Terimakasih atas penjelasan sanak Ahmad Ridha tentang arti nama dari Abdul 
Djalil. Wah hanifah sendiri tidak pernah membahas sebelumnya. Barangkali 
dasarnya begini, 
  kakek sudah memberikan nama Djalil dibelakang nama dari beberapa anaknya. 
seperti Achiarly Djalil, Zufarly Djalil dan Thaher Djalil (ketiganya lain ibu). 
Tidak tau kenapa papa Damanhuri tidak menggunakan nama Djalil dibelakang 
namanya. Mungkin karena papa anak tua, jadi waktu papa lahir ...kakek belum 
punya bayangan untuk berpoligami, sehingga cukup ngasih nama " Damanhuri " saja 
he he he.
   
  Kalau sanak Ahmad Ridha hidup dijaman kakek ... wah...bakalan buanyak yang 
jemput tuh untuk dijadikan mantu. Nggak peduli ada perempuan yang terluka 
karena harus rela dimadu bahkan harus rela dicerai dulu karena jatah hanya 
empat orang ... sementara peminat buanyak.  
   
  Salam
   
  Hanifah Damanhuri
   
   
Ahmad Ridha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  
On 4/14/07, hanifah daman wrote:

> Sajak itu papa minta kaadiak-adiak baliau untuak maadokan pertemuan Dinasti
> Djalil. Namo anak-anak kalau bisa di tulih saroman iko
> NAMO + inisial namo Bapak + Djalil (namo kakek).
>

Pola ini bisa dibilang standar di Arab Saudi dan diterapkan di urusan
formalitas seperti membuat akta kelahiran. Signature saya di bawah
juga menggunakan pola itu; bukan untuk ikut-ikutan Arab Saudi tapi
untuk kejelasan identitas.

Sedikit catatan, Bu; nama kakek Ibu adalah Abdul Djalil (Hamba
terhadap Yang Maha Mulia) yang merupakan bentuk penghambaan kepada
Allah karena konteks Al-Djalil di sini adalah nama Allah seperti dalam
Abdullah dan Abdurrahman (dua nama yang paling dicintai Allah). Jadi
kurang pas jika nama kakek yang digunakan Djalil saja karena konteks
tersebut.

Pola ini memang kurang lazim di Indonesia yang mungkin termasuk
lemahnya ilmu nasab di Indonesia. Pentingnya konsep keluarga dalam
Islam adalah juga dalam pembayaran diyat (uang tebusan darah) dalam
kasus pembunuhan (jika dimaafkan oleh pihak ahli waris korban).

Allahu Ta'ala a'lam.

Wassalaamu 'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,
-- 
Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)


       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke