Batuah tu da, nan awak caliak kini alah banyak bana anak jalanan atau
pengamen, padahal dulu tahun 2000 bisa dibilang indak ado anak jalanan di
Kota Padang, apo iko pangaruah modernisasi, ato kebijakan yang tidak tepat,
atau budaya malas yang semakin kuat di Kota Padang. Nan awak risaukuan
biasonyo anak jalanan jo pengamen yang banyak akan cenderung meningkatkan
tingkat kriminalitas di Jalanan, nan ciek lai da, kalo iko indak di
salasaikan capek mako masalah iko semakin sulit dibendung, dan bisuaknyo
bisa jadi kota Padang menjadi tujuan bagi para pengemis atau anak jalana.

On 4/11/07, M. Syahreza <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Assalamu'alaikum wr.wb.
>
> Ado kebijakan yang sangat kontradiktif yang ambo danga dari beberapa kawan
> di Padang waktu ambo pulang kampuang minggu lalu. Sahinggo hal iko mambuek
> sebagian masyarakat bingung karena kebijakan Pak Walikota seperti
> melenceng
> dari visi dan misi.
> 1. Di satu sisi ada kebijakan Pak walikota untuak memperbaiki moral dan
> akhlak warganya, dengan menggiatkan pengajian dan dakwah serta menerapkan
> kebijakan berbaju kurung bagi siswi di sekolah dan baju lengan panjang
> bagi
> siswa. Ini didukung warga.
> 2. Di sisi lain ada kasus salah satu cafe di daerah pengendalian banjir di
> kawasan muaro (kalau ndak salah) yang berpotensi untuk pencemaran sungai
> dan
> menghalangi aliran sungai. Cafe ini sangat tidak didukung oleh sebagian
> masyarakat Padang.
> 3. Kebijakan memindahkan bongkar muat AKDP ke terminal regional Bengkuang
> ke
> Air Pacah, tapi di sisi lain bus AKDP lebih suka ngetem di terminal
> bayangan
> di Simpang Lubeg dan di depan Minang Plaza, yang menyebabkan kemacetan
> pada
> jam-jam tertentu.
> 4. Masalah kebiasaan membuang sampah oleh warga yang tidak pada tempatnya
> (kadang di buang ke kali, drainase, riol, dll) sehingga punya potensi
> besar
> menyebabkan banjir kalau musim hujan, karena banyak yang tersumbat karena
> sampah. Malu kita sama tamu/wisatawan yang datang ke Padang.
> 5. Penyebaran bantuan untuk keluarga miskin kurang terprogram dan terarah,
> sehingga info yang beredar pemkot kehilangan fokus dan cendrung pilih
> kasih.
> 6. Mulai banyaknya anak punk, pengamen anak-anak dan dewasa, tukang lap
> mobil, dll di tiap persimpangan jalan, sementara masih banyak lahan tidur
> yang subur yang belum diolah. Tanda tanya yang cukup besar... disatu sisi
> kasihan melihat mereka putus sekolah, di sisi lain mengajar mereka tambah
> malas dengan memberi uang recehan dan berpotensi menambah tingkat
> kriminalitas....
> 7. Kebijakan Pak Walikota yang menerapkan gaya Militer dan kurang
> sosialisasi, akibatnya masyarakat banyak yang tidak mau tahu atau kurang
> mendukung.
> 8. dll sebagainya...Pak Walikota akan tahu kalau menerapkan "penyamaran"
> dalam mencari data, dengan mendatangi langsung mensurvey ke warganya tanpa
> membawa pengawal dan perangkat lainnya...
>
>
> wassalam
> Reza
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> >
>


-- 
Best Regard,


Gusman Dharma P

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke