Pak Jabok yang budiman,
Saya kira starting point kita sudah sama dalam hal ini. Bagi kita surau
adalah sebuah institusi pendidikan.
Cuma menatap kekinian dan berkaca pada masa lampau. Kita masih perlu banyak
berdiskusi tentang format surau Pak. Surau-surau masa lalu ideal di mata Pak
Jabok, memang berhasil di masa itu. Ketika di masa itu memang militansi yang
bersifat fisik sangat dibutuhkan. Dan surau ideal anda memang muncul menjadi
sebuah institusi yang paling baik merespon kebutuhan itu.
Bicara kekinian dengan situasi global yang super kompleks ini, format surau
rasanya perlu kita pikirkan dengan lebih matang. Tak sekadar beromantika
belaka. Apalagi dengan sekadar berkata Surau adalah jawabnya. Tanpa pernah
mempelajari hakikat dasar surau itu sendiri dan dinamikanya di ranah minang.
Satu hal yang pernah saya dengar Pak Jabok. Di surau, nenek moyang kita dulu
pernah mendapatkan kebebasan. Bebas berpikir, berdialektika, dan bebas
bertanya. Tidak seperti sekarang. Semua berjalan dalam sebuah koor bernada
sumbang.
Wassalam
sutan jabok <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
p mantari sutan yg terhormat...
saya setuju, kalau perlu jgn bilang itu surau... bahkan klo' pun masih
memaksakan, buat badan akreditasi surau... dan surau2 yg anda masukkan itu
tidak akan mlewati nilai C saya asumsikan...
saya tau dgn pasti ktika urang2 gaek bercerita, mamak mereka (tan malaka)
menyuruh mereka pergi ka surau gadang padang japang... krn itu surau besar yg
dekat dgn mereka... atau bagaimana presiden sementara syafruddin menjadikan
basis mempertahankan Indonesia dari surau kecil di ujung Indonesia (PDRI).
tapi patut kita bersedih, penjajahan jepang dan belanda yang membuat semua
itu menjadi memori yang tidak tertulis/tercatat... penghabisan secara
menyeluruh surau2 karena faktor politis menjadikan orang2 tua kita hanya bisa
mencoba membangunnya kembali tapi psikologis masyarakat yang trauma dengan
penggerebekan/pembunuhan massif para jawara surau, takut menyekolahkan anak2nya
ka surau... tapi generasi itu sudah tua, dan cerita bergulir hingga sampai ke
kita...
dan kita yang memutuskan, apakah itu tinggal cerita atau bisa menjadi
kenyataan... bukankah poin besar, dimana banyak orang berusaha membeli
ide/mengimport frenchise tentang sistem pendidikan, sedangkan kita hanya
tinggal merealisasikannya... sudah banyak yang terinpirasi dan
merealisasikannya, saya tak akan menyebutnya tapi anda sekalian akan terkaget2.
pertanyaannya kini, kita berada di pihak yang mana?
wassalam
st.jabok
---------------------------------
8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
with theYahoo! Search movie showtime shortcut.
---------------------------------
8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
with theYahoo! Search movie showtime shortcut.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Kami mengundang sanak untuk hadir dalam acara: "Wartawan mengajak Berdoa
Bersama untuk Keselamatan Negeri" pada tanggal 8 April 2007 jam 08:00 di Masjid
Istiglal. Acara ini terpicu oleh musibah terbakarnya Ustano Pagaruyuang dan
Gempa di Sumbar.
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---