Note: forwarded message attached.
Assalamualaikum w.w. para dunsanak sa palanta,
Saya teruskan penjelasan dari Dunsanak Fekrynur dari
milis pakguruonline, yang sudah berpengalaman dalam
program "homestay" untuk melayani para pesilat dari
negeri Belanda. Dari pengalaman ini terlihat jelas
bahwa memang ada kemungkinan untuk menfaatkan peluang
ini, karena yang diminta oleh para tamu itu tidak
berkelebihan, seperti tempat tidur yang bersih, yang
justru sudah seharusnya sudah kita jalani sebagai
kebiasaan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Yang mungkin menjadi masalah adalah kalau kita sendiri
tidak atau belum mempunyai kebiasaan hidup sehat itu.
Dalam hal ini, baik untuk kepentingan kita sendiri
agar kesehatan kita terpelihara maupun untuk
menghormati para tetamu, rasanya perlu kita ajak
petugas dinas kesehatan serta para pamong untuk
malancarkan program kesehatan ini. Sekali merangkuh
dayung dua tiga pulau terlampau.
Saya harapkan kepada rekan-rekan pengurus MPKAS/MAPPAS
di Ranah dapat memanfaatkan pengelaman Dunsanak
Fekrynur ini.
Wassalam,
Saafroedin Bahar
____________________________________________________________________________________
Food fight? Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545367
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Kami mengundang sanak untuk hadir dalam acara: "Wartawan mengajak Berdoa
Bersama untuk Keselamatan Negeri" pada tanggal 8 April 2007 jam 08:00 di Masjid
Istiglal. Acara ini terpicu oleh musibah terbakarnya Ustano Pagaruyuang dan
Gempa di Sumbar.
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
--- Begin Message ---
Yth Pak Saaf dan Buk Nur'aini,
Seperti yang disebut Pak Zul; benar saya sudah ada sedikit pengalaman ketika
menyediakan pondokan (home stay) untuk serombongan wisatawan Belanda ke
Kinari Solok hampir enam tahun lalu. Mereka adalah para pesilat dari
Perguruan Silat Pauh Minang dari Horfdorf, Amsterdam.
Yang mereka perlukan adalah kamar dan toilet yang bersih, dengan difan,
tempat tidur, yang cukup panjang. Mereka juga memerlukan makanan yang segar
tiap kali makan; karenanya diperlukan juru masak masakan Indonesia yang mau
mengerti keinginan wisatawan.
Yang sangat diperlukan adalah 'kerjasama yang baik dan rapi antara operator
kepariwisataan di kota utama seperti Padang dan Bukittinggi dengan pusat-
pusat homestay yang ada di nagari- nagari yang punya potensi homestay.
Harus ada paket-paket wisata yang tertata, di mana home stay hanya salah
satu komponen alternatif pondokan saja, di samping hotel dan losmen.
Termasuk di dalam paket itu; transportasi, panduan wisata (leaflet dan
guides) yang meyakinkan, dan perhatian dari semua pihak. Hal lain yang
sangat potensial untuk dikembangkan pula adalah: penyediaan cenderamata, dan
buahtangan.
Saya pikir semua ini ada dalam kurikulum pembelajaran siswa SMK Pariwisata.
Yang diperlukan adalah usaha serius untuk membenahi usaha ini menjadi
sedikit agak lebih "diwadahi". Dengan begitu nanti para siswa tidak harus
pergi praktik hanya ke hotel-hotel dan biro perjalanan, yang ada di
kota-kota, saja.
Mereka bisa magang di nagari mereka masing-masing. Dengan begitu para guru
SMK Pariwisata juga dapat melakukan bimbingan dan penyuluhan sampai ke
nagari-nagari.
Saya belum melihat ini terjadi di 'nagari awak'.
Wisatawan yang datang ke negeri kita tentu datang dengan berbagai latar
belakang drive, yang membuat mereka melakukan kunjungan ke kampung kita.
Para 'akademisi kepariwisataan tentu memahami hal ini; dan merekalah yang
dapat 'membaca' ini; dan sekaligus juga dapat memberikan masukan-masukan
kepada semua komponen pendukuk, yang harus terlibat dalam kepariwisataan.
Semogalah, Pariwisata di Sumbar maju!
Amiin.
Fekry
_____
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Saafroedin BAHAR
Sent: Tuesday, April 03, 2007 2:57 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: chaidir latief; Nuraini PRAPDANU
Subject: Re: [pakguruonline] Pemandu wisata dan 'homestay'
Waalaikumsalam w.w. Dunsanak Zulfikri,
Terima kasih banyak atas sambutan Dunsanak. Saya sangat senang sewaktu
mengetahui bahwa sudah ada SMK Pariwisata. Mudah-mudahan anak-anak kita yang
belajar di SMK Pariwisata ini dapat mempersiapkan diri menjadi tenaga
profesional pariwisata yang lebih andal, sehingga selain akan dapat
mendorong maju sektor ekonomi tersier ini, juga akan membuat para tamu kita
membawa kenangan indah sekembalinya mereka ke rumahnya masing-masing.
Wassalam,
Saafroedin Bahar
zulfikri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Waalaikumussalam, wr. wbr.
Pak Saaf dan Bu Nuraini Yth, insyaAll ah, akan kami infokan kepada guru-guru
khusunya guru-guru SMK Pariwisata.
Mungkin, ada komentar dari Pak Fekry tentang "pemandu" dan "homestay",
karena Pak Fekry telah melakukan serta menyediakan homestay di Solok dan
telah di datangi oleh wisata dari mancanegara, kita tunggu komentar Pak
Fekry.
Wassalam,
Zulfikri
----- Original Message -----
From: Saafroedin <mailto:[EMAIL PROTECTED]> BAHAR
To: pakguruonline@ <mailto:[EMAIL PROTECTED]> yahoogroups.com
Cc: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[email protected]> ups.com
Sent: Monday, April 02, 2007 7:52 PM
Subject: Re: [pakguruonline] Ucapan Selamat kpd Bpk. DR. Saafroedin Bahar,
Ibu Nuraini B. Prapdanu
Assalamualaikum w w Dunsanak Zulfikri,
Bersama Bu Nuraini saya mengucapkan terima kasih
sebesar-besarnya atas doa restu Dunsanak Zulfikri.
Dalam rangka upaya memajukan perekonomian Sumatera
Barat melalui jalur wisata ini mungkin besar
manfaatnya jika disosialisasikan berbagai jenis wisata
yang dapat dikembangkan di Ranah Minang dengan
melibatkan masyarakat kita, seperti wisata alam,
wisata kuliner (=untuk mengecap berbagai jenis
makanan), wisata sejarah (ingat PDRI yang kita
banggakan itu), wisata heritage (mengunjungi
bangunan-bangunan tua bersejarah), wisata tekstil
(mengunjungi pembuatan songket Pandai Sikek yang bukan
main hebatnya itu), dan lain-lain sebagainya. Sekarang
ini saya sedang mendorong disusunnya 'calendar of
events' pariwisata untuk satu tahun, sebagai informasi
dan sebagai komitmen kita dalam menyukseskan mata
pencaharian baru ini.
Sudah barang tentu dalam keseluruhan upaya ini perlu
dipikirkan adanya manfaat langsung bagi masyarakat.
Ada sebuah gagasan yang sudah diujicobakan oleh Bp
Chaidir Nien Latief dari Bandung, yaitu wisata urang
Rantau ka nagari-nagari, dengan memanfaatkan rumah
gadang dan demikian banyak rumah nan hampia indak
bapanghuni, sebagai sarana 'homestay', tantu asal
tempatnya bersih dan rapi.
Tolong Dunsanak sampaikan info ini kepada
saudara-saudara kita para guru.
PS: apakah ada guru yang berminat untuk menjadi
pemandu wisata dalam salah satu jenis wisata tersebut
di atas ?
Wassalam,
Saafroedin Bahar
.
<http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=14184930/grpspId=1705082178/msgI
d=2755/stime=1175518369/nc1=4438958/nc2=3848642/nc3=3848570>
_____
Never
<http://us.rd.yahoo.com/evt=49938/*http:/tools.search.yahoo.com/toolbar/feat
ures/mail/> miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. Check it out.
__________ NOD32 2148 (20070327) Information __________
This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com
--- End Message ---