Pak Mantari nan tersohor,...
Kalou membaca apa yang ditulis kayaknya masih sebuah perbandingan fisik yang
kalou hal ini ditanyakan pada mahasiswa sosial budaya mereka sudah hatam cara
menjawabnya. Pak mantari hanya menjelaskan malaysia sekarang lebih maju dan
Minang tidak, sedang essensi dari diskusi kita adalah, kita sedang menganalisa
apa penyebab keterpurukan itu dan saya tidak minta anda untuk membuat
perbandingan.
Jadi kalou tanya saya apa maksud dari (Orang lain berlari dan Orang Minang
berjalan) dijawab dengan sebuah perbandingan simple, yh kita stop aja disini
diskusi ini karena terlalu simple.
Yang saya ingin tanya (Kenapa orang lain bisa berlari dan orang Minang
berjalan)Dimana masalahnya ?
Saya lihat oranglain masih lebih berani mengatakan mungkin fenomena surau yang
sudah mulai terkikis, tapi itu sangat saya hargai dari pada cuma membuat
perbandingan sederhana.
Regards
ROnal Chandra
Mantari Sutan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Pak Ronal tokoh muda rantaunet yang
saya hormati.
Memang kenyataan kita orang minangkabau begitu Pak. Orang berlari dan kita
masih saja berjalan. Saya tidak menunjukkan sebuah rasa frustasi. Hanyalah
sebuah otokritik terhadap diri saya dan etnis saya. Ungkapan berlari dan
berjalan saya, tentu dengan arif bisa kita lihat fenomenanya. Katanya orang
minang Pak. Kok masih kesulitan membaca kiek atau pengandaian.
Tapi kalau Bapak hendak saya memberikan contoh. Sederhana saja Pak.
Lihatlah Malaysia.
Masih perlu saya jelaskan juga Pak?
Baiklah. Kita semua sudah tahu. Pertengahan abad 20. Malaysia belum lah
apa-apa dibandingkan ranah minangkabau. Kita banyak mengekspor dokter dan
guru. Apalagi di abad 19. Kita malah mengekspor raja ke malaysia.
Sekarang apa yang kita ekspor? TKI Pak. Blue Collar Employee. Memang ada
juga sedikit kita mengekspor tenaga skill tinggi. Tapi proporsinya hanyalah
sedikit sekali.
Bapak Ronal yang saya hormati. Saya tidak mengatakan Benni akan menjadikan
Surau sebagai lembaga super. Bukan itu Pak. Mohon dibaca dari awal proses
diskusi kami ya Pak. Saya hanya khawatir, kita beromantika pada surau.
Menempatkan surau di otak kita sebagai penjawab tanya keterpurukan ini. Hanya
kekhawatiran itu saja Pak. Sekali lagi mohon dibaca proses diskusi saya dengan
Benni Pak.
Wassalam
Ronal Chandra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak mantari sutan nan hidupnyo di surga,..
Mikirnya jangan jauh2 dong pak, moso tulisan sederhana dari angku beni
dibilang "Akan Menjadikan surau lembaga Super" payeh loe.
Coba apa maksud pak mantari mengatakan (Orang lain berlari orang Minang
berjalan) biar jelas and gak rabun2 trus kalou enggak nti orang bilang juga
"Perkataan seperti itu adalah ungkapan kefrustasian dan keterpurukan kita".
Regards
Ronal Chandra
Mantari Sutan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Terima kasih tanggapannya Pak Beni.
Saya hanya hendak mengajak kita semua, jernih memandang surau dan
kontribusinya bagi pengembangan sumberdaya manusia minangkabau. Yang saya
takutkan, keinginan kita kembali ke surau dan menempatkan sebuah surau sebagai
sebuah lembaga super hanyalah sebuah jawaban kefrustasian kita selama ini.
Menjadi kambing hitam atas semua keterpurukan ini.
Wassalam
---------------------------------
Looking for earth-friendly autos?
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.
---------------------------------
Sucker-punch spam with award-winning protection.
Try the free Yahoo! Mail Beta.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Kami mengundang sanak untuk hadir dalam acara: "Wartawan mengajak Berdoa
Bersama untuk Keselamatan Negeri" pada tanggal 8 April 2007 jam 08:00 di Masjid
Istiglal. Acara ini terpicu oleh musibah terbakarnya Ustano Pagaruyuang dan
Gempa di Sumbar.
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---