arifianto yang baik dan para rekan
Pertama tama sebagai urang Minang " Alam takambang jadi guru :" Belajar pada
alam harus dengan mendalam tidak sepintas lalu Dalam suasana modern namanya
melalui kajian dan penelitian Itu dilakukan oleh bangsa maju bahkan yang baru
maju sekalipun Masalah intuitif dan analitatif adalah kelanjutan pilihan
metoda mana yang tepat tergantung untuk apa Tidak hanya itu malah ada yang
namanya emperis dll Janganlah diawal saja telah diperdebatkan Yang kita
permasalahkan adalah MERUBAH keadaan haruslah melalui kajian dan penelitian
yang mendalam seperti apa yang dilakukan oleh bangsa lainnya ya dibidang sosial
ya dibidang kesehatan ya dibidang teknologi Orang tidakbisa begitu saja sampai
ke bulan, operasi jantung tanpa operasi, adanya handphone secanggih sekarang
dll
Yang kita permasalahkan adalah TAHAP AWALNYA Pada bangsa kita umumnya urang
Minang khususnya kajian dan penelitian itu benar yang kurang diperhatikan
Generasi sekarang MALAS MEMBACA Kalau tidak dibaca mana tau kita perkembangan,
mana tau kita cara yang paling baik yang telah dicapai orang lain Mana ada
minat untuk menerapkan yang terbaik untuk kita. INi PANGKAL MUASAL kurangnya
minat kaula muda urang Minang pada kajian dan penelitian
Chaidir N Latief
----- Original Message ----
From: a.arifianto <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, April 12, 2007 7:44:55 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: SISTEM KEKERABATAN PATRILINEAL BALI TAK MENGENAL
KONSEP ¡PUNAH¢
pak chaidir yang saya hormati...
entah lah pak saya sebagai yang muda juga terkadang geram dengan yang terjadi,
apakah sedemikian lemah posisi tawar kami?
seperti buya syafii mengatakan idealisme sesaat...
tapi klo' berbicara kajian dan penelitian secara analitatif... kenapa saya
justru lebih suka yang intuitif... untuk jaman sekarang nampaknya kita
memerlukan banyak orang2 intuitif...
saya kutip satu hal yang menarik buat saya;
Pikiran Intuitif adalah karunia suci, sementara pikiran rasional adalah pelayan
setia. Kita telah menciptakan sebuah masyarakat yang menghormati si pelayan dan
melupakan karunia itu.
-Albert Einstein-
pak saf yang saya hormati...
kepunahan, bukankah itu adalah hal yang biasa. bahkan keturunan nabi pun bila
mengikuti syariat telah punah karena satu2nya garis keturunan hanya dari
fatimah ra. tapi entahlah wallahu alam...
mohon maaf bila saya sedikit mencoba mengulang kembali bahasan yang bpk kirim
kemarin...
seharusnya dengan metode penelitian yang bapak gunakan mengenai habisnya
keturunan, harusnya ada ketegasan untuk menuruti akar dari sistem yang ada.
[studi case minangkabau]
pertama, ayah jika tidak punya anak perempuan apakah keturunannya akan punah?
jawabnya tidak, karena jika mau konsisten dengan adat minangkabau, kamanakannya
lah keturunan dari suku sang ayah. jika sang ayah tidak memiliki kamanakan
perempuan maka barulah ini yang dinamakan punah. sedangkan jika dalam konteks
ayah tidak memiliki anak perempuan, maka harta yang dimiliki [harta pribadi]
masih ada anak laki2 sebagai ashobah.
kedua, apakah adat minangkabau ABS-SBK tidak sesuai syariat?
jawabnya masih perlu banyak pengkajian, satu contoh real, harta pusako dalam
ketentuannya disebutkan oleh seorang panghulu kepada saya harus memenuhi satu
dari tiga syarat yang ada. 1) ada anak perempuan mau dinikahkan 2) ada mayat
yang terbaring di rumah gadang/suku 3) kepentingan/kesejahrteraan suku. lalu
teringatlah saya pada sebuah dalil [tolong dikoreksi], ada 3 perkara yang tidak
boleh ditunda 1) anak perempuan dilamar laki2 baik2 2) mayat yang belum
dikafani 3) kepentingan islam. secara kontekstual tidak cukup berbeda dan
banyak dari kalangan pemangku adat [hemat saya pribadi] tidak menyadari hal
tersebut...
sehingga kesimpulan sementara saya, banyak hal yang tidak tercatat,
terpublikasi dan ter-regenerasi...
sehingga adat minangkabau [yang sekarang] belum dapat dikatakan sebagai adat
yang jahiliyah.
patutlah kita memaklumi sejarah kebudayaan kita terputus sejak jaman
"kegelisahan" di minangkabau, perang, pertikaian, dsb... sehingga terputuslah
tambo2, yang notabene yang terucap itulah yang lebih memiliki kredibilitas
kebenarannya sesuai dengan kredibilitas sang individu. lain dengan jaman
sekarang yang lebih mengkredibiltas-kan dokumen dan analisa.
mohon maaf bila ada kata2 yang salah...
a.arifianto [st.jabok]
darah muda, darah agretifitas, darah pembaharu
Don't get soaked. Take a quick peak at the forecast
with theYahoo! Search weather shortcut.
____________________________________________________________________________________
Bored stiff? Loosen up...
Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.
http://games.yahoo.com/games/front
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---