menutup matanya koq melihat hal baik yang sudah mereka kerjakan seperti he he :
- Pergi jalan2 dengan nama studi banding
- Mark-up biaya perjalanan dinas
- Waktu reses pada pulang kampung pakai anggaran reses.
Hualah kepanjangan nih.....................wuisstttttttttttttttt apaan
tuh......ada yang lempar piring......
Regards
Ronal Chandra
Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dalam analisa problem solving ada tahapan yang namanya
membandingkan, antara fakta dan bukan fakta yang kedua-duanya
harus relevan dan setara ('apple to apple'), dengan melihat
berdasar tujuannya diberikannya lap top tersebut yaitu
peningkatan produktifitas.
Maka perbandingannya adalah menjadi sebagai berikut :
Sasaran diberikan laptop anggota DPR harus menjadi lebih produktif.
Apakah bila tidak diberikan laptop menjadi tidak bisa lebih produktif ?
Atau benarkah kalau anggota DPR bila diberikan menjadi menjadi
lebih produktif ?
Jadi bukan membandingkan kemiskinan rakyat dengan pembelian
laptop , karena hal-hal tersebut tidak setara perbandingannya.
Bahwa kemiskinan rakyat harus ditanggulangi dengan tidak tergantung
terhadap pembelian laptop buat anggota DPR, apakah anggota DPR
tidak memiliki atau memiliki lap top tetap saja kemiskinan harus
menjadi prioritas.
Sebab kalau perbandingan seperti itu akan ada alternatif pilihan
solusi yang tidak benar yaitu 'tidak perlu menanggulangi kemiskinan
asal anggota DPR tidak beli laptop'.
Hati-hati dalam membuat perbandingan.
Arnoldison
Thursday, March 29, 2007, 12:03:20 PM, you wrote:
RA> terlepas dari butuh atau ga nya laptop bagi anggota DPR yg terhormat...
nasib rakyat miskin dan yg sedang mengalami musibah lebih PENTING !!
RA> ----- Original Message -----
RA> From: benni inayatullah
RA> To: [email protected]
RA> Sent: Wednesday, March 28, 2007 6:30 PM
RA> Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Laptop Tukul...
RA> saya juga setuju anggota DPR punya lap top..yang jadi masalahkan siapa
yang membelikan laptop tersebut, kalau negara membelikan jelas masalah karena
sangat memanjakan dewan terhormat tersebut
RA> bukankah dengan gaji 40 juta lebih mereka bisa beli laptop tiap bulan ?
masak kalah dengan tukang ojek sih ? harusnya negara ini memikirkan rakyat
kecil yang jangankan beli laptop buat makan hari
RA> ini belum dapat..kasihan memang bangsa ini..kesejahteraan pun musti
diwakilkan pada dewan yang tidak berempati kepada rakyat kecil itu
---------------------------------
Never miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. Check it out.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Kami mengundang sanak untuk hadir dalam acara: "Wartawan mengajak Berdoa
Bersama untuk Keselamatan Negeri" pada tanggal 8 April 2007 jam 08:00 di Masjid
Istiglal. Acara ini terpicu oleh musibah terbakarnya Ustano Pagaruyuang dan
Gempa di Sumbar.
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---